Yang Tidak Boleh Ditanyakan HRD Saat Interview

Wawancara yang dilakukan perusahaan sewajarnya menjadi momen yang tepat untuk mempertemukan kandidat dan juga pihak dari perusahaan yakni rekruiter. Tidak hanya dari kandidat, persiapan yang matang tentunya harus dilakukan oleh para HRD. Ada beberapa pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan saat interview akan dibahas disini. Maka dari itu, hal ini sudah semestinya menjadi perhatian utama para HRD ketika interview berlangsung. HRD tidak sewajarnya memberikan pertanyaan diluar topik terlebih ke ranah personal kandidat yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang dilamar.

Berikut ini merupakan pertanyaan yang sekiranya tidak ditanyakan seorang HRD ketika interview berlangsung:

Orientasi Seksual

Secara tidak langsung dan tanpa disadari, ketika pertanyaan telah merujuk pada orientasi seksual menjadikan pertanyaan tersebut bukan lagi pertimbangan untuk seseorang di kualifikasi untuk pekerjaan yang didaftarkan, namun menjadi pelecehan verbal untuk para kandidat. Orientasi seksual tidak memiliki pengaruh terhadap performa dan kinerja pekerjaan seseorang. Jadi pertanyaan ini dianggap kurang etis dan sopan untuk ditanyakan kepada kandidat saat interview.

Isu SARA

Isu SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan) menjadi isu yang sensitif untuk ditanyakan ketika interview. Pertanyaan ini merujuk ke diskriminasi ketika ditanyakan, terlebih lagi sama seperti orientasi seksual, SARA tentunya tidak menjadi pengaruh ketika kandidat telah diterima dan bekerja di perusahaan tersebut. Apapun suku, ras, hingga agamanya tidak menjadikan kandidat menjadi tidak profesional. Jadi profesionalisme tidak dinilai oleh SARA yang telah dianut dan melekat pada seseorang. Perusahaan juga harus mengutamakan adanya toleransi untuk menjaga keberagaman yang ada dan tidak membeda-bedakan satu dan lainnya.

Pandangan Politik

Pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan saat interview lainnya adalah pandangan politik. Politik juga menjadi salah satu hal yang telah dipilih oleh seseorang karena banyak faktor dan pertimbangan yang ada. Pilihan politik menjadi rawan untuk dibincangkan apalagi hal tersebut dapat memicu adanya perpecahan yang terjadi di dalam perusahaan. Maka dari itu, mulai dari tahap wawancara, pertanyaan ini tidak seharusnya ada sehingga topik ini tidak dibawa hingga ke ranah pekerjaan. Lagi-lagi, pilihan politik seseorang yang berbeda satu sama lain tidak menjamin adanya unsur-unsur yang membuat seseorang menjadi tidak profesional di dunia kerja.

Kondisi Finansial

Kondisi finansial menjadi salah satu pertanyaan yang terlihat memiliki hubungan dengan wawancara pekerjaan. Namun nyatanya, pertanyaan tersebut malah menjadi pertanyaan yang sensitif bagi sebagian orang dan tidak relevan. Pertanyaan ini juga dapat menyakiti hati kandidat dan menjadikan kandidat tidak tertarik dengan pekerjaan dan perusahaan yang mereka lamar. Kandidat juga dapat memiliki prasangka buruk ketika HRD mempertanyakan hal tersebut karena tidak ada korelasinya terhadap profesionalitas pekerjaan yang telah dilamar.

Status Hubungan

Status pernikahan maupun belum sewajarnya tidak ditanyakan pada saat wawancara. Meski dalam beberapa kasus memang terdapat perusahaan yang memberikan kualifikasi berupa kandidat yang tidak memiliki status pernikahan hingga jangka waktu yang telah ditentukan. Namun tetap saja pertanyaan ini dapat mengarah ke tindak diskriminasi pada lingkungan kerja dan status hubungan tidak memiliki hubungan dengan kemampuan dan kompetensi seorang kandidat.

Dengan begitu tidak hanya kandidat saja yang harus mempersiapkan wawancara dengan matang, namun juga para HRD atau rekruiter semestinya ikut andil dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memiliki relevansi pada pekerjaan yang dilamar. HRD juga harus menghindari pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya dapat menyinggung seseorang. Apalagi ketika pertanyaan yang diberikan sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan. Maka dengan demikian pertanyaan yang harus dihindari tentunya yang telah memasuki ranah pribadi seseorang seperti lima hal yang telah dipaparkan.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang Human Resources atau pelatihan karyawan, temukan disini.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Sebagai pemimpin, kemampuan membentuk program kompensasi termasuk penting, terutama telah menjadi skill yang harus dikuasai sejak dulu. Apalagi ber

Perusahaan yang mengetahui manfaat agile leadership terbilang telah dalam jalur baik. Terutama disebabkan telah menjadi teknik dan strategi kepemim

Unduh Codemi Learning Report 2021

X