Inilah Strategi Rekrutmen untuk Berbagai Generasi Pekerja

Strategi rekrutmen untuk berbagai generasi sangat diperlukan saat Anda sedang mencari karyawan. Sebab, setiap generasi memiliki karakteristiknya masing-masing yang tidak boleh disamakan.

Strategi rekrutmen merupakan konsep yang harus dimiliki perusahaan terkait dengan pembukaan lowongan pekerjaan. Cangkupan strategi ini cukup luas, mulai dari cara menarik pelamar hingga bagaimana cara mendapatkan kandidat yang sesuai.

Pada beberapa bidang pekerjaan memerlukan kandidat dari generasi tertentu. Alasannya adalah karena dianggap lebih mumpuni. Sehingga, perusahan harus memiliki strategi rekrutmen untuk berbagai generasi.

Dengan demikian, lowongan pekerjaan bisa sesuai sasaran. Mungkin di antara Anda masih ada yang merasa bingung mengenai apa yang dimaksud dengan generasi dan bagaimana strategi rekrutmennya. Pada artikel kali ini kami akan menjelaskannya secara detail untuk Anda.

Apa Saja Generasi Pekerja yang Masih Produktif?

Inilah Strategi Rekrutmen untuk Berbagai Generasi Pekerja

Sebelum membahas mengenai strategi rekrutmen untuk berbagai generasi, kami akan membahas mengenai macam-macam generasinya dahulu. Sebab, masih banyak orang yang belu memahami makna dan pembagiannya.

Istilah generasi sebenarnya digunakan untuk mengelompokkan orang yang lahir pada rentang waktu tertentu. Tidak hanya itu, rentang waktu ini juga memiliki kondisi lingkungan yang sama.

Dengan demikian, mereka dapat memahami perkembangan manusia pada jamannya. Dalam urusan pekerjaan, ada beberapa generasi yang masih produktif hingga saat ini. Di antaranya adalah:

  1. Baby boomers lahir pada tahun 1946 – 1964, kelompok terakhir generasi ini berusia sekitar 58 hingga 60 tahun. Pada usia tersebut, beberapa orang masih aktif bekerja di berbagai bidang.
  2. Generasi X lahir pada tahun 1965 – 1980, usianya sekitar 57 hingga 42 tahun. Banyak dari generasi ini masih aktif bekerja. Strategi rekrutmen untuk berbagai generasi satu ini tentu berbeda dari baby boomers.
  3. Generasi Y lahir pada tahun 1981 – 1995, generasi ini disebut sebagai millenial yang semua rentang usianya masuk dalam kategori produktif. Generasi ini merasakan perubahan teknologi dan ekonomi sangat signifikan.
  4. Gen Z lahir pada tahun 1996 – 2010, kelompok awal generasi ini sudah produktif bekerja sedangkan lainnya masih bersekolah. Generasi ini sudah dimudahkan oleh berbagai kemajuan teknologi, fasilitas, dan kestabilan ekonomi.

Strategi Rekrutmen untuk Berbagai Generasi pekerja 

Setelah mengetahui berbagai pengelompokkan generasi, tentu Anda sadar bahwa terdapat rentang usia yang cukup signifikan. Oleh sebab itu, mereka memiliki karakter dan pandangan hidup berbeda, termasuk dalam pekerjaan.

Sebagai perusahaan yang memerlukan generasi tertentu, pastikan Anda melakukan rekrutmen sesuai dengan karakternya tersebut. Berikut ini, kami sudah merangkum strateginya untuk Anda:

1. Strategi Rekrutmen Generasi Baby Boomer

Baby boomer merupakan generasi tertua di antara yang lainnya. Karena faktor usia, karakter dari generasi ini adalah menyukai pekerjaan fleksibel, remote work atau bekerja di rumah, dan benefit mumpuni.

Baca: Cara Membangun Lingkungan Kantor Antar Generasi yang Harmonis

Jadi strategi rekrutmen untuk berbagai generasi baby boomer adalah tidak memberikan pekerjaan dengan intensitas tinggi dan mengharuskan mereka banyak beraktivitas. Jika begitu, mereka tidak akan tertarik.

2. Strategi Rekrutmen Generasi X

Generasi X sudah memiliki banyak pengalaman dalam berkarir, mengingat usianya memang sudah matang. Dengan begitu, mereka bisa beradaptasi dengan cepat terhadap berbagai kondisi pekerjaan.

Untuk merekrut generasi ini, Anda harus menyesuaikan karakteristiknya. Di antaranya adalah menghargai pengalamannya, pekerjaan yang seimbang dengan kehidupan lainnya, melakukan komunikasi dan jujur.

3. Strategi Rekrutmen Generasi Millenial

Generasi millenial atau generasi Y memiliki fokus pada teamwork dan mengintegrasikan pekerjaannya dengan gaya hidup. Millenial termasuk yang paling produktif saat ini, sehingga Anda lebih mudah merekrutnya.

Baca: Cara Memimpin Generasi Milenial di Era Milenialdswd

Strategi rekrutmen untuk berbagai generasi millenial adalah dengan menonjolkan kultur kolaboratif, mengecek kemampuan mereka dalam kerja sama dan individual. Selain itu, buat waktu kerja yang fleksibel.

Selain itu, sediakan teknologi untuk mereka dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sebab, mayoritas generasi ini lebih menyukai pekerjaan yang melibatkan teknologi.

4. Strategi Rekrutmen Generasi Z

Generasi Z merupakan generasi saat ini yang familiar dengan berbagai kemajuan ekonomi dan teknologi. Sebagian besar mereka juga berpartisipasi dalam gig economy dan lebih mementingkan makna pekerjaannya.

Untuk merekrut generasi ini pastikan perusahaan membuat kultur yang terus berkembang. Selain itu, manfaatkan website dan sosial media untuk menarik perhatian generasi Z agar mau melamar ke perusahaan Anda.

Setiap generasi pekerja memiliki karakteristiknya masing-masing. Sehingga untuk merekrut salah satu generasi atau beberapa generasi, Anda perlu strategi rekrutmen untuk berbagai generasi.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

Workaholic yang Malas. Content Writer & Seo Specialist.

1 Comment

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Codemi Publication

    Sebagai industri yang berhubungan manusia HR pastinya menjadi industri yang sangat dinamis dan terus menghadirkan tren HR terbaru setiap harinya. M

    Codemi Publication

    Perkembangan karyawan pada dasarnya merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam usaha untuk mendukung tumbuh kembang bisnis. Hal ini di

    Unduh Codemi Learning Report 2021

    X