LMS

Perbedaan Onboarding dan Orientation Yang Wajib Diketahui

Secara singkat, sekilas tidak ada perbedaan onboarding dan orientation yang signifikan. Akan tetapi kedua hal tersebut sebenarnya cukup berbeda. Onboarding dan orientasi merupakan proses yang perlu dilakukan dalam rekrutmen karyawan baru.

Keduanya merupakan bagian integral dari sebuah aktivitas rekrutmen dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Setiap perusahaan perlu melakukan onboarding serta orientasi karyawan untuk mengajak mereka mengenal serta beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. 

Ini adalah bagian dari tanggung jawab departemen Human Resources (HR). Dengan demikian, Anda perlu memahami secara komprehensif perbedaan antara keduanya. Sehingga dapat menyelenggarakan dua aktivitas tersebut secara tepat.

Mengenal Definisi Onboarding dan Orientation

Sebelum membedah apa saja perbedaan onboarding dan orientation, ada baiknya Anda memahami apa definisi dari keduanya. Onboarding adalah suatu proses yang melibatkan karyawan baru untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya.

Melalui program ini, rekrutan baru dapat terlibat langsung dengan aktivitas kerja baik di kantor maupun lapangan. Objektif program onboarding ialah untuk memperkenalkan karyawan baru pada lingkungan kerja secara proaktif. 

Tujuan dari program ini ialah untuk membantu rekrutan baru agar menetap di perusahaan. Selain itu, membantu mereka dalam memahami pekerjaan serta apa saja objektifnya. Sehingga pada akhirnya rekrutan ini dapat bekerja secara produktif. 

Sementara orientation ialah proses perkenalan karyawan baru kepada jobdesk mereka, tempat kerja, hingga rekan satu tim atau departemen. Orientation lebih menekankan pada proses perkenalan awal.

Dimana HR representative memperkenalkan visi dan misi perusahaan, serta nilai-nilai yang dijunjung. Dalam proses orientasi juga, para staff yang baru direkrut perlu melengkapi dokumen wajib mereka sesaat setelah bergabung dengan perusahaan.

Melalui program ini, HR representative juga memberikan gambaran mengenai tanggung jawab serta ekspektasi perusahaan terhadap rekrutan baru. Disini juga diadakan sesi tanya jawab seputar perusahaan antara karyawan baru dengan pemberi materi orientasi.

Jika diibaratkan dengan sebuah kue, onboarding adalah satu kotak kue penuh, sedangkan orientation adalah satu bagian (slice) saja. Program onboarding meliputi objektif yang lebih menyeluruh. Sedangkan orientation adalah perkenalan awal.

Perbedaan Onboarding dan Orientation yang Perlu Dipahami

Kedua program tersebut sama-sama memiliki peran penting dalam masa orientasi karyawan baru. Oleh karena itu, Anda perlu merencanakan timeline serta metodologi yang tepat untuk menyelenggarakan kedua program tersebut. Berikut ini perbedaan antara keduanya. 

Durasi Pelaksanaannya

Hal pertama yang cukup membedakan di antara keduanya ialah dari segi durasi pelaksanaan. Program orientation umumnya berlangsung lebih singkat, yakni sekitar satu minggu setelah rekrutan resmi bergabung dengan perusahaan. 

Sedangkan durasi program onboarding lebih lama karena sifatnya komprehensif atau menyeluruh. Yaitu bisa sampai 3 bulan, 6 bulan, atau bahkan hingga satu tahun. Ini menyesuaikan kebijakan serta program yang telah diatur perusahaan.

Keterlibatan Karyawan Baru

Perbedaan lainnya yaitu bagaimana para rekrutan baru tersebut terlibat dalam proses kegiatan. Pada kegiatan orientasi, karyawan melaksanakan kegiatan secara bersama-sama. Sehingga ini dapat membangun relasi antar sesama rekan kerja baru.

Sementara keterlibatan rekrutan pada kegiatan onboarding bersifat lebih personal. Mereka ikut serta dalam berbagai pekerjaan seperti rapat, presentasi, hingga project tertentu. Ini membuat rekrutan mampu memiliki ikatan dengan rekan yang sudah bekerja lebih lama.

Perbedaan Tujuan

Perbedaan onboarding dan orientation lainnya juga terletak pada tujuan atau objektif dari masing-masing kegiatan. Tujuan utama orientation yaitu untuk memperkenalkan karyawan baru dengan visi, misi, serta nilai-nilai perusahaan.

Selain itu juga memberi gambaran apa saja yang menjadi tugas serta tanggung jawabnya. Bidang HR juga menyampaikan apa saja ekspektasi perusahaan sehingga mereka memiliki pandangan awal tentang apa yang perlu dilakukan.

Sementara tujuan utama onboarding yaitu untuk mempertahankan rekrutan di perusahaan dan meminimalisir turnover. Ini mengingat banyaknya karyawan yang merasa tidak puas sehingga memutuskan untuk berhenti atau resign pada tahun pertama mereka bekerja.

Onboarding mengajak rekrutan untuk terlibat secara aktif dalam pekerjaan-pekerjaan secara nyata. Misalnya mengikuti meeting atau memulai project baru. Melalui program ini, karyawan lebih mengerti tugasnya sehingga mampu bekerja secara produktif.

Program ini jika diatur dan dijalankan dengan baik maka dapat menghasilkan outcome positif. Yakni karyawan betah dengan lingkungan kerjanya, memiliki kepuasan, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas serta performa kerja.

Kedua program tersebut sangat menentukan apakah karyawan mampu beradaptasi dan bertahan dengan lingkungan kerjanya. Untuk itu, pahami dengan baik perbedaan onboarding dan orientation supaya mencapai hasil sesuai rencana. Simak juga ulasan kami mengenai pentingnya onboarding untuk menjaga produktivitas karyawan disini.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Faizatur Rachmadanti

Sales Tracking System saat ini menjadi kebutuhan dalam menjalankan bisnis. Sales merupakan elemen krusial dalam perusahaan. Tanpa adanya sales, pro

Faizatur Rachmadanti

Banyak orang memiliki terlalu banyak pekerjaan dan goals dalam satu waktu. Bergerak dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain atau satu proyek ke