Anda Bisa Percaya Diri dan Bijaksana pada Saat yang Sama

Pada saat yang sama, Anda bisa percaya diri dan bijaksana. Sebab, terkadang yang terlalu diperhatikan adalah suara paling percaya diri. Sedangkan suara paling bijaksana seringkali diabaikan.

Salah satu kemungkinan alasan mengapa hal tersebut terjadi adalah suara paling keras lebih diperhatikan karena berisik. Sedangkan suara pelan tidak memperoleh perhatian sama. Padahal penting untuk dipahami bahwa suara keras itu tidak sama dengan percaya diri.

Sedangkan diam bukan berarti mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, ketika mendengarkan orang lain berbicara, apapun konteks acaranya, sangat penting mendengar kebenaran dalam berbagai jenis tingkatan volume bicara.

Pentingnya Bijaksana Mengetahui dengan Siapa Sedang Berbicara

Agar percaya diri dan bijaksana menjadi satu kesatuan yang mampu diterapkan pada waktu sama, sangat penting mengetahui dengan siapa Anda sedang berbicara. Baik itu berbicaranya hanya kepada satu orang maupun sekelompok.

Ketahui dengan baik latar belakang audiens atau pendengar. Hal ini akan sangat membantu penyampaian pesan menjadi lebih baik, terutama dari segi bahasa yang tepat digunakan.

Kebanyakan yang terjadi dan kerap dilakukan oleh orang-orang yaitu mengandalkan pendengar untuk bertemu pembicara. Sedangkan pembicara mencari seseorang yang mau mendengarkan atau mencari cara bertemu pendengar itu masih jarang dilakukan.

Padahal dengan aktif berupaya bertemu dengan pendengar yang diinginkan, Anda akan lebih tahu karakteristik audiens tersebut. Jadi, nantinya penyampaian materi menjadi lebih tepat sasaran karena isinya sudah disesuaikan dengan karakteristik para pendengar.

Pembahasan Singkat Tentang Apa Itu Percaya Diri dan Bijaksana

Membahas tentang percaya diri dan bijaksana, apakah Anda sudah tahu pengertian kedua istilah ini? Percaya diri merupakan skill meyakinkan diri terhadap kemampuan yang dimiliki bahwa bisa memberikan manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain di lingkungan sekitarnya.

Seseorang dengan rasa percaya diri akan lebih mampu berpikiran positif dan tidak menganggap dirinya merupakan penghambat dalam mencapai sesuatu. Ada banyak faktor bisa mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang.

Dimulai dari keadaan fisik, pengalaman hidup hingga lingkungan keluarga. Sedangkan bijaksana yaitu skill menyesuaikan serta menempatkan diri sesuai dengan porsinya. Melihat seseorang itu bijaksana, tidak bisa hanya dari penampilan luarnya saja.

Baca Juga: Cara Percaya Diri dalam Pekerjaan

Ada beberapa ciri seseorang itu bijaksana. Diantaranya, merencanakan segala sesuatunya dengan matang, selalu mempunyai pemikiran positif, bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi, tidak anti kritik, mampu mengendalikan emosi dengan baik dan tidak mudah terbawa perasaan.

Untuk bisa percaya diri dan bijaksana pada saat sama, Anda perlu memahami diri sendiri dengan baik, dari segi kekurangan ataupun kelebihan. Apapun kekurangan dan kelebihan dimiliki, mampu menerimanya dengan lapang.

Manfaat Bijaksana Mengenal Audiens, Konteks Presentasi

Ketika membahas tentang mengenal audiens atau pendengar, itu konteksnya beragam. Mulai dari pidato, ceramah, presentasi maupun lainnya. Sangat penting untuk bijaksana dalam mengenal audiens konteks presentasi.

Walaupun materi yang nantinya akan disampaikan itu sifatnya sangat penting, tapi audiens memiliki peranan lebih penting. Hal ini karena merekalah yang nantinya akan mendengarkan materi Anda.

Bahkan mereka juga akan berpotensi menghidupkan suasana pertemuan atau diskusi. Ada berbagai manfaat bisa Anda rasakan bila mampu mengenali audiens dengan baik saat presentasi, diantaranya:

1. Mampu Memenuhi Harapan Audiens

Percaya diri dan bijaksana itu perlu dimiliki saat melakukan sebuah presentasi. Sebelum memulai presentasi, akan lebih baik bila hari sebelumnya sudah memahami karakteristik audiens.

Ketika Anda mampu melakukannya, akan lebih besar kemungkinannya materi presentasi yang disampaikan mampu memenuhi harapan atau ekspektasi mereka. Sebuah hal biasa di dalam sebuah presentasi para pesertanya mempunyai harapan.

Mereka berharap materi yang disampaikan sangat informatif dan bermanfaat. Bahkan ada sebagian audiens secara aktif bertanya untuk memastikan jawabannya. Tentunya dari pertanyaan yang diajukan mengandung harapan supaya jawabannya sesuai ekspektasi.

Anda akan lebih mudah menjawab pertanyaan dengan jawaban sesuai harapan mereka bila sudah mengenalinya. Jadi, mempersiapkan diri selama presentasi dari segi kesiapan materi dan mengenali audiens, keduanya sama-sama penting dipertimbangkan. 

2. Membangun Komunikasi Lebih Baik 

Dengan percaya diri dan bijaksana dalam membawakan sebuah presentasi, sekaligus mampu memahami audiens, akan membangun komunikasi lebih baik. Sebab, sudah menemukan metode terbaik untuk berkomunikasi dengan calon audiens.

Di mana metode tersebut ditemukannya melalui riset yang dilakukan sebelum hari H presentasi. Hal ini akan sangat membantu pembicara dalam membentuk komunikasi lebih intens dengan audiens.

3. Mampu Menampilkan Presentasi Versi Terbaik

Manfaat terakhir yaitu mampu menampilkan presentasi versi terbaik. Kondisi seperti ini sangat mungkin diperoleh karena Anda sudah paham betul medan yang dihadapi. Jadi, pemilihan apa yang kira-kira nantinya akan ditampilan sudah lebih tersusun dengan baik.

Beberapa Hal yang Perlu Dipahami Mengenai Audiens

Mengenali audiens akan lebih memudahkan Anda percaya diri dan bijaksana dalam waktu bersamaan. Dalam proses mengenali, diperlukan analisa yang tidak harus rumit dan panjang. Terdapat beberapa hal penting dipahami mengenai audiens, diantaranya:

1. Ukuran

Maksud ukuran dalam hal ini adalah jumlah, apakah pihak yang mendengarkan materi nantinya itu hanya satu atau sekelompok orang. Bila ternyata sasaran pendengarnya adalah grup, aspek yang dipertimbangkan menjadi lebih besar.

Akan semakin banyak aspek pertimbangan terkait hal logistik supaya pesan tersampaikan dengan baik seiring dengan semakin banyak jumlah pendengar. Membuat semua audiens fokus mendengar apa yang disampaikan oleh pembicara itu tentu bukanlah hal mudah.

2. Lokasi

Hal penting selanjutnya adalah lokasi. Anda perlu memastikan apakah seluruh pendengar akan berada di sebuah ruangan sama atau tidak. Akan berbeda tentu eksekusinya ketika audiens berada di ruangan sama dengan berbeda.

Salah satu contoh berada di ruangan berbeda yaitu melakukan diskusi atau pertemuan secara online melalui panggilan video. Percaya diri dan bijaksana tidak hanya diperlukan saat diskusi secara offline saja, tapi juga online untuk menarik perhatian para pendengar

3. Pengetahuan Topik

Setiap individu itu mempunyai latar belakang pengetahuan topik yang berbeda-beda. Akan efektif bila diskusi yang dilakukan diisi oleh para pendengar dengan latar belakang pengetahuan topik sama atau serupa.

Bayangkan bila ada yang merasa malu karena ternyata tidak mengetahui sedikitpun tentang topik tersebut. Kalaupun ternyata memang sasaran tujuannya masih awam dengan topik tersebut, berarti Anda perlu memposisikan diri sebagai pemula. 

Jadi, nantinya penyampaian materinya dengan bahasa pemula dan tidak menggunakan istilah yang sulit dipahami oleh mereka. Melalui metode seperti ini, akan lebih besar potensi materi dipahami oleh audiens dengan baik.

4. Demografi

Menjadi pribadi percaya diri dan bijaksana dalam sebuah diskusi, harusnya sudah memahami demografi audiensnya. Ada banyak aspek yang masuk ke dalam kategori demografi.

Seperti jenis kelamin, usia, jabatan, masa kerja dan masih banyak lagi. Informasi spesifik tersebut akan membantu memudahkan Anda dalam membawakan materi nantinya akan seperti apa. Apakah lebih cocok menggunakan bahasa formal atau non-formal. 

Di mana hal tersebut akan berpengaruh terhadap cara membawakan materi. Menjadi kurang sopan bila acaranya formal, tapi bahasa yang digunakan non-formal. Akan terasa membosankan bila acaranya non-formal, tapi bahasanya formal.

Memiliki kepercayaan diri dan perilaku bijaksana saat mendiskusikan sebuah gagasan itu perlu agar audiens tertarik mendengarkannya. Agar percaya diri dan bijaksana bisa dilakukan pada saat yang sama, diperlukan belajar dan latihan rutin.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Ada beberapa jenis survei karyawan yang sering digunakan untuk mendapatkan informasi dan umpan balik terhadap perusahaan. Biasanya, survei juga dil

Pengalaman karyawan yang konsisten merupakan aset berharga bagi sebuah organisasi seperti perusahaan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memberik

Unduh Codemi Learning Hub Annual Report 2022

X