Course Review: Tips Berkomunikasi yang Baik dengan Siapa Saja dan Dimana Saja

Materi yang akan saya bahas kali ini mengenai Tips Berkomunikasi yang Baik, dengan siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Hal ini juga senada dengan presenter kenamaan yang bernama Larry King yang menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “talking with anybody, at anytime, anywhere”.

Sebelumnya saya adalah pegawai bank yang telah saya jalani kurang lebih hingga 20 tahun lamanya. Pada suatu kesempatan, saya mengikuti suatu training yang membahas mengenai 7 habits. Dari sanalah mulanya, saya tertarik mengenai bidang pengembangan diri.

Hal ini kemudian berlanjut ketika saya mulai bergabung bersama sebuah konsultan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga kini. Dimana dengan bergabung bersama konsultan tersebut, akhirnya menyadarkan saya bahwa passion saya ternyata berkaitan dengan bidang pengembangan SDM.

Saya rasa, course ini sangat cocok bagi pemula maupun fresh graduate yang mulai bekerja. Baik itu sebagai public relation, trainer, maupun salesman. Dimana sejumlah pekerjaan tersebut menuntut Anda untuk bisa berkomunikasi. Baik itu secara personal, sosial, maupun profesional. Saya Reza Soedomo, ikuti kelas saya di Codemi Learning Hub.

Kita Harus Bicara

Sebagaimana diketahui, salah satu hal yang membedakan antara manusia dan makhluk lainnya yaitu bahwa manusia memiliki kemampuan untuk berbicara. Dimana sebagai manusia normal, biasanya setiap manusia memiliki kemampuan untuk berbicara hingga 18 ribu kata per hari. Dengan kata lain, setiap manusia memiliki kemampuan berbicara, yang mana hal ini menjadi dasar utama untuk melakukan komunikasi. Baik itu secara personal, maupun sosial.

1. Peran Berbicara dalam Kehidupan

Dengan kemampuan untuk berbicara tersebut, memungkinkan manusia bisa berkomunikasi dengan baik. Dengan alasan itu pula, maka bisa dikatakan bahwa berbicara memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan.

Bukan hanya itu saja, ada juga beberapa orang yang cenderung menyukai aktivitas berbicara ini, dan bahkan sebagian diantaranya telah memilih aktivitas berbicara ini sebagai profesi yang dijalaninya. Salah satu contohnya yaitu profesi sebagai pembicara. Dimana seseorang yang menjalankan profesi ini dituntut untuk memiliki kemampuan berbicara dengan baik.

2. Mengapa Kita Harus Berbicara

Setiap manusia pastinya memiliki sebuah keinginan, ide, dan juga kemampuan dalam menangkap hal-hal (sinyal) yang diberikan padanya. Dimana dengan kemampuan menangkap sinyal tersebut, menuntut setiap orang untuk memberikan tanggapan dan feedback dari apa yang diterimanya. Disinilah sebenarnya kemampuan berbicara sangat diperlukan.

Bukan hanya untuk mengemukakan ide saja, kemampuan berbicara juga sangat diperlukan bilamana Anda merasa bahwa ide yang dikemukakan orang lain, ternyata membutuhkan perbaikan ataupun usulan tertentu. Jika Anda tidak memiliki kemampuan berbicara yang baik, maka usulan Anda tersebut tidak bisa dikemukakan dengan tepat.

Alasan lainnya mengapa kita harus berbicara yaitu untuk menunjukkan ketidaknyamanan dan ketidaksukaan Anda atas semua yang terjadi. Di sisi lain, kemampuan berbicara ini bisa dikatakan sebagai kunci kesuksesan.

Hal ini dikarenakan, hampir semua orang sukses adalah seseorang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan berbicara yang tepat. Meskipun memang, tidak semua orang yang pandai berbicara adalah orang sukses, namun bisa dipastikan, setiap orang sukses pastinya memiliki kemampuan berbicara dengan sangat baik. Meskipun demikian, orang sukses tidak hanya memiliki kemampuan berbicara saja, namun mereka juga biasanya merupakan seorang pendengar yang baik.

Prinsip Dasar untuk Menjadi Pembicara: Kunci Sukses Bicara

Dalam kelas Tips Berkomunikasi yang Baik, disadari atau tidak, ada orang-orang yang memiliki bakat berbicara dari lahir, namun ada juga yang memang tidak memiliki bakat seperti itu. Meskipun demikian, Anda tidak perlu berkecil hati, bilamana Anda tidak memiliki bakat tersebut. 

Karena faktanya, setiap orang yang memiliki bakat untuk berbicara juga ternyata membutuhkan persiapan dan juga latihan untuk mengasah kemampuan/bakatnya tersebut. Dengan kata lain, siapapun bisa menjadi pembicara yang sukses, asalkan mereka mengetahui kunci sukses dari aktivitas berbicara tersebut, yang tak lain adalah:

  • Tentukan tujuan akhir dari aktivitas berbicara tersebut. Dalam arti, apakah Anda menjadi pembicara hanya di event tersebut saja, ataukah akan berlanjut di event-event yang lainnya
  • Menentukan dan menemukan keinginan yang kuat
  • Menentukan sikap yang benar dalam berbicara

Berbicara Empat Mata

Setelah melakukan sejumlah latihan, maka kini tiba saatnya bagi kita untuk mempraktekkannya, yang dilakukan untuk mengetahui respon orang lain, yang mungkin saja akan memberikan respon yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Tips Berkomunikasi yang Baik yang saya saranka, sebelum Anda memulai pembicaraan di depan banyak orang, maka Anda bisa melakukannya terlebih dahulu secara empat mata. Baik itu bersama teman Anda, saudara, ayah-ibu, anak Anda, maupun pasangan Anda.

Setidaknya ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan dalam melakukan pembicaraan empat mata ini. Diantaranya:

1. Membuat Mitra Bicara Merasa Nyaman

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan saat mengajak orang lain untuk berbicara 4 mata yaitu membuat mitra bicara Anda merasa nyaman. Dimana hal tersebut hanya bisa dicapai jika Anda merasa nyaman terlebih dahulu.

Sehingga nantinya, mitra bicara kita akan menilai bahwa Anda menikmati pembicaraan tersebut, yang mana nantinya akan membuat mereka juga menikmati pembicaraan yang dilakukan bersama Anda. Dengan demikian, mitra bicara Anda pun akan merasa nyaman dengan pembicaraan 4 mata yang dilakukan bersama Anda.

2. Membuka Pembicaraan

Langkah lainnya yang perlu kita lakukan dalam melakukan percakapan 4 mata yaitu membuka pembicaraan. Dalam sebuah anekdot di Amerika Serikat menyebutkan bahwa jika ada 2 pilihan yang harus Anda pilih, yang mana pilihan pertama adalah lompat dari lantai 3, sementara pilihan kedua adalah memulai pembicaraan dengan orang yang baru saja Anda kenal, mana yang akan Anda pilih?

Faktanya, sebagian besar orang lebih memilih pilihan pertama. Hal ini dikarenakan, meskipun hal tersebut hanyalah sebuah gurauan semata, namun nyatanya, memulai pembicaraan dengan orang yang baru saja kita kenal, bisa dikatakan jauh lebih sulit dan mengerikan, ketimbang harus lompat dari lantai 3.

Oleh karena itulah, kita perlu memahami tujuan akhir dari pembicaraan yang akan dilakukan, sebelum akhirnya Anda memulai suatu pembicaraan. Dalam arti, apakah Anda melakukan pembicaraan tersebut hanya sebagai ice breaker (pemecah kebuntuan) saja, ataukah untuk menjalin hubungan jangka panjang.

Dengan menentukan tujuan akhir tersebut, maka Anda bisa memulai untuk membuka pembicaraan. Dimana hal ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam berbicara dan menjadi seorang pembicara nantinya.

3. Mendengarkan

Selain dituntut untuk memiliki kemampuan untuk berbicara, seorang pembicara juga dituntut untuk bisa mendengarkan dengan baik. Dimana mendengarkan ini bukanlah dilakukan untuk menyiapkan jawaban ataupun hendak memberikan evaluasi. Namun mendengarkan yang dimaksud disini yaitu dimana pembicara tersebut akan mendengarkan orang lain, dengan tujuan untuk memahami orang tersebut.

4. Bahasa Tubuh dan Kontak Mata

Selain kata-kata, bahasa tubuh dan kontak mata merupakan hal lainnya yang bisa memuat proses berbicara menjadi lebih efektif. Bahkan dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa kesuksesan dari sebuah komunikasi dan pembicaraan, 55% diantaranya ditentukan oleh bahasa tubuh dan juga kontak mata. Barulah sisanya ditentukan oleh kata-kata. Dengan demikian, bisa disimpulkan, bahwa peran dari bahasa tubuh dan kontak mata ini jauh lebih besar dari sekedar kata-kata.

Berbicara di Lingkungan Sosial

Jika dalam pembahasan Tips Berkomunikasi yang Baik sebelumnya kita membahas mengenai cara berbicara empat mata, maka dalam pembahasan ini, kita akan membahas mengenai berbicara di lingkungan sosial. Bisa dibilang, berbicara empat mata ternyata jauh lebih sulit, jika dibandingkan dengan berbicara di lingkungan sosial.

Dengan demikian, setelah Anda bisa berbicara empat mata, maka seharusnya berbicara di lingkungan sosial/di depan publik ini menjadi hal yang mudah dilakukan. Namun faktanya memang tidak demikian.

Banyak orang yang masih belum berani untuk berbicara di lingkungan sosial, dan memulai pembicaraan untuk menjadi pemecah kebuntuan (ice breaking). Terutama bagi orang-orang yang baru saja kita kenal. 

Meskipun demikian, ada beberapa Tips Berkomunikasi yang Baik yang perlu Anda lakukan untuk memulai percakapan sebagai ice breaking ini. Diantaranya:

1. Cari Persamaan

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan dalam memulai sebuah percakapan yang baru yaitu dengan mencari persamaan. Hal ini bisa Anda lakukan dalam memulai percakapan dalam acara-acara seperti acara pernikahan misalnya.

Dimana Anda bisa mencari persamaan dengan lawan bicara ini, sebagai dasar/bekal dalam memulai pembicaraan, dengan mencari persamaan yang berkaitan dengan:

  • Lokasi tempat tinggal
  • Latar belakang
  • Hobi
  • Jenis pakaian yang dipakai
  • Universitas tempat kuliah dulu, dan 
  • Melalui hal-hal yang pernah dilalui ataupun dirasakan. Misalnya saat sakit, dan yang lainnya

2. Dengarkan

Dalam memulai sebuah pembicaraan dengan orang lain, misalnya dalam acara pernikahan, seminar, maupun yang lainnya, seringkali orang akan mulai berbicara tanpa henti, dengan sebelumnya mencari persamaan antara dirinya dengan lawan bicaranya. Meskipun mungkin hal ini bukanlah waktu yang tepat, atau memang tidak diinginkan oleh lawan bicara kita.

Dengan kata lain, selain berbicara, Anda juga perlu mendengarkan orang lain juga. Sehingga nantinya, Anda bisa memahami lawan bicara kita. Dari penjelasan diatas bisa diketahui, bahwa berbicara saja ternyata tidaklah cukup. Namun seorang pembicara juga hendaknya memiliki kemampuan untuk mendengarkan, selain kemampuan berbicara itu sendiri.

3. Jangan Hentikan Pembicaraan

Jika dalam pembahasan sebelumnya kita membahas mengenai cara memulai pembicaraan, maka saat kita mulai berbicara dengan orang lain, ada kalanya, kita merasa bahwa kita perlu mengakhiri pembicaraan. Sebagaimana diketahui, tujuan dari berkomunikasi adalah membangun kepercayaan dari orang lain.

Dengan kata lain, saat Anda berbicara, Anda harus mencari cara untuk membuat lawan bicara Anda bisa percaya pada Anda. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menghentikan pembicaraan, saat lawan bicara kita tengah berbicara? Ada 2 tips yang bisa Anda lakukan. Diantaranya:

  • Jangan pernah menghentikan pembicaraan. Karena dengan begitu, kita akan melukai hati dari lawan bicara kita. Untuk itu, pastikan dahulu bahwa lawan bicara kita telah berhenti berbicara, barulah kita menyudahi pembicaraan tersebut
  • Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan. Dengan kata lain, Anda perlu memahami bahwa jika Anda memotong pembicaraan orang lain, hal itu sama artinya jika orang lain yang memotong pembicaraan Anda. Pastinya Anda akan merasa sakit hati, bukan? Oleh karena itu, pastikan Anda menemukan momen yang tepat, khususnya saat lawan bicara kita mulai berhenti berbicara, maka Anda bisa mengucapkan kata-kata yang memiliki makna bahwa Anda menyudahi pembicaraan tersebut.

4. Bergerak

Pada umumnya, dalam setiap acara, baik itu acara pernikahan maupun seminar, kita pastinya hanya akan bergabung dengan orang-orang yang kita kenal saja. Hal ini wajar saja terjadi, karena memang berkumpul dengan orang-orang yang kita kenal ini memungkinkan kita bisa melakukan pembicaraan dengan mudah. 

Karena memang kita telah mengetahui karakter mereka, dan kita juga bisa mengetahui letak persamaan antara kita pribadi dengan orang-orang yang kita kenal tersebut. Namun masalahnya adalah, saat kita cenderung untuk bergabung dengan orang-orang yang kita kenal saja, justru hal tersebut membuat kita menjadi menutup diri, dan cenderung tidak ingin mengenal orang-orang yang baru.

Anda dapat simak lebih lengkap di kelas Tips Berkomunikasi yang Baik, hanya di Codemi Learning Hub.

Berbicara di Depan Publik

Tips Berkomunikasi yang Baik selanjutnya yaitu, saat Anda diminta untuk berbicara di depan publik, baik itu sebagai pembicara, trainer, maupun hanya sebagai mc saja, Anda perlu melakukan 2 hal berikut ini. Diantaranya:

1. Kenali Audiens

Untuk melakukan pembicaraan di depan publik, hal pertama yang perlu Anda lakukan yaitu dengan mengenali audiens Anda. Baik itu dari segi pendidikan, latar belakang, atau bila perlu, Anda bisa mengenali audiens tersebut dari latar belakang keluarganya.

Hal ini dilakukan karena kita tidak bisa mengenal audiens hanya dari satu sisi saja. Misalnya, jika audiens Anda merupakan fresh graduate, dan Anda hanya berpikir bahwa kalangan tersebut merupakan pemula, yang hanya paham mengenai teori saja. 

Maka Anda sebenarnya belum mengenali audiens Anda dengan baik. Karena ada kalanya, seorang fresh graduate adalah orang yang berpikiran luas, muda, dan proaktif, serta tidak hanya sekedar mengandalkan teori saja.

2. Buat Jadi Sederhana

Hal lainnya yang perlu dilakukan oleh seorang pembicara saat melakukan pembicaraan empat mata maupun di depan publik yaitu membuat semuanya menjadi lebih sederhana (keep simple). Anda dapat simak lebih lengkap di kelas Tips Berkomunikasi yang Baik, hanya di Codemi Learning Hub.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Kezia Amalia

Materi kali ini membahas mengenai persiapan untuk menjadi pemimpin (leader), Siapkah Anda Menjadi Pemimpin. Pelatihan atau training menuntut kita u

Kezia Amalia

Materi yang akan saya bahas kali ini mengenai Mengembangkan Mindset Bisnis dengan Business Acumen. Dimana materi tersebut akan membahas mengenai pe