Pelajari Corporate Employer Branding dalam Perusahaan

Ternyata banyak orang belum bisa membedakan antara corporate employer branding dengan product branding. Keduanya memang sama-sama branding namun target audiensnya berbeda jauh jika kita lihat secara spesifik.

Jika kita berbicara product branding jelas targetnya adalah untuk calon konsumen produksi dari entitas. Namun ketika kita berbicara masalah employer branding ini target pasarnya adalah para calon pekerja.

Jadi sebuah entitas selain butuh konsumen juga membutuhkan pekerja agar roda produksinya dapat bergerak. Apa mungkin bisa sebuah entitas hanya dijalankan oleh beberapa orang saja, mungkin namun sulit sekali.

Oleh karena itu kita harus mencari tenaga kerja yang kompeten dan tepat bagi perusahaan. Bagaimana caranya, salah satunya adalah menggunakan proyeksi citra perusahaan pada para jobseeker.

Kali ini kami akan jelaskan secara detail apa saja yang perlu dipahami terkait materi ini. Sehingga membentuk citra perusahaan bisa lebih optimal dan mampu menarik para pekerja potensial untuk masuk.

Apa Itu Corporate Employer Branding?

Pada dasarnya ini adalah sebuah pembentukan citra perusahaan bukan atas dasar produknya. Namun citra tersebut diperoleh dari iklim kerja dalam sebuah entitas tersebut dari kacamata pekerjanya.

Sehingga employer hanya menjadi trigger dan employee akan menjadi proyeksi iklim kerja entitas tersebut. Misalnya sebuah perusahaan dikatakan memiliki fleksibilitas kerja bagus dan ramah bagi entry level.

Namun jika kenyataannya entitas tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi jelas proyeksinya akan jelek. Itu adalah potret bagaimana kegagalan corporate employer branding yang sering terjadi di Indonesia.

Lingkup kerjanya harus sesuai dengan apa yang diproyeksikan oleh entitas agar dapat dibuktikan. Jika ternyata hal tersebut tidak sesuai tentu saja turnover rate dari entitas akan tinggi dan itu pengaruhnya buruk.

Menjaga corporate employer branding adalah tugas jajaran tinggi dalam sebuah entitas. Jadi tugas mereka adalah sebagai trigger, keeper, dan observer terhadap bagaimana nantinya lingkup kerja berjalan.

Apabila ternyata antara ekspektasi dan realita lingkup kerjanya sejalan maka employer branding dinyatakan berhasil. Mari kita selami lebih dalam setelah mengetahui pengantar dan definisi sederhana tersebut.

Karena ini adalah salah satu aspek penting yang membuat sebuah entitas memiliki employee berkualitas. Siapa sekarang eksekutif yang tidak suka jika korporasinya berisi pekerja dengan potensi, produktivitas, dan efektivitas tinggi.

Pengaruh Corporate Employer Branding Berdasarkan Statistik

Apabila kita mengacu pada statistik yang dikeluarkan oleh linkedin ada beberapa fakta unik. Simak ulasan berikut ini sehingga Anda bisa mengetahui apa saja pengaruh lingkup kerja terhadap citra korporasi.

1. Manager yang bagus lebih sukses memperbaiki citra entitas 

Sebanyak dua puluh persen lebih keberhasilan corporate employer branding dipengaruhi oleh kualitas manager. Jadi ketika pimpinannya bagus maka mereka dapat membawa pada iklim korporasi optimal.

Para pekerja juga akan merasa nyaman berada di bawah naungan pihak tersebut. Ini tentu saja memberikan kesan bagus sehingga jika ada orang luar bertanya bagaimana kualitas bekerja disana pasti akan dijawab menyenangkan.

2. Korporasi dengan citra bagus pelamarnya jauh lebih kompeten 

Salah satu dampak dari kualitas citra korporasi adalah potensi dari para pelamar baru. Semakin bagus kondisinya maka pekerja potensial juga tidak ragu untuk mengajukan diri bekerja disana.

Menurut statistik sebuah entitas dengan citra bagus mendapatkan lima puluh persen lebih banyak pekerja kompeten. Jadi ini memang membuat peluang tumbuhnya deadwood semakin rendah.

3. Lebih cepat mendapatkan talenta baru 

Ketika corporate employer branding dilakukan secara optimal maka mendapatkan talenta baru bukan perkara sulit. Dalam persaingan bisnis seperti sekarang pembajakan tenaga kerja bukan hal tabu lagi.

Jadi jika ingin memperoleh talenta muda berbakat lihat dulu seperti apa kondisi dapurnya. Gaji ternyata belum tentu menjadi motivasi utama terutama bagi para karyawan milenial.

4. Pelamar lebih memilih korporasi dengan citra bagus 

Memang trend jobseeker era sekarang jauh berbeda dengan satu dekade lalu. Gaji bukan lagi sebuah penentu banyaknya para pelamar baru bagi entitas tertentu, justru lebih pada kondisi pekerjaannya.

Para pekerja era modern tidak masalah dibayar lebih rendah selama lingkupnya menyenangkan. Ini adalah bentuk perubahan pola pikir manusia yang menunjukkan mereka lebih suka kenyamanan dibandingkan kekayaan.

Dengan mengetahui empat pengaruh tersebut tentu saja sekarang Anda menyadari bagaimana pentingnya citra korporasi. Jangan anggap remeh karena perusahaan dengan citra buruk biasanya hanya diisi oleh tenaga kerja berlabel deadwood.

Strategi Corporate Employer Branding yang Efektif

Jika ingin memiliki karyawan bertalenta bagus implementasikan beberapa strategi berikut ini. Sehingga entitas yang Anda kelola sekarang dan kedepan tidak akan diisi dengan manusia deadwood.

1. Budaya korporasi

Membentuk budaya korporasi yang sehat adalah strategi pertama dari sisi internal. Jadi jika itu sudah dilakukan maka employer branding akan secara otomatis keluar sendiri dari mulut para pekerjanya.

Jika memang pengalaman bekerja di sana nyaman, memberikan ilmu, dan mendukung perkembangan potensi ini akan jadi bukti otentik. Jadi sebagai manajer Anda harus menghabisi potensi racun dalam jajaran internal.

2. Job deskripsi yang jelas 

Salah satu kesalahan paling sering terlihat dari pamflet pencairan kerja di Indonesia adalah job deskripsi tidak jelas. Misalnya Anda melamar sebagai seorang tenaga ahli dari entitas produsen tertentu.

Namun setelah masuk ternyata masih harus melakukan penjualan yang notabene bukan bidang Anda. ini harus diperbaiki karena jelas akan mengecewakan para pegawai meskipun bayarannya lumayan.

Sekarang para karyawan muda bekerja bukan hanya untuk mencari uang semata. Mereka ingin melakukan pekerjaan yang dicintai sehingga bisa menjalankan hidupnya secara nyaman.

3. Peluang karir

Jika sudah masuk dalam perusahaan tertentu seperti apa peluang perkembangan karirnya. Ini juga jarang ditemui di Indonesia karena sudah rahasia umum jika peluang perkembangan karir ada jalur lain.

Ketika hal tersebut sudah menjadi cerminan di luar korporasi jelas pekerja baru akan pikir ulang ketika hendak masuk ke sana. Kita harus jelaskan secara transparan seperti apa peluang karir dalam entitas terkait.

4. Testimoni 

Ini adalah salah satu strategi yang bisa dipicu namun sulit dikontrol secara maksimal. Testimoni ini tentu saja harus diberikan oleh karyawan dari sebuah entitas yang mempekerjakannya.

Namun lebih baik jika itu keluar bukan atas alasan manajer untuk mengeluarkan kata-kata indah. Corporate employer branding yang keluar secara alami akan menjadi testimoni paling bagus.

Keempat strategi tersebut sudah terbukti menjadi kunci produktivitas jangka panjang entitas di luar negeri. Indonesia kapan, kita tidak bisa tahu mungkin butuh setengah dekade lagi sampai ke sana.

Kunci Penting Dalam Corporate Employer Branding

Dari semua materi tadi sebenarnya kita dapat menarik sebuah kesimpulan guna mendapatkan kunci utama. Hal paling penting ketika ingin membentuk citra perusahaan adalah bagaimana memperlakukan pekerjanya secara manusiawi.

Ini adalah hal simpel yang sering dibuat kompleks oleh pakar humaniora di beberapa entitas besar Indonesia. Karyawan ingin bekerja secara fleksibel dan tidak terlalu banyak micromanagement.

Sebagai employer Anda juga harus sadar bahwa apapun proses dilakukan selama hasilnya bagus tidak masalah. Ini adalah kunci corporate employer branding yang sukses dan mudah dilakukan.

Karena ketika mereka melamar ke sana sudah jelas dia sadar akan kemampuannya sendiri. Sehingga ketika para pekerja diperlakukan seperti boneka perpanjangan tangan atasan itu akan membuatnya kurang nyaman.

Selain itu ketika kita memperlakukan para pekerja secara fleksibel justru kontrol akan semakin mudah. Otak Anda sebagai atasan juga tidak akan terbakar karena terlalu banyak mengurus pegawai secara langsung.

Jadi ketika kita sudah mempelajari berbagai aspek tersebut segera terapkan sekarang juga. Karena corporate employer branding dapat menentukan seperti apa masa depan dari sebuah entitas.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Seberapa pentingkah waktu sendiri bagi manusia? Maka jawabannya adalah sangat penting dan harus, mengapa demikian? Bukankah, Anda adalah makhluk so

Saat Anda tidak ingin bekerja sebenarnya bukan merupakan masalah serius, tetapi harus menjadi catatan penting sebelum semuanya menjadi lebih parah,