Tips dan Trick Meningkatkan Produktivitas Karyawan Milenial

Bagi seorang pemilik bisnis, tentunya harus memahami bagaimana mengelola karyawan milenial di era teknologi digital ini. Mengingat saat ini generasi milenial sedang berada dalam usia produktif serta proses mencari dan mengembangkan kariernya. 

Perubahan teknologi di era 1980 – 2000 yang begitu pesat, membuat generasi tersebut sangat berbeda dari pendahulunya. Kemudahan dalam mengakses teknologi, terhubung dengan berbagai informasi, serta orang tua yang telah teredukasi membentuk karakteristik khusus. 

Kesalahan dalam memahami karyawan era milenial akan memberikan dampak pada optimasi sumber daya manusianya. Salah satu penyebab tingginya turn over perusahaan di tahun 2021 adalah kurang tepatnya pengelolaan terhadap angkatan kerja milenialnya. 

Karakteristik Milenial yang Harus Dipahami HRD

Agak sulit memahami karakteristik generasi milenial ini, mengingat perbedaan pengalaman, persepsi, serta pandangan hidup membuat penilaian karakteristiknya tidak obyektif. Untuk menghindari bias, berikut beberapa hasil pengamatan terhadap karakteristiknya. 

Tertarik dengan Perkembangan Teknologi

Lahir ketika sedang berkembang pesatnya sebuah teknologi, terutama komputer dan internet membuat mereka merasakan berbagai jenis teknologi. Mulai dari teknologi klasik, hingga berbasis digital. Bahkan dari sekolah dasarnya juga sudah dikenalkan kepada komputer. 

Berkembang bersama teknologi, membuat mereka penasaran serta terus mencoba berbagai perangkat untuk memudahkan berbagai aktivitasnya. Contohnya dalam hal komunikasi, dibandingkan menggunakan email, generasi ini lebih tertarik menggunakan sosial media. 

Lebih Suka Bekerja dalam Tim

Salah satu cara untuk mengelola karyawan milenial adalah memahami bahwa kerja sama tim lebih disukai. Hal ini dipengaruhi dari pola pendidikannya, yaitu lebih mengedepankan kerja sama tim. Contohnya pekan olahraga, study group, dan proyek bersama. 

Berdasarkan pengalaman pendidikan tersebut, mereka lebih percaya diri untuk menyelesaikan berbagai proyek besar apabila dikerjakan bersama tim. Generasi milenial bisa fokus pada keahliannya masing – masing, kemudian mengkolaborasikan hasil kerjanya. 

Tertarik Pada Pencapaian

Generasi ini terlahir dan dibesarkan oleh orang tua yang mengalami berbagai kesulitan. Kembali ke tahun 80 an, untuk mendapatkan sesuatu sangat sulit sekali, bahkan buku pelajaran dan media belajar harus ditulis atau disalin ulang. 

Didikan orang tua yang memberikan pemahaman bahwa segala sesuatunya sangat sulit diperoleh, membentuk jiwa yang ambisius. Karenanya ketika mendapatkan tantangan, cenderung tertarik serta menyelesaikannya secara optimal. 

Tips Mengelola Karyawan Milenial untuk Menunjang Produktivitasnya

Perbedaan antara karakteristik generasi angkatan kerja milenial dengan boomer tentunya mengharuskan adanya perbedaan pengelolaan. Mulai dari pengondisian lingkungan kerja, penentuan jam kerja, serta tawaran untuk pengembangan kariernya. 

Menggunakan Teknologi Terbarukan

Generasi ini memiliki ketertarikan untuk senantiasa menggunakan atau mengoperasikan berbagai perangkat digital canggih atau terbarukan. Memberikan fasilitas tanpa teknologi mumpuni, biasanya cenderung kurang diminati oleh angkatan kerja milenial. 

Penggunaan teknologinya tidak harus benar – benar terbaru, namun memiliki fasilitas lengkap, membantu berbagai keperluan kerja, serta mudah dioperasikan. Millenial cenderung suka apabila pekerjaannya cepat selesai dengan bantuan berbagai teknologi. 

Memberikan Apresiasi Terhadap Pencapaian

Jiwa ambisius memang membuat angkatan kerja ini sangat produktif serta mau meluangkan waktu dan tenaganya untuk memenuhi tuntutan kerja. Baginya pengalaman dan kesempatan mendapatkan proyek, merupakan bagian dari tantangan yang harus dihadapinya. 

Namun apabila tidak mendapatkan apresiasi yang sesuai dengan hasil kerjanya, antusiasmenya cenderung cepat padam. Untuk meluapkan sisi ambisiusnya, cenderung pergi dan berpindah tempat kerja yang menurutnya dapat memberikan apresiasi terhadap prestasinya. 

Membuat Sistem Kerja Tim

Dalam pembagian kerja, untuk menghasilkan suatu produk, tentunya ada berbagai proses kompleks. Boomers cenderung menganggap hal ini sebagai tantangan, sehingga step by stepnya berusaha untuk dikuasainya. Boomers identik dengan bisa segala hal. 

Namun berbeda ketika mengelola karyawan milenial, memberikan berbagai tugas dengan berbagai jenis tugas, akan membingungkan mereka. Karenanya untuk membentuk produk kompleks, usahakan membuat sistem kerja sama tim. 

Diferensiasi pekerjaan menjadi kunci untuk membangun tim yang solid serta terstruktur. Hasilnya adalah step by step produksinya sangat berkualitas, yang efeknya tentu saja produktivitas dari perusahaan juga meningkat pesat. 

Setiap perusahaan tentunya menginginkan adanya peningkatan produktivitas, salah satunya adalah dari peran karyawannya. Tahun 2021, angkatan kerjanya berupa generasi minelial. Perlu strategi khusus dalam mengelola karyawan milenial. Simak juga ulasan kami mengenai ekspektasi karyawan Gen Z disini.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Codemi Publication

Mengamati perusahaan besar, pasti ada kebijakan bahwa karyawan harus diberikan pelatihan. Baik kepada karyawan yang baru saja selesai mengikuti sel

Codemi Publication

Keterampilan manajemen stress sangat diperlukan oleh semua orang dalam menjalankan keseharian dan rutinitasnya. Stress adalah suatu hal yang sangat