Panduan Utama Melakukan Wawancara Kerja Terstruktur

Bagi seorang HR atau Human Resource perusahaan, panduan utama melakukan wawancara terhadap karyawan penting diperhatikan. Apalagi bagi HR yang masih pemula dan baru pertama kali melakukan interview pelamar kerja.

Ada satu hal perlu dihindari oleh HR saat mewawancarai pelamar kerja, yaitu langsung memberikan penilaian saat pertama kali bertemu atau melihat. Kegiatan wawancara menjadi tidak berfungsi dengan baik bila hal seperti ini terjadi.

Secara umum, ada tiga jenis wawancara yang dipakai, yaitu terstruktur, semi terstruktur serta tidak terstruktur. Mengenai panduan utama melaksanakan interview terstruktur, Anda bisa menyimak uraian berikut.

Uraian Singkat Mengenai Pengertian Wawancara Terstruktur]

Panduan Utama Melakukan Wawancara Kerja Terstruktur
via: Freepik

Sebelum menerapkan panduan utama melakukan wawancara terstruktur, alangkah baiknya bila Anda memahami pengertiannya terlebih dahulu. Wawancara terstruktur merupakan salah satu metode interview dengan pertanyaan sudah disiapkan sebelumnya.

Pertanyaan sudah disusun sedemikian rupa sebagai salah satu upaya mengumpulkan data konsisten pada topik tertentu dari pelamar kerja. Tujuannya tidak lain untuk membandingkan jawaban antara pelamar kerja satu dengan lainnya melalui cara sama.

Jadi, proses seleksi dan komparasi kandidat menjadi lebih mudah. Sifat metode interview ini data driven dan secara umum memakai pendekatan kuantitatif. Metode ini bukan hanya dipakai pada wawancara kerja saja, tapi juga kegiatan lain seperti pengumpulan survei berbagai bidang.

Panduan utama melakukan wawancara terstruktur ini melalui pengumpulan informasi atau pertanyaan relevan berhubungan dengan narasumber. Berbanding terbalik dengan jenis wawancara tidak terstruktur yang pertanyaannya tanpa melalui persiapan sebelumnya.

Inilah Waktu yang Tepat Menggunakan Wawancara Terstruktur

Tanya jawab secara terstruktur lebih mudah dilakukan serta dianalisa. Tapi, saat menyusun pertanyaan tidak boleh sembarangan. Perlu adanya validasi sampel pertanyaan melalui uji coba sebelumnya supaya kegiatan interview terhadap banyak kandidat terlaksana secara sistematis.

Mengajukan pertanyaan sama dengan urutan sama dalam interview akan menjadi sebuah kebiasaan alam sadar yang membuat opini saat proses seleksi kandidat minim kesalahan. Beberapa waktu yang tepat menggunakan wawancara terstruktur saat proses hiring antara lain:

  • Mempunyai tujuan atau niat melakukan perbandingan antara kandidat satu dengan yang lain berdasarkan persyaratan objektif. Setelah itu, mengumpulkan data untuk membantu membuat keputusan, kandidat mana yang paling tepat untuk dipilih.
  • Sudah memahami dengan baik kebutuhan recruitment pekerjaan, baik dalam hal kemampuan teknik maupun soft skill.
  • Mempunyai sumber daya dan waktu yang minim untuk melakukan perbandingan kandidat, sehingga hanya dapat berharap output dari wawancara tanpa adanya bantuan lain.

Beragam Perbedaan Wawancara Kerja Terstruktur dan Tidak Terstruktur

Panduan utama melakukan wawancara kerja terstruktur dengan yang tidak tentu saja berbeda. Konsep dari pengajuan pertanyaan terhadap para kandidat atau pelamar kerja saja sudah berbeda. Perbedaan kedua jenis ini beberapa diantaranya yaitu:

  • Dari segi pertanyaan, sudah disebutkan sebelumnya bahwa jenis terstruktur sudah dipersiapkan dan antara kandidat satu dengan lainnya dibuat dengan pola sama. Sedangkan jenis tidak terstruktur, pertanyaan tanpa persiapan dan cenderung menyesuaikan kondisi kandidat, sehingga percakapan lebih interaktif.
  • Dari segi jumlah narasumber, biasanya jenis terstruktur digunakan untuk jumlah cukup besar. Supaya lebih efisien waktu, tidak heran bila seluruh kandidat mendapatkan pertanyaan sama. Sedangkan jenis tidak terstruktur, kerap dipakai saat jumlah narasumbernya sedikit.
  • Dari karakteristik wawancara, jenis terstruktur sifatnya lebih sistematis dan homogen. Sedangkan tidak terstruktur, pola interview menyesuaikan dengan keadaan narasumber dan kebutuhan pihak yang mengajukan pertanyaan.

Berbagai Keuntungan Menerapkan Wawancara Terstruktur

Bila panduan utama melakukan wawancara terstruktur dilakukan dengan baik dan optimal, berbagai keuntungan bisa diperoleh. Apa sajakah keuntungan dimaksud? Beberapa diantaranya:

1. Kredibilitas serta Reliabilitas Lebih Baik

Keuntungan pertama, kredibilitas dan reliabilitas lebih baik karena seluruh kandidat diberikan pertanyaan sama. Selain mempermudah dalam proses komparasi, hal ini juga memudahkan pengambilan keputusan hiring lebih baik.

Baca: 10 Softskill yang Harus Dikuasai di 2022

2. Mengurangi Tingkat Bias Implisit

Keuntungan berikutnya, mengurangi tingkat bias implisit serta risiko pengaruh opini pribadi. Bias implisit merupakan sebuah sikap bawaan yang menimbulkan tindakan berpihak pada sekelompok orang berdasarkan aspek tertentu.

Seperti penampilan, gender, umur, orientasi seksual, latar belakang pendidikan, usia dan lain sebagainya. Melalui panduan utama melakukan wawancara terstruktur yang baik, tindakan adil menjadi terlaksana dan meminimalisir risiko diskriminasi.

3. Mudah Dipakai, Efisien Biaya dan Hemat Waktu

Interview terstruktur mudah diimplementasikan dan tidak menghabiskan terlalu banyak biaya. Sebab, dari banyaknya kandidat di wawancara, Anda akan lebih mudah melakukan seleksi dan membuat keputusan dibandingkan memberikan pertanyaan berbeda.

Efisiensi biaya berkaitan erat dengan penghematan waktu. Dengan pola pertanyaan sama, akan mempermudah pewawancara dalam melakukan interview, sehingga waktu dibutuhkan lebih singkat.

4. Membantu Pembuatan Keputusan Berdasarkan Data Driven 

Panduan utama melakukan wawancara yang baik akan memudahkan Anda dalam proses pembuatan keputusan berdasarkan data driven. Hasil terbaik bisa diperoleh dari data yang sudah dikumpulkan sesuai kegiatan wawancara terhadap pelamar kerja.

5. Proses Melakukan Prediksi terhadap Kinerja Pekerjaan Lebih Baik

Melalui interview terstruktur, proses melakukan prediksi terhadap kinerja pekerjaan lebih baik. Hal ini sudah dibuktikan oleh penelitian akademis yang dilakukan selama dua puluh tahun lebih terakhir.

Berdasarkan penelitian meta analisis, menunjukkan bahwa interview melalui metode ini lebih efektif dua kali lipat dalam proses memprediksi kinerja pekerjaan dibandingkan tidak terstruktur.

6. Memberikan Pengalaman Kandidat Lebih Baik

Panduan utama melakukan wawancara yang tepat akan memberikan pengalaman kandidat lebih baik. Mesin pencarian Google menemukan bahwa sejumlah 35 persen kandidat ditolak melalui interview terstruktur lebih bahagia dibandingkan yang tidak.

Beberapa Kekurangan Wawancara Terstruktur Penting Diketahui

Setiap metode interview memiliki kekurangan, termasuk juga jenis terstruktur. Bukan hanya kelebihan, interview terstruktur memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan, beberapa diantaranya:

  • Dianggap kurang fleksibel karena pertanyaan baru tidak bisa diungkapkan secara tiba-tiba saat proses interview.
  • Tidak mempunyai detail karena pertanyaan yang diberikan sifatnya tertutup dan jenis data dihasilkan kuantitatif, sehingga tidak dapat digali lebih dalam.
  • Membutuhkan waktu untuk dikembangkan serta dipersiapkan sebelum diterapkan oleh pewawancara terhadap pelamar kerja.
  • Perlu dilakukan penyegaran pertanyaan baru. Hal ini perlu dilakukan karena pertanyaan umum yang kerap diajukan akan membuatnya mudah diketahui oleh kandidat dan ada kemungkinan seluruh jawaban benar.
  • Pertanyaan standar yang sudah ditentukan membuat personalisasi pendekatan kepada setiap kandidat kurang.

Panduan Utama Melakukan Wawancara Kerja Terstruktur Supaya Berhasil

Panduan Utama Melakukan Wawancara Kerja Terstruktur
via: Freepik

Proses tanya jawab oleh HR atau pewawancara kepada kandidat tidak akan memberikan hasil optimal bila dilakukan secara sembarangan. Supaya berhasil, ikuti cara atau panduan dalam melakukan wawancara terstruktur berikut:

1. Tentukan Kompetensi Utama

Panduan utama melakukan wawancara pertama, tentukan kompetensi utama apa yang harus dipunyai oleh kandidat ideal sesuai posisi pekerjaan. Melalui langkah ini, Anda bisa memahami tujuan dari pelaksanaan wawancara kerja nantinya.

Selain itu, Anda juga bisa menentukan pertanyaan apa saja yang sekiranya relevan dengan posisi pekerjaan beserta kondisi pelamar kerja. Caranya, buka deskripsi pekerjaan dan temukan tugas paling penting beserta persyaratannya.

Lalu, buat daftar skill, keterampilan serta perilaku yang dibutuhkan dalam mengelola tugas. Melalui panduan utama melakukan wawancara ini, Anda memperoleh daftar kompetensi, kualitas utama serta atribut sebagai syarat yang harus dipenuhi pelamar.

2. Pilih Pertanyaan yang Akan Diajukan dalam Wawancara

Panduan berikutnya, pilih pertanyaan terbaik yang akan diajukan dalam wawancara. Terdapat dua jenis pertanyaan umum diterapkan dalam interview terstruktur, yaitu perilaku dan situasional.

Pertanyaan perilaku berhubungan dengan pengalaman serta perilaku kandidat sebelumnya yang tentu saja relevan terhadap pekerjaan. Jadi, perilaku spesifik masa lalu kandidat merupakan salah satu prediktor baik untuk kinerja di masa depan.

Salah satu contoh pertanyaannya bisa dimulai dengan kalimat awalan “Ceritakan mengenai waktu….”. Pertanyaan situasional bertujuan memperoleh kandidat dengan skenario hipotesis.

Panduan utama melakukan wawancara satu ini harus tepat supaya Anda bisa memperoleh pekerja sesuai kebutuhan. Pada interview situasional, pelamar kerja akan ditanyai tentang tindakan yang dilakukan saat berada di situasi tertentu terkait pekerjaan.

Jadi, Anda meminta mereka melakukan prediksi dari perilaku di masa depan dalam kondisi tertentu. Salah satu contoh pertanyaannya, dimulai dengan kalimat “Apa yang akan Anda lakukan saat berada pada situasi…”.

3. Lakukan Pengembangan Skala Penilaian

Langkah selanjutnya, lakukan pengembangan skala penilaian. Anda perlu menentukan standar peringkat untuk membantu mengevaluasi jawaban setiap jawaban yang diajukan kepada pelamar kerja.

Panduan utama melakukan wawancara mengenai skala penilaian ini bebas. Skala yang paling sering dipakai dalam interview terstruktur yaitu lima poin. Setiap skala mempunyai nilainya masing-masing.

Misalnya 1 berarti buruk, 3 rata-rata dan 5 sangat baik. Kategori skala ini bisa ditentukan melalui jawaban para pelamar kerja. Terpenting, harus jelas jawaban bagaimana yang termasuk buruk, rata-rata serta sangat baik.

4. Mulai Lakukan Wawancara Kerja Terstruktur

Setelah beberapa langkah sebelumnya dilakukan, Anda bisa mulai melakukan proses wawancara kerja terstruktur. Ada beberapa tips bisa Anda terapkan supaya prosesi tanya jawab berjalan lancar, antara lain:

  • Ciptakan suasana santai supaya pelamar kerja merasa lebih tenang. Seperti kita tahu bahwa interview merupakan salah satu momen sangat menegangkan bagi banyak pelamar kerja.
  • Anda perlu memberikan gambaran kepada kandidat terkait mengenai proses wawancara. Jadi, mereka memahami dengan baik apa yang diharapkan oleh perusahaan. Informasikan durasi interview berlangsung. Mulai dengan melakukan perkenalan diri, menyebutkan pekerjaan serta posisinya.
  • Penting dipahami bahwa panduan utama melakukan wawancara terstruktur terpaku dengan daftar pertanyaan. Jadi, Anda perlu fokus pada daftar pertanyaan yang ada dengan tidak membedakan kandidat satu sama lain.
  • Selama proses interview, buatlah catatan dan tulis setiap jawaban pelamar kerja. Melalui cara ini, bisa membantu Anda dalam proses menentukan skor yang nantinya pelamar kerja peroleh dan memastikan bahwa penilaian dilakukan secara adil.
  • Tips terakhir, berikan penutupan dengan cara menanyakan kepada pelamar kerja apakah mempunyai pertanyaan. Langkah lanjutan serta jangka waktu yang diinginkan pada proses perekrutan perlu dijelaskan. Kemudian, berikan ucapan terima kasih kepada para kandidat yang sudah berkenan datang. 

5. Lakukan Evaluasi Jawaban Para Kandidat

Panduan utama melakukan wawancara terakhir, lakukan evaluasi jawaban dari para kandidat. Bila Anda sudah menerapkan tata cara sebelumnya, langkah terakhir ini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat.

Anda hanya perlu membuka catatan yang sebelumnya dibuat mengenai jawaban dari para kandidat, lalu memberikan skala penilaian sesuai ketentuan. Sesudah menilai seluruh tanggapan kandidat, Anda bisa memperoleh nama yang mendapatkan peringkat terbaik.

Jadi, pastikan sebelum melakukan interview, Anda sudah memahami dengan baik pertanyaan yang akan diajukan nantinya kepada para kandidat. Terapkan panduan utama melakukan wawancara kerja terstruktur di atas supaya mendapatkan hasil optimal.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

Workaholic yang Malas. Content Writer & Seo Specialist.

1 Comment

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Codemi Publication

    Sebagai industri yang berhubungan manusia HR pastinya menjadi industri yang sangat dinamis dan terus menghadirkan tren HR terbaru setiap harinya. M

    Codemi Publication

    Perkembangan karyawan pada dasarnya merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam usaha untuk mendukung tumbuh kembang bisnis. Hal ini di

    Unduh Codemi Learning Report 2021

    X