LMS

Teori-Teori untuk Program Pelatihan Karyawan

Ketika menyusun program pelatihan karyawan, ada banyak teori yang perlu Anda pelajari untuk menyusun materi. Anda perlu membaca ratusan halaman jurnal atau buku. Setelah itu, Anda juga perlu menyeleksi ratusan teori dan memilih teori mana yang paling tepat untuk diterapkan.

Untuk membantu Anda mengehemat waktu, berikut kami rangkumkan 3 teori penting mengenai pembelajaran:

Andragogy

Andragogy adalah teori yang dicetuskan oleh Malcolm Knowles pada tahun 1970. Dahulu teori untuk menyokong pembelajaran hanya dikembangkan pada anak-anak atau hewan. Lama-kelamaan dikembangkan pula teori yang membahas bagaimana orang dewasa belajar. Teori ini disebut dengan andragogy.

Pada dasarnya teori ini percaya bahwa setiap orang dewasa sudah memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk belajar sendiri. Orang dewasa lebih banyak belajar melalui masalah yang dihadapi dan pengalaman.

Maka dari itu, dalam menyusun program pelatihan karyawan, sebaiknya memberikan materi yang berkaitan langsung dengan pengalaman sehari-hari. Selain itu, Anda juga bisa memberikan materi berupa studi kasus.

Social Theories of Learning

Teori ini adalah teori yang berkembang di tahun 90an. Konsep mengenai teori ini pertama kali dicetuskan Etienne Wenger. Teori memiliki asumsi bahwa orang dewasa belajar melalui aktivitas sosial. Teori ini juga menekankan pentingnya komunitas untuk mendukung orang dewasa belajar.

Dari teori ini, penerapan yang bisa diterapkan dalam pelatihan adalah pentingnya interaksi. Dalam pelatihan sebaiknya dibuat sesi diskusi dan sesi dimana karyawan bisa saling bertukar pikiran dengan koleganya.

Self-Directed Learning Theory

Mirip dengan andragogy, teori ini percaya bahwa orang dewasa mampu untuk belajar secara mandiri. Orang dewasa seharusnya memiliki inisiatif untuk berkembang. Mereka pun dapat ‘menuntun’ dirinya sendiri dalam belajar. Namun, setiap orang dewasa memiliki tingkat konsentrasi dan motivasi yang berbeda-beda.

Pada program pengembangan dan pelatihan, perlu ada standarisasi. Oleh karena itu, evaluasi perkembangan, tes, monitor tetap perlu dilakukan.

Saat materi siap, Anda bisa mulai menyiapkan LMS. Pastikan LMS yang Anda siapkan dapat mendukung penerapan teori yang Anda pilih. Jika materi dan LMS sudah sejalan maka Anda bisa segera memulai pelatihan.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Admin Codemi

Codemi Learning adalah platform manajemen pembelajaran berbasis cloud, sehingga memungkinkan perusahaan mengembangkan materi pelatihan untuk karyaw

Eunike Karen

Apakah saat ini perusahaan Anda menggunakan cloud-based LMS atau on-premise LMS? Sebenarnya menggunakan LMS dengan sistem cloud lebih menguntungkan