LMS

Penerapan Strategi Pengembangan SDM untuk Menghadapi Era Digital

Pemberian pelatihan pengembangan SDM atau training untuk karyawan di era digital semakin dibutuhkan. Karyawan sebagai salah satu aset perusahaan memberikan dampak besar terhadap kemajuan performa hingga kualitas produk yang diberikan kepada konsumen. Namun, hanya mengharapkan peningkatan dari sisi karyawan tanpa diimbangi dukungan dari perusahaan justru akan membuat performa tak imbang dan cenderung menurun.

Pengembangan SDM yang semakin dibutuhkan

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai perusahaan lewat pelatihan atau training SDM. Di antaranya pembentukan kepribadian, mengasah keterampilan dan kemampuan kerja, hingga meningkatkan loyalitas terhadap perusahaan. Memasuki era digital, teknologi pun diperkenalkan kepada karyawan karena perannya yang penting dalam manajemen perusahaan.

Pemakaian teknologi yang semakin familier pun membuat perusahaan semakin kreatif dalam menyelenggarakan pelatihan. Jika sebelumnya kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk pertemuan antara karyawan dengan mentor, sekarang ada bentuk lain yang disajikan lewat simulasi, webinar, video tutorial, hingga online training melalui platform. Bukan hanya praktis, langkah tersebut dapat membantu perusahaan menekan pengeluaran.

Kemudian, urgensi pelatihan karyawan juga dirasakan saat mereka membutuhkan tuntutan jabatan maupun pekerjaan yang diakibatkan kemajuan teknologi yang berkembang. Ketatnya persaingan tak pelak mendorong perusahaan untuk mengambil langkah-langkah inovatif. Dalam hal ini, pelatihan dinilai membantu karyawan cepat beradaptasi dengan teknologi baru yang cepat bermunculan.

Metode dan strategi untuk mengembangkan SDM

Dalam penerapan sistem pengembangan karyawan, pelatihan yang diberikan perusahaan akan diimbangi dengan edukasi yang sesuai. Dalam hal ini, karyawan akan diperkenalkan pada sejumlah aktivitas yang akan mendongkrak serta memelihara kemampuan mereka selama bekerja. Sehingga selain mendapatkan wawasan tambahan, para karyawan pun bisa menerapkannya secara optimal.

Tentu saja untuk mengaplikasikan pelatihan dan edukasi bagi SDM diperlukan metode yang tepat agar penyampaiannya tepat sasaran. Jenis metode yang digunakan dapat berbeda dan disesuaikan beberapa hal, misalnya kriteria karyawan hingga jenis keterampilan yang ingin dicapai. Namun, ada sejumlah metode yang umum dipakai dalam pelatihan, antara lain skill training, pelatihan ulang, lintas fungsional, pelatihan tim, hingga kreativitas.

Selain mengandalkan metode-metode yang diaplikasikan dalam pelatihan, perusahaan juga diharapkan menanamkan strategi-strategi berikut. Tujuannya adalah mengembangkan keterampilan SDM agar lebih maksimal, terutama saat menghadapi era digital.

Beri kesempatan untuk menyalurkan ide

Sebagai roda penggerak perusahaan, karyawan juga berhak menyalurkan gagasan atau idenya. Dengan memberikan kesempatan untuk mengungkapkannya, karyawan secara tak langsung memiliki peluang untuk berkembang bersama. Di sisi lain, perusahaan juga dapat mengetahui potensi yang selama ini belum mereka lihat dari karyawan tersebut.

Kumpulkan gagasan atau ide yang dianggap membantu memajukan perusahaan. Ajak karyawan untuk berkontribusi dalam pengembangan apabila dibutuhkan.

Tunjukan apresiasi dan penghargaan

Mengaplikasikan sistem pelatihan karyawan saja sebenarnya belum cukup. Perusahaan masih harus memantau bagaimana kinerja mereka dan menilai hasilnya. Ketika karyawan memperlihatkan usaha optimal dan hasil memuaskan, perusahaan pun harus mampu mengapresiasi kerja keras mereka. Hal ini akan membuat karyawan merasa dihargai dan lebih semangat bekerja.

Bentuk apresiasi atau penghargaan yang diberikan beragam, dari penambahan gaji, bonus, atau promosi kenaikan jabatan apabila memungkinkan.

Sesuaikan dengan bujet milik perusahaan

Pengembangan dan pelatihan SDM termasuk program yang membutuhkan biaya cukup banyak. Maka dari itu, perusahaan perlu mempertimbangkan bujet yang akan mereka sediakan untuk menyelenggarakannya. Jangan sampai pelatihan dan pengembangan membuat kas pengeluaran membengkak dan menghambat kinerja perusahaan.

Dalam hal ini, perusahaan bisa mengakalinya dengan memprioritaskan skill atau kemampuan yang harus segera dikuasai karyawan.

Evaluasi pengembangan dan pelatihan SDM

Seperti yang disebutkan, perusahaan harus terus mengawasi performa karyawan selepas sesi pengembangan dan pelatihan. Caranya adalah dengan mencatat hasil yang mereka berikan dan tentukan Key Performance Indicator (KPI) yang akan Anda gunakan untuk mengevaluasi kinerja SDM sebelum implementasi teknologi dilakukan.

Dengan hasil evaluasi yang diperoleh, perusahaan dapat menentukan aspek yang harus mereka pertahankan, tingkatkan, dan tinggalkan.

Setelah membaca artikel ini, Anda diharapkan dapat mengadakan pelatihan SDM online maupun offline yang sesuai. Dengan begitu, para karyawan akan lebih siap menghadapi era digital.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

3 Comments

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Codemi Publication

    Pengetahuan baru mengenai sebuah organisasi akan selalu ada dan berkembang. Agar pengetahuan tersebut terpelihara dan memberikan manfaat, maka dipe

    Codemi Publication

    LMS project plan dari Codemi merupakan sebuah cetak biru yang dimaksudkan untuk menjadi gambaran awal dari rencana pengimplementasian LMS. Melalui