LMS

Peranan LMS Dalam Pelatihan Karyawan Pasca Pandemi

Pandemi mengubah kehidupan menjadi semakin dekat dengan teknologi. Bagi sekolah, perusahaan, dan instansi lainnya, learning management system menjadi hal yang tidak asing digunakan. Kini, LMS semakin diminati perusahaan dalam proses pelatihan karyawan pasca pandemi.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan, selama pandemi Covid-19, 17,8 persen perusahaan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK terhadap karyawannya. Hal tersebut berarti tenaga kerja yang dimiliki perusahaan berkurang. Maka dari itu kinerja karyawan yang tersisa harus ditingkatkan melalui pelatihan, salah satunya menggunakan LMS.

Mengenal Sekilas Learning Management System

Learning management system atau disingkat menjadi LMS merupakan sistem yang dibuat untuk memudahkan proses kerja di sebuah organisasi. Bagi perusahaan sendiri, LMS secara spesifik berfungsi untuk menyelenggarakan pembelajaran, merencanakan, mengatur, dan mengelola karyawan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pandemi ini, perusahaan harus mencari cara yang tepat dan mudah untuk memaksimalkan potensi karyawan. Maka dari itu, LMS dibuat sedemikian rupa agar kualitasnya tetap baik meskipun di tengah pandemi.

Pembelajaran atau pelatihan melalui LMS yang sistematis bertujuan untuk meningkatkan performa karyawan tanpa harus bertatap muka. Jika kinerja karyawan baik, maka proses kerja organisasi juga menjadi baik.

Peran LMS dalam Pelatihan Karyawan Pasca Pandemi

Learning management system dapat digunakan untuk berbagai macam pembelajaran dan pelatihan. Berikut ini peran LMS dalam pelatihan karyawan pasca pandemi.

  1. Pengembangan Materi Pelatihan

Dalam proses pelatihan karyawan, LMS merupakan sistem untuk menyusun, merevisi, serta membagikan materi pelatihan online secara efektif dan efisien. Karena sifatnya yang fleksibel, learning management systems bisa menyesuaikan keadaan.

Contohnya seperti pada masa pasca pandemi ini, LMS dikembangkan agar bisa lebih mudah dan nyaman digunakan untuk pelatihan karyawan. Sebab, penggunaan sistem akan semakin mendominasi kegiatan bekerja.

  1. Menyesuaikan Pelatihan dengan Kebutuhan

Kebutuhan yang dimaksud di sini yaitu kebutuhan karyawan dan perusahaan. Perangkat LMS harus mampu memastikan bahwa operasi atau produk baru dapat digunakan di semua bagian perusahaan. 

Sistem tersebut membuat pelatihan berjalan secara dinamis dan selaras dengan kebutuhan karyawan dan perusahaan. Sebab, pelatihan bisa dilaksanakan dengan segera dan diukur dengan tepat.

  1. Hemat Anggaran

Penggunaan LMS dalam pelatihan dianggap memakan biaya yang banyak. Padahal, yang terjadi adalah sebaliknya. Penerapan learning management system dalam perusahaan justru akan menekan anggaran. perusahaan tidak perlu lagi memerlukan dokumen secara fisik.

Selain itu, proses pelatihan karyawan pasca pandemi dilakukan secara digital dari awal sampai akhir. Materi dapat diakses dengan mudah kapanpun dan dimanapun. Melalui efektifitas LMS, human error bisa diminimalisir.

  1. Memudahkan Pemantauan Perkembangan

Proses pelatihan melalui learning management dilakukan secara bertahap. Dalam tahapan-tahapan tersebut, perusahaan dapat memantaunya dengan mudah. Tidak hanya memantau efektivitas pelatihan, tetapi juga perkembangan karyawan dalam menyerap materi pelatihan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara membuat sistem skor.

  1. Desain Pelatihan Menggunakan Learning Management System

Dalam mendesain pelatihan menggunakan learning management system, perusahaan harus memasukkan aspek organisasi, individu, dan pekerjaan. Aspek ini tentunya yang sudah selaras dengan keadaan pasca pandemi. Semuanya berdasarkan strategi manajemen untuk meningkatkan kinerja karyawan.

Selain itu juga perlu dipertimbangkan hal-hal berikut ini:

  1. Visi
  2. Perencanaan
  3. Kurikulum
  4. Pelatihan dukungan staf
  5. Layanan peserta
  6. Pelatihan dan dukungan peserta
  7. Hak cipta dan kepemilikan intelektual 
  1. Constructive Learning Menggunakan LMS

Constructive learning dilakukan agar pelatihan memberikan pemahaman baru mengenai ilmu yang sudah karyawan miliki. Jadi, materi pelatihan karyawan pasca pandemi yang telah disesuaikan harus berkorelasi dengan pengalaman karyawan. Pembelajaran konstruktif juga menekankan pada proses pembelajaran yang lebih aktif. 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menggunakan LMS

Menentukan LMS tidak bisa asal-asalan. Ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan agar bisa menggunakan LMS yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

  1. Basis Learning Management System

Untuk menentukan basis apa yang sebaiknya Anda pakai, Anda harus memastikan kebutuhan selama proses pelatihan. Jika Anda ingin yang lebih mudah dan tidak perlu repot menyediakan sumber daya IT, maka Anda bisa menggunakan LMS berbasis cloud daripada berbasis self-hosted.

Dalam learning management system yang berbasis cloud, vendor lah yang akan mengurus instalasi hardware dan yang lainnya. Dengan demikian, perusahaan dan karyawan hanya tinggal menggunakannya saja.

  1. Fitur yang Digunakan

Dari awal, Anda harus memperhatikan fitur mana yang seharusnya dipilih untuk menunjang pelatihan karyawan. Sebab, setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Berikut ini fitur yang umum terdapat di learning management system.

  1. Cara Menggunakan

Pelatihan karyawan pasca pandemi tentu harus dikelola dan dilakukan dengan mudah. LMS yang user friendly merupakan prioritas. Pasalnya, sistem yang ramah pengguna akan memudahkan peserta dalam memahami materi.

  1. Branding dan White-Labeling

LMS sebaiknya bisa dikelola berkaitan dengan logo perusahaan, URL website perusahaan, dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan agar LMS benar-benar seperti bagian dari perusahaan.

  1. Format Konten

Dalam sebuah pelatihan, media yang digunakan tentu beragam, di antaranya seperti PDF, audio, video, webinar, dan lain-lain. Ditambah jika Anda akan menggunakan authoring tool, LMS yang dipilih harus mumpuni untuk mengunggah file xAPI dan SCORM.

  1. Laporan

Proses pelatihan dapat dilacak di LMS. Jadi, pastikan ada pelaporan mengenai performa, kemajuan, riwayat pelatihan, dan lain-lain. Laporan ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi kedepannya.

  1. Integrasi

Learning management system bisa dihubungkan dengan sistem yang sudah Anda miliki. Hal ini akan menciptakan alur kerja yang efisien bagi perusahaan.

  1. Otomasi

Anda disarankan untuk mencari fitur yang dapat membuat pekerjaan repetitif agar bisa berjalan secara otomatis.

  1. Waktu Implementasi

Antara LMS satu dengan yang lainnya seringkali berbeda, bergantung pada sistem, fitur, dan sumber daya. Maka, waktu yang dibutuhkan untuk mengimplementasikannya pun berbeda, ada yang hanya membutuhkan waktu berjam-jam, ada yang bisa sampai satu tahun.

Jangka waktu tersebut juga bergantung pada vendor. Ketika mendiskusikannya, tanyakan secara jelas mengenai proses dan waktu implementasinya. Dari informasi tersebut, Anda menjadi tahu tentang timeline-nya dan apakah cocok dengan kebutuhan Anda.

  1. Level Customer Support

Customer support merupakan hal yang paling penting dalam sebuah learning management system. Hal ini bertujuan agar jika Anda memiliki pertanyaan atau keluhan, Anda bisa menanyakan atau menyalurkannya kepada vendor dengan mudah.

Hal yang perlu diperhatikan dalam memeriksa keberadaan customer support adalah apakah tersedia dalam waktu 24 jam, rata-rata waktu untuk merespons, bagaimana cara merespons, dan media yang dimiliki seperti telepon dan email.

Walaupun situasi sekarang belum kembali seperti semula, segala hal yang berkaitan dengan karyawan dan perusahaan tidak boleh berhenti. Gunakan LMS Codemi Learning untuk kelola pelatihan karyawan pasca pandemi untuk terus tingkatkan kualitas perusahaan dan karyawan anda.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Codemi Publication

Pengetahuan baru mengenai sebuah organisasi akan selalu ada dan berkembang. Agar pengetahuan tersebut terpelihara dan memberikan manfaat, maka dipe

Codemi Publication

LMS project plan dari Codemi merupakan sebuah cetak biru yang dimaksudkan untuk menjadi gambaran awal dari rencana pengimplementasian LMS. Melalui