100 Performance Metrics untuk Tinjauan Kinerja yang Efektif

Berpedoman pada 100 Performance Metrics untuk tingkatkan tinjauan kinerja yang efektif ialah pilihan terbaik. Performance Metrics dalam pekerjaan dipakai untuk menentukan kualitas kinerja karyawan. 

Dengan berpedoman pada 100 poin penilaian itu, karyawan dapat berkembang. Dari 100 poin yang ada, setiap faktor akan disesuaikan dengan kategori berbeda. 

Contoh seperti faktor kehadiran karyawan, performa karyawan, komunikasi saat bekerja dan lain sebagainya. Berbagai pedoman penilaian jadi fokus utama pengembangan karier pekerja ke depannya.

100 Performance Metrics dari 13 Kategori Penilaian

Mengembangkan skill dan karakter tentu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Proses butuh waktu dan kedisiplinan menghasilkan pekerja dengan kinerja yang optimal. Di bawah ini terdapat 100 peningkatan karakter sesuai kategorinya untuk tinjauan kinerja yang efektif.

1. Produktivitas dan Produksi

Salah satu kategori penilaian yaitu produktivitas dan produksi sudah sering digunakan untuk menilai performa karyawan. Produktivitas dipengaruhi oleh keefektivitasan kinerja karyawan. Berikut 5 poin penilaian produktivitas dari total 100 Performance Metrics yang tersedia.

  • Pengiriman barang C dari target Y ke Z tepat waktu
  • Pencapaian produksi X%
  • Performa kinerja karyawan yang konsisten dari bulan X
  • Total kontribusi dari pendapatan keseluruhan
  • Peningkatan produktivitas setelah perbaikan proses diperkenalkan

2. Kualitas

Dalam bisnis, kualitas mendefinisikan hasil kerja baik produk atau layanan jasa. Manajer bisa mengatur karyawannya untuk meningkatkan kinerja jika kualitasnya kurang baik. Anda perlu melihat keempat poin di bawah yang dipakai untuk bahan diskusi penilaian kualitas.

  • Total skor peningkatan kualitas dari X% ke Y%
  • Pencapaian dari kualitas yang ditingkatkan
  • Eskalasi yang ditangani dalam waktu tertentu
  • Penerapan dan pemeliharaan SOP secara detail

Baca Juga: Memahami Key Performance Indicator (KPI)

3. Kehadiran

Selanjutnya, mengelola kehadiran karyawan jadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pada saat perusahaan menjalankan proyek, kehadiran akan mempengaruhi produktivitas kerja. Di bawah ini 4 poin kehadiran yang bisa diambil dari 100 Performance Metrics Kinerja.

  • Kepatuhan waktu shift dari daftar di angka X%
  • Ketepatan waktu yang dianjurkan
  • Menjaga keseimbangan waktu kerja dan istirahat
  • Perencanaan jadwal kerja efektif

4. Pengiriman

Masalah pengiriman berhubungan dengan efektivitas pekerjaan di bidang layanan. Penilaian bisa dilakukan dengan survei kepuasan, pengukuran efektivitas kinerja dan manajemen kerja di lapangan. Pengiriman dapat dinilai juga dengan menyesuaikan poin-poin berikut.

  • Menyelesaikan tugas dalam waktu yang diberikan
  • Kualitas pengiriman terjaga dengan baik
  • Menunjukkan kinerja sesama tim secara optimal
  • Penanganan pengiriman yang baik

5. Program/ Proyek Manajemen

Untuk program, perusahaan dapat memantau proyek yang sedang dikerjakan. Penilaian bisa meliputi kualitas, jadwal, hasil, efektivitas dan tingkat keamanan. Berdasarkan data tersebut, kita bisa menyimpulkan 17 poin dari 100 Performance Metrics yang perlu diketahui.

  • Menampilkan kontrol yang jelas dari keseluruhan proyek
  • Melatih kendali penuh pada proyek
  • Merencanakan dan melaksanakan progres dengan sangat baik
  • Menjalankan proyek dengan jadwal yang jelas
  • Mendokumentasikan proses secara menyeluruh
  • Menampilkan pengambilan keputusan yang baik di setiap progres
  • Memiliki komunikasi yang tegas pada klien sesuai jadwalnya
  • Menerima umpan balik klien secara mudah
  • Pintar dalam berkolaborasi dengan tim utama dan tim tambahan
  • Pertahankan waktu berkomunikasi antar anggota tim untuk kontrol progres proyek
  • Temukan cara inovatif untuk selesaikan masalah pelanggan
  • Sampaikan solusi yang bisa diterapkan oleh klien
  • Bekerja rajin dengan memanajemen tim, mengelola informasi, alat, dll
  • Negosiasi dibutuhkan untuk mempertahankan hubungan antar klien
  • Fokus pada tujuan utama pengerjaan proyek
  • Ciptakan komunikasi yang efektif antar tim
  • Berikan umpan balik secara langsung untuk meningkatkan kinerja tim

6. Komunikasi

Cara karyawan bekerja secara efektif adalah dengan komunikasi langsung ke sasaran utama. Tanpa berbasa-basi, karyawan bisa berkomunikasi efektif untuk meningkatkan produktivitas. Berdasarkan 100 Performance Metrics, berikut poin utama dalam berkomunikasi.

  • Komunikasikan inti masalah
  • Tingkatkan efektivitas dengan komunikasi transparan
  • Fasilitasi alat komunikasi antar tim dan pemimpin
  • Kelola informasi tepat waktu dengan menyesuaikan jadwal
  • Diskusikan dokumen secara rinci
  • Lakukan brainstorming dan berbagai ide dalam tim
  • Gunakan berbagai macam jalur komunikasi secara optimal

Baca Juga: Strategi Komunikasi untuk Tingkatkan Performance Karyawan

7. Waktu

Lalu ada waktu yang harus dioptimalkan untuk meningkatkan kinerja efektif. Mulai dari rapat, komunikasi antar klien, penyampaian laporan pada petinggi dan tanggung jawab lainnya. Di bawah ini Anda bisa lihat cara meningkatkan efektivitas waktu saat bekerja.

  • Fokus pada jadwal
  • Konsisten pengiriman tepat waktu
  • Hargai waktu orang lain
  • Pertahankan jadwal
  • Memanfaatkan waktu secara optimal
  • Prioritaskan tugas terlebih dulu
  • Ciptakan jadwal kerja berdasarkan tanggung jawabnya

8. Kredibilitas

Satu hal yang paling utama dalam meningkatkan tingkat kepercayaan adalah kredibilitas. Saat karyawan dapat dipercaya, kinerja dan komunikasi dijamin semakin efektif. Di sisi lain, klien juga akan menerima dampaknya ketika kredibilitas berikut diterapkan.

  • Perlihatkan kualitas dengan bukti nyata
  • Bekerja dengan integritas dan disiplin
  • Perkuat hubungan dengan klien dan petinggi perusahaan
  1. Kepemimpinan dan Manajemen Karyawan

100 Performance Metrics ini pada dasarnya berlaku untuk karyawan di tingkat supervisor ke atas. Pemimpin harus punya pedoman untuk menciptakan suasana yang baik bagi bawahan. Berikut beberapa poin penting sebagai pemimpin saat memanajemen karyawan.

  • Memimpin dengan contoh baik
  • Bimbing anggota tim dengan fokus
  • Perhatikan keseimbangan antara tim dan progres
  • Beri dukungan bawahan agar belajar berinisiatif
  • Menjadi pelatih, penasehat dan mentor
  • Pertahankan ketenangan dalam situasi kritis
  • Terlibat dalam pengambilan keputusan kolektif
  • Bangun hubungan kerja yang sehat
  • Dorong minat kerja bawahan
  • Ciptakan pola pikir yang sejalan dengan tujuan
  • Tampilkan nilai perusahaan dalam tindakan
  • Susun strategi dan susun ulang jika kurang memuaskan
  • Mengakui upaya dan jasa karyawan
  • Beri penghargaan sesuai dengan hasilnya
  • Rancang alur pertumbuhan anggota tim
  • Delegasikan secara efektif 
  • Memanfaatkan kekuatan anggota individu
  • Bagikan kredit dengan anggota tim
  • Aktif berkomunikasi saat kondisi kritis
  • Promosikan kesenangan di tempat kerja

10. Inovasi

Kinerja efektif juga perlu inovasi untuk menjalankan tim dengan baik. Sesuai dengan data 100 Performance Metrics, inovasi diciptakan untuk tetap relevan, responsif dan cepat di setiap kondisi. Di bawah ada beberapa poin yang didapat saat menjalankan inovasi.

  • Fokus menemukan inovasi pemecah masalah
  • Pendekatan dilakukan di area tertentu
  • Ciptakan cara cerdas menanggapi klien
  • Dorong pemikiran inovatif anggota tim
  • Ciptakan kesadaran seputar inovasi dan keselarasan
  • Buat inovasi dalam berbagai portal

11. Pengalaman Pribadi

Pekerja yang independen akan memiliki kekuatan diatas anggota tim lainnya. Di sisi lain, hal ini juga membantu seseorang untuk menemukan masalah pokok karyawan bawahannya. Dari beberapa poin yang ada, Anda bisa lihat bukti pengalaman bantu pemikiran efektif di sini.

  • Selesaikan X% dari target pembelajaran
  • Promosi budaya belajar
  • Ambil inisiatif saat bekerja
  • Selesaikan tanggung jawab tambahan yang diberikan
  • Tampilkan kapabilitas saat bekerja
  • Buktikan potensi di waktu kritis
  • Tingkatkan pengetahuan sesuai kebutuhan organisasi

12. Solusi

Ciptakan pikiran baik saat selesaikan masalah tentu dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan. Pemikiran Solution-Oriented dibuat untuk menangani masalah di waktu kritis. Berikut kontrol yang baik dalam 100 Performance Metrics untuk menciptakan pemikiran bersolusi.

  • Fokus menyelesaikan masalah
  • Pendekatan untuk pikiran yang optimal
  • Analisa data situasi beserta solusinya
  • Cari masalah utama saat menganalisis
  • Bimbing tim di saat sedang krisis

13. Di Luar Tanggung Jawab Pekerjaan

Terakhir ialah masalah tanggung jawab di luar pekerjaan untuk ciptakan mindset yang baik. Di bawah ini terdapat beberapa poin penting terkait mindset pengembangan karakter. Jika cara pikirnya sudah profesional, pekerjaan juga akan ikut terpengaruh hal ini.

  • Sukses dalam menjalankan tugas delegasi
  • Ambil tanggung jawab tambahan
  • Nilai organisasi hidup dalam pekerjaan
  • Berkontribusi untuk tujuan organisasi
  • Bantu orang lain mencapai tujuannya
  • Partisipasi di dalam organisasi
  • Berkolaborasi dan jalankan sesuai kemampuan
  • Ambil target untuk belajar dan tingkatkan kemampuan
  • Bagikan ide bersama orang lain

Dengan 13 kategori tersebut, kinerja karyawan bisa dibuat lebih baik dan profesional. Anda dan pekerja lainnya dapat bekerja secara efektif jika sudah tahu tujuan yang ingin dicapai. Adanya 100 Performance Metrics bisa jadi pedoman untuk jadi pekerja yang lebih baik. 

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Seberapa pentingkah waktu sendiri bagi manusia? Maka jawabannya adalah sangat penting dan harus, mengapa demikian? Bukankah, Anda adalah makhluk so

Saat Anda tidak ingin bekerja sebenarnya bukan merupakan masalah serius, tetapi harus menjadi catatan penting sebelum semuanya menjadi lebih parah,