Perbedaan Skill dengan Kompetensi yang Perlu Diketahui

Banyak orang yang belum mengerti apa perbedaan skill dengan kompetensi karena kedua istilah ini sering digunakan secara tumpang tindih. Bagi yang bekerja di bidang HR perusahaan atau bagi para pencari kerja, kedua istilah ini pasti sering kita jumpai karena memang sering digunakan di perusahaan.

Istilah skill dan kompetensi sering kita jumpai dalam lowongan kerja atau tujuan dalam training karyawan. Sayangnya, masih banyak orang yang kurang tepat dalam menggunakan kedua istilah ini, baik skill maupun kompetensi. Bagi yang bekerja di bidang SDM (Sumber Daya Manusia) tentu harus lebih memahaminya.

Untuk lebih jelasnya, tentu harus memahami satu per satu istilah tersebut secara lebih mendalam. Mulai dari pengertiannya, indikator atau aspek, jenisnya hingga bagaimana cara meningkatkan skill maupun kompetensi. Berikut ini akan kami sajikan ulasan secara lengkap mengenai perbedaan skill dengan kompetensi di bidang SDM.

Apa yang Dimaksud dengan Skill?

Sebelum mengetahui perbedaan antara kedua istilah ini, ada baiknya jika kita membahas satu per satu pengertiannya dan kita akan mulai dengan membahas pengertian dari skill. Pasti sudah tidak asing dengan istilah skill karena memang sering digunakan dalam sehari-hari maupun secara profesional dalam perusahaan.

Skill berkaitan dengan kemampuan akal, pikiran, ide dan kreativitas dalam melakukan pekerjaan atau tugas sehingga menjadi lebih bermakna. Selain itu, skill diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam praktik sehingga hasil kerja yang diinginkan dapat tercapai dengan lebih efisien dan efektif serta hasilnya lebih memuaskan.

Perbedaan skill dengan kompetensi akan terlihat lebih jelas jika kita memahami tentang pengertian skill. Para ahli juga menerjemahkan skill dalam pengertian yang hampir mirip satu sama lain di mana skill diartikan sebagai suatu kemampuan untuk mengoperasikan suatu pekerjaan secara lebih cermat dan lebih mudah.

Indikator yang Ada dalam Skill

Tidak mudah memang memahami pengertiannya saja, juga harus mengerti indikator apa saja yang memenuhi bahwa kemampuan tersebut diartikan sebagai skill. Di sini, ada empat indikator skill yang harus dipahami. Indikator pertama adalah technical skill, yaitu kemampuan untuk mengelola operasional dalam perusahaan.

Perbedaan skill dengan kompetensi bisa dipahami dengan memahami indikator skill. Indikator skill kedua adalah management skills atau kemampuan dalam merencanakan atau mengatur hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan di perusahaan. Misalnya, mengatur waktu kerja, mengatur rencana untuk mencapai tujuan pekerjaan dan masih banyak lainnya.

Indikator ketiga adalah enterpreneurship skills yang meliputi perencanaan bisnis, analisis lingkungan bisnis, peka terhadap peluang hingga kemampuan dalam mengakses keahlian eksternal yang diperlukan bagi para karyawan. Terakhir, indikator personal maturity skills atau kemampuan terhadap kesadaran diri, mengenali dan memperbaiki kekurangan hingga bertanggung jawab terhadap pekerjaan.

Jenis dari Skill yang Harus Dipahami

Perbedaan skill dengan kompetensi juga bisa dilihat setelah memahami jenis skill yang biasanya dibedakan dalam dua jenis, yaitu soft skill dan hard skill. Pertama, kita akan membahas tentang hard skill yang biasanya dikaitkan dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang, baik ilmu umum atau spesifik.

Meskipun ilmu pengetahuan penting untuk mengembangkan diri atau menyelesaikan suatu pekerjaan, tapi soft skill justru memiliki peran yang lebih penting. Soft skill biasanya dikaitkan dengan kemampuan berupa sikap, perilaku atau kepribadian yang dimiliki seseorang, seperti kepemimpinan, mandiri, percaya diri, berani menyampaikan pendapat, dan lain sebagainya.

Tanpa adanya soft skill, hard skill tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya karena sebagai karyawan tentu soft skill sangatlah dibutuhkan agar lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan, mampu bekerja sama dengan tim dan melakukan tugasnya yang lain. Kedua jenis skill ini harus bekerja beriringan agar hasilnya memuaskan.

Apa yang Dimaksud dengan Kompetensi?

Selanjutnya, untuk lebih memahami perbedaan skill dengan kompetensi, kita perlu membahas tentang pengertian kompetensi. Kompetensi merupakan kecakapan atau kemampuan seseorang dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan di bidang tertentu. Setiap orang memiliki kompetensi yang berbeda-beda dan memiliki batasnya masing-masing sehingga penting untuk mengetahui kompetensi sendiri.

Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kompetensi yang dimilikinya, tapi terkadang dibutuhkan uji atau tes untuk membuktikan kompetensi tersebut. Hasil uji atau tes tersebut biasanya digunakan untuk melamar pekerjaan atau mendaftar pendidikan di bidang tertentu. Misalnya saja, uji kompetensi sebagai pegawai teknik otomotif.

Biasanya, kompetensi digunakan sebagai batasan atau acuan bagi perusahaan dalam mencari karyawan agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Misalnya, suatu perusahaan membutuhkan karyawan yang bekerja sebagai seorang dokter, maka perusahaan harus melakukan uji kompetensi pada calon karyawan agar nantinya diketahui karyawan mana yang memenuhi kompetensi tersebut.

Aspek yang Ada dalam Kompetensi

Penilaian khusus dibutuhkan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki seseorang, ini menjadi satu perbedaan skill dengan kompetensi. Penilaian khusus ini biasanya mengandung lima aspek yang harus dipenuhi. Aspek pertama adalah aspek pengakuan (recognition) sebagai proses pengenalan dimana individu harus memilih sebuah aspek yang sesuai dengan pengalamannya.

Aspek kedua adalah aspek pemahaman (understanding) di mana individu akan diberikan pemahaman tentang uji kompetensi agar hasil penerapan kompetensi terlihat. Berlanjut ke aspek ketiga, yaitu aspek pengkajian (assessment) sebagai suatu upaya yang dilakukan untuk menyimpulkan hasil kompetensi yang diperoleh para peserta atau calon karyawan.

Aspek keempat adalah umpan balik (feedback) di mana peserta atau calon karyawan bisa menerapkan minat dan aspek yang berkaitan dengan kompetensinya. Terakhir ada aspek permohonan kerja (job application) sebagai tahapan terakhir dalam penilaian kompetensi dan latihan di mana individu dapat menerapkannya dalam kehidupan pekerjaan nyata.

Jenis-jenis dari Kompetensi yang Berbeda

Disini akan lebih memahami perbedaan skill dengan kompetensi setelah mengetahui beberapa jenis kompetensi yang akan kami bahas. Kompetensi memiliki lima jenis dengan karakter yang berbeda-beda. Jenis kompetensi pertama adalah penilaian kompetensi intelektual yang menjadikan perangkat pengetahuan sebagai acuan karena nantinya pengetahuan juga berperan dalam kinerja.

Jenis kompetensi kedua adalah penilaian kompetensi fisik yang melihat kemampuan fisik seseorang sebagai acuan untuk pelaksanaan tugasnya dalam perusahaan. Kemudian, jenis kompetensi yang ketiga adalah penilaian kompetensi pribadi yang berhubungan dengan sikap, perilaku dan kepribadian karena nantinya hal tersebut dapat memengaruhi kinerjanya dalam menyelesaikan tugas.

Jenis kompetensi keempat adalah penilaian kompetensi sosial yang menjadikan perilaku seseorang terhadap lingkungan sosialnya sebagai acuan karena dalam perusahaan dibutuhkan kerja sama tim. Jenis kompetensi yang terakhir atau kelima adalah penilaian kompetensi spiritual yang menjadikan pemahaman spiritual, penghayatan dan pengalaman nilai keagamaan sebagai acuan.

Cara Meningkatkan Skill dan Kompetensi

Setelah memahami perbedaan skill dengan kompetensi, tentunya juga harus memahami bagaimana cara meningkatkan keduanya. Hal ini penting bagi perusahaan karena SDM yang semakin berkompeten mampu menghasilkan kinerja yang lebih produktif. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan skill dan kompetensi adalah dengan training.

Training biasanya dilakukan oleh HR perusahaan untuk semua karyawannya agar skill dan kompetensi yang dimilikinya terus berkembang. Perencanaan training harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan agar hasil training sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan program training dengan tepat dan baik sesuai kebutuhan perusahaan.

Jika termasuk dalam bagian dari HR perusahaan, tentunya membutuhkan program training internal untuk mengembangkan skill dan kompetensi karyawannya. Sekarang sudah ada codemi.co.id yang siap membantu untuk mengembangkan software pengelolaan program training. Software sudah memahami perbedaan skill dengan kompetensi jadi tujuan training akan lebih jelas.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Codemi Publication

Mengamati perusahaan besar, pasti ada kebijakan bahwa karyawan harus diberikan pelatihan. Baik kepada karyawan yang baru saja selesai mengikuti sel

Codemi Publication

Bagi seorang pemilik bisnis, tentunya harus memahami bagaimana mengelola karyawan milenial di era teknologi digital ini. Mengingat saat ini generas