Tips dan Trick Mengatasi Burnout Ketika Menjalankan Aktivitas WFH

Kini, bekerja dari rumah alias WFH menjadi hal lumrah bagi para karyawan selama masa pandemi Covid-19 demi mematuhi protokol kesehatan. Berbagai upaya pun dilakukan agar tetap produktif dan mampu mengerjakan tugas seperti biasanya, termasuk cara mengatasi burnout saat bekerja di rumah. 

Dikutip dari katadata, terdapat 68 persen pekerja mengaku merasa kelelahan mental yang lebih tinggi. Di antara 60 persennya mengaku karena jam kerja mereka bertambah. Hal ini menandakan bahwa tak sedikit pekerja yang mengalami burnout ketika WFH. 

Perbedaan Burnout dan Stres

Secara umum, stres merupakan hasil dari banyaknya tekanan yang menuntut Anda, baik fisik maupun mental. Mereka yang mengalami stres masih bisa membayangkan saat semuanya berhasil diatasi, dirinya akan baik-baik saja. 

Sementara, seseorang yang mengalami burnout akan merasa “tidak cukup”. Timbul rasa lelah secara emosional, merasa hampa, dan seolah yang Anda lakukan tidak ada artinya. 

Seseorang yang mengalami burnout seringkali tak bisa melihat bahwa masih ada sisi positif yang mungkin terjadi dalam pekerjaannya. 

Cara Mengatasi Burnout

Anda mungkin merasa tak ada yang bisa dilakukan ketika mengalami burnout syndrome saat bekerja di rumah (WFH). Namun, sebenarnya terdapat beberapa cara mengatasi burnout yang dapat Anda lakukan, seperti berikut ini. 

Membuat Batasan Jam Bekerja

Cara mengatasi burnout yang pertama adalah dengan membuat jadwal atau batasan jam kerja. Diketahui bahwa WFH dapat menaikkan risiko masalah psikososial. Hal ini karena batas waktu kerja yang tidak jelas. 

Saat melakukan aktivitas di kantor, karyawan akan pulang setelah pekerjaannya telah selesai. Sementara saat WFH, waktu bekerja seakan tidak terkendali. Kondisi karyawan yang dapat dihubungi kapanpun, bahkan di luar jam kerja seperti weekend, sehingga menyebabkan kelelahan.

Sebaiknya, buatlah jadwal dan batasan kerja yang jelas. Hal ini agar kehidupan pekerjaan dan pribadi terpisah. Anda perlu membuat jadwal sehingga mengetahui dengan jelas kapan waktu bekerja dan beristirahat. 

Setidaknya, beri jeda 15-30 menit setiap harinya. Usahakan makan siang Anda jauh dari laptop atau ponsel. 

Bersosialisasi 

Bersosialisasi merupakan cara mengatasi burnout selanjutnya. Bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19 membuat kegiatan di luar rumah menjadi terbatas. Sehingga, Anda tak bisa bertemu dengan teman dan rekan kerja secara langsung. 

Meski begitu, Anda tetap bisa berkirim pesan atau video call sebagai salah satu cara mengatasi burnout. Buat jadwal untuk mengobrol dengan teman setidaknya seminggu sekali. 

Hal ini dapat mengurangi rasa lelah dan penat selama bekerja. Selain itu, Anda juga bisa sharing berbagai masalah dan ide bersama teman. 

Me Time 

Buatlah jadwal untuk “me time” agar pikiran Anda jauh dari stres. Gunakan waktu tersebut untuk beristirahat dan menjauhlah dari pekerjaan. Anda bisa menonton film, tidur, atau melakukan hobi lainnya sebagai cara mengatasi burnout karena WFH. 

Mengubah Pola Pikir 

Bekerja dari rumah memang tak akan bisa semaksimal ketika Anda di kantor. Pasalnya, ketika di rumah, Anda tak bertemu dengan rekan kerja yang bisa berbagi cerita atau bercanda sehingga bisa saja terasa lebih berat. 

Oleh karena itu, ubahlah pola pikir dan memaklumi hal tersebut sehingga Anda dapat mengatasi burnout.

Beritahu Kondisi Kepada Keluarga 

Cara mengatasi burnout yang terakhir adalah dengan memberi tahu kondisi tersebut kepada keluarga. Risiko burnout akan melonjak sangat tinggi ketika Anda mengalami banyak gangguan saat harus bekerja di rumah. 

Oleh karena itu, penting untuk memberitahukan jam kerja Anda pada anggota keluarga lainnya. Hal ini dilakukan agar mereka tidak mengganggu pada saat jam kerja sehingga Anda bisa fokus. 


Bekerja dari rumah alias WFH telah menjadi rutinitas baru bagi sebagian para pekerja saat ini. Namun, mengalami kelelahan hingga burnout juga dapat bahaya bagi kesehatan fisik dan mental. Coba terapkan tips dan trik cara mengatasi burnout di atas untuk menjaga performa kesehatan sekaligus kinerja Anda.

Simak juga ulasan kami sebelumnya mengenai apa itu, serta bagaimana tanda dan gejala burnout di sini

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

1 Comment

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Randi Bouty

    Cara efektif menghentikan sifat menunda-nunda sangat penting untuk dipelajari bagi Anda yang sering menunda-nunda pekerjaan. Sikap menunda-nunda pe

    Randi Bouty

    Sukses berkarir merupakan bagian penting dari perjalanan setiap orang walaupun tanpa gelar sarjana. Akan tetapi untuk mencapai sesuatu yang diingin

    Unduh Codemi Learning Report 2021

    X