Meningkatkan Kompetensi Karyawan Melalui Training dengan Gamifikasi

Karyawan merupakan bagian terpenting dalam suatu perusahaan, oleh karena itu perlu upaya meningkatkan kompetensi karyawan agar produktivitasnya semakin meningkat. Peningkatan kompetensi bisa dilakukan melalui berbagai cara, bisa menggunakan cara konvensional seperti diklat, memberi beasiswa, dan pelatihan rutin. Tujuannya adalah memiliki keterampilan baru atau meningkatkan keterampilan sebelumnya.

Namun saat ini seiring berkembangnya teknologi informasi dan berbagai pembelajaran via daring atau internet, kini opsi baru muncul sebagai upaya meningkatkan kemampuan dari masing – masing karyawan. Tidak lagi hanya terpatok pada teknik lama, bisa menggunakan inovasi baru berbasis daring. Seperti melakukan webinar rutin atau membuatkan sistem pembelajaran online.

Namun salah satu kesulitan dari pembelajaran berbasis internet semacam ini adalah kontrol yang kurang kuat. Bisa saja para peserta pembelajarannya tidak tertarik mengikutinya atau tidak bersungguh – sungguh dalam belajarnya. Sehingga tujuan untuk membentuk sumber daya manusia berkualitas tentunya akan terhambat. Perlu mencari cara meningkatkan kompetensi pada karyawan.

Teknik Gamifikasi Bisa Menjadi Alternatif Solusi

Berdasarkan pendapat Albert Bandura, pembelajaran seseorang bisa terjadi di mana saja serta dipengaruhi oleh lingkungan dan pengondisiannya. Memberikan reward atau pendorong tertentu bisa meningkatkan kompetensi karyawan serta motivasi dalam proses belajarnya. Sehingga pembelajar akan lebih menikmati prosesnya serta berkeinginan terus dalam menyelesaikannya.

Salah satu bentuk penguat dalam proses belajar adalah adanya hadiah atau pencapaian tertentu yang dapat terukur dan dinikmati secara kongkrit. Contohlah ketika seseorang ada tambahan pekerjaan dengan bonus tertentu, ketika informasi tersebut disampaikan karyawannya lebih semangat. Sedangkan ketika tidak disampaikan, ada kemungkinan bertanya – tanya serta kurang semangat.

Pada dasarnya hasil kegiatan belajar sangat sulit diukur, bertambahnya ilmu tidak terlihat hasilnya. Karenanya perlu menampakkan secara kongkret hasilnya. Apabila mengadopsi permainan, bisa dibentukkan dalam poin pencapaian. Poin tersebut nantinya akan diakumulasi serta ditukarkan dengan hadiah tertentu. Serta dapat diperbandingkan pada papan peringkat.

Menyadari hal ini Nick Pelling memberikan solusi dalam proses belajarnya, yaitu mengadopsi nilai – nilai permainan dalam proses pembelajarannya. Teknik ini kemudian disebut sebagai gamifikasi. Berbagai materi rumit akan dipecah menjadi quest (misi) terpisah yang nantinya harus diselesaikan sesuai prosedur serta tahapan trainingnya.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Gamifikasi

Untuk kebutuhan training demi meningkatkan kompetensi karyawan, gamifikasi bisa menjadi alternatif unik dan baru dalam proses pelatihannya. Terutama mampu membendung rasa malas serta terbebani ketika harus belajar lagi setelah lelah bekerja. Yaitu dengan mengoptimalkan berbagai multimedia serta pencatatan progres selama masa training.

Manfaat lainnya adalah masing – masing peserta bisa mengatur sendiri jadwalnya, melihat perkembangan proses belajarnya, serta membandingkan dengan berbagai peserta lainnya. Demikian akan terbentuk budaya berkompetisi ataupun berkolaborasi dalam memecahkan berbagai masalah serta tantangan mereka. Sehingga selain keterampilan meningkat, juga solidaritasnya tinggi.

Namun teknik ini sendiri juga memiliki kelemahan. Meskipun memang sudah terbukti mampu membuat proses pembelajarannya menjadi sangat menyenangkan, tetapi belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa penggunaan teknik ini bisa meningkatkan kualitas proses trainingnya. Bisa saja orang hanya termotivasi untuk meraih poin tertinggi serta menukarkannya demi hadiahnya saja.

Menyusun Training dengan Gamifikasi yang Ideal

Memang teknik ini mengandung risiko ketika digunakan, tetapi tidak bisa dilupakan juga manfaat besarnya demi meningkatkan motivasi. Sehingga bisa meningkatkan kompetensi karyawan juga. Salah satunya adalah dengan memiliki LMS (learning Management System) atau sistem manajemen pembelajaran. Terlebih ketika menggunakan mode daring atau berbasis internet.

Sepertinya sulit memang, tetapi era modern ini terdapat berbagai kemudahannya. Salah satunya adalah telah tersedia platform pengelolaan pembelajaran bahkan didesain khusus untuk perusahaan, yaitu Codemi. Codemi adalah sebuah platform yang berkomitmen mempermudah perusahaan dalam proses pengembangan karyawan melalui sistem cloud.

Berbagai fasilitas ditawarkan, mulai dari pengelolaan kelas, katalog belajar, konten yang siap dipakai, serta teknik gamifikasi. Berbagai kemudahan akan diberikan pada perusahaan, sehingga perusahaan bisa terfokus pada pengembangan karyawannya. Dengan demikian mampu meningkatkan kompetensi pada karyawan secara efisien. Untuk detail informasinya bisa mengunjungi link https://codemi.co.id/.

Karyawan menjadi titik utama dalam mengembangkan perusahaan, mulai dari menjalankan berbagai tugas – tugas terkait, hingga menjadi aset perusahaan. Berbagai inspirasi, inovasi, serta kemajuan muncul berkat karyawannya yang senantiasa bergelut serta memiliki kompetensi tinggi. Karenanya silakan atur traningnya menggunakan Codemi agar mampu meningkatkan Kompetensi karyawan.


Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Apa itu pembelajaran kolaboratif? Secara singkat, pembelajaran kolaboratif adalah metode pembelajaran yang mendorong peserta untuk membentuk tim da

Apa yang menjadikan sebuah perusahaan dinilai hebat? Ada yang menjawab modal usaha yang besar, ada pula yang mengatakan laba usaha yang meningkat s