Pentingnya Pelatihan di Tempat Kerja yang Tepat Demi Menjaga Inovasi

Meskipun terbilang membingungkan memilih pelatihan di tempat kerja oleh perusahaan karena begitu banyak pilihan yang tersedia, memilih metode pelatihan yang tepat untuk karyawan merupakan keputusan penting. Tidak bisa sembarangan melakukan metode pelatihan untuk kemajuan suatu perusahaan karena menyangkut perbaikan manusianya.

Tidak masalah berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk pelatihan, namun jika itu pelatihan tidak tepat maka outputnya tidak akan memuaskan. Sehingga sangat perlu bagi managemen perusahaan memetakan atau memahami terlebih dahulu beberapa hal.

Saat ini, pelatihan di tempat kerja menjadi agenda rutin agar perusahaan dapat bertahan dan berkembang. Keterampilan karyawan dan memberikan pembelajaran di tempat kerja menggunakan metode pelatihan tertentu akan berguna jauh di masa mendatang. Setidaknya ada 3 pertanyaan mudah untuk mengidentifikasi metode paling efektif oleh perusahaan.

Tujuan dari Program Pelatihan

Langkah pertama adalah selalu menentukan tujuan program pelatihan karena metode tertentu untuk karyawan lebih cocok terhadap masing-masing program. Misalnya, sesi pelatihan berbasis ruang kelas mungkin efektif untuk menyampaikan informasi tentang kebijakan hubungan karyawan perusahaan.

Ketika keterampilan baru atau yang sudah ada perlu dikembangkan, pelatihan di tempat kerja yang interaktif dan e-learning seringkali paling efektif. Ketika keterampilan ini adalah soft skill dan bukan keterampilan teknis, teknik pembelajaran sosial bisa dilakukan. Saat merencanakan suksesi atau ingin membentuk perilaku tertentu di tempat kerja, metode pelatihan seperti pembinaan efektif.

Baca juga : Pembelajaran E-Learning, Apakah Efektif untuk Pelatihan Karyawan?

Pengetahuan baru misalnya tentang penyebab terjadinya burnout karyawan dapat diperoleh melalui teknik pelatihan sederhana seperti membaca, catatan tertulis, infografik atau bahkan seminar. Menggunakan video dan webinar online memiliki keuntungan tambahan dalam membuat pembelajaran ini nyaman bagi karyawan.

Sasaran Audiens yang Dituju

Pelatihan paling efektif kegiatannya jika audiens sasaran memahami dan percaya akan manfaat program pelatihan yang dilakukan. Dalam hal ini faktor seperti demografi, sifat pekerjaan, tingkat senioritas, dan apakah pembelajaran akan berlangsung dalam kelompok atau per individu atau tidak, menjadi pembagi audiens di sini.

Karyawan yang termasuk dalam kategori generasi yang lebih tua mungkin lebih nyaman dengan metode pelatihan di tempat kerja secara tradisional daripada kursus e-learning. Demikian juga generasi Milenial kemungkinan akan lebih berinvestasi dalam pembelajaran, jika hal itu terjadi pada perangkat yang mereka gunakan sepanjang hari. Pelatihan online paling efektif jika karyawan tersebar secara geografis.

Kemudian jenis pekerjaan yang membutuhkan sering bepergian biasanya mendapatkan keuntungan dari kemudahan metode pelatihan online. Demikian juga pekerjaan, di mana pengetahuan mungkin perlu diperoleh dengan cepat. Akan mendapat manfaat dari potongan pengetahuan berukuran kecil dan dapat diakses di Sistem Manajemen Pembelajaran.

Perlu juga memperhatikan faktor senioritas yang umumnya membutuhkan soft skill seperti kepemimpinan dan kecerdasan emosional. Mereka juga sibuk, dan tujuan pelatihan mereka mungkin memerlukan kombinasi metode pelatihan untuk memenuhi tujuan pembelajaran yang optimal.

Untuk memilih pembelajaran individu versus kelompok maka harus dilihat tujuannya dulu. Jika hanya satu atau dua karyawan yang memiliki tujuan sama, metode pelatihan di tempat kerja seperti penugasan atau pembinaan dapat menjadi efektif. Namun, jika banyak maka sesi pelatihan berbasis kelas, teknik pembelajaran sosial, dan e-learning dapat menjadi lebih efektif dan efisien.

Apakah Ada Hambatannya ?

Pelatihan dilakukan di tempat kerja bagi karyawan memang membutuhkan investasi uang, waktu, dan sumber daya lainnya. Bahkan pembinaan, misalnya, menyita waktu yang berharga dari karyawan yang berpengalaman. Ketika waktu terbatas, pertahankan metode pelatihan yang cepat dan nyaman.

Pelatihan berbasis kelas dalam satu hari atau jika perusahaan telah menjalankan Sistem Manajemen Pembelajaran tertentu maka materi pembelajaran secara online bisa menjadi pilihan. Ketika anggaran terbatas, metode pelatihan terbaik cenderung memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman karyawan yang ada.  

Kebanyakan karyawan lebih menyukai pendekatan pelatihan campuran. Sehingga menggunakan metode pelatihan offline dan online menjadi lebih mudah dengan bantuan Sistem Manajemen Pembelajaran seperti program training oleh Codemi. Metode pelatihan perusahaan untuk kemajuan bersama bisa terus dilakukan.

Selama perusahaan terlebih dahulu memilih metode untuk tujuan, audiens, dan anggaran yang tepat maka program akan lebih peluang mengembangkan keterampilan karyawan sesuai keinginan. Dengan rutin dan tepat melakukan pelatihan di tempat kerja tentu kedepannya semakin banyak inovasi dari karyawan-karyawan yang sudah terlatih.


Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Apa itu pembelajaran kolaboratif? Secara singkat, pembelajaran kolaboratif adalah metode pembelajaran yang mendorong peserta untuk membentuk tim da

Apa yang menjadikan sebuah perusahaan dinilai hebat? Ada yang menjawab modal usaha yang besar, ada pula yang mengatakan laba usaha yang meningkat s