Mengenal Metode Pembelajaran Micro Learning

Micro-learning sebagai metode pembelajaran jangka pendek memang lebih sering digunakan dalam perusahaan, misalnya dalam pelaksanaan training. Tidak bisa dipungkiri bahwa hampir semua perusahaan bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dengan menekan pengeluaran, tapi tetap mengutamakan kualitas dan pelayanan yang diberikan pada konsumen atau pelanggan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu perusahaan harus memiliki strategi yang baik agar tidak kalah saing dengan kompetitor. Inovasi harus selalu dilakukan agar bisnis yang dijalankan terus berkembang dan maju. Salah satunya adalah dengan mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dari karyawan sebagai SDM yang penting untuk perusahaan.

Training sering dilakukan sebagai salah satu metode pembelajaran yang dipilih perusahaan karena membutuhkan waktu yang lebih singkat. Apabila metode pembelajaran yang diberikan pada karyawan terlalu lama, tentu dapat mengganggu waktunya bekerja dan pada akhirnya kinerja perusahaan juga akan terganggu jadi training menjadi pilihan yang tepat.

Micro-learning sebagai metode pembelajaran semakin populer digunakan oleh banyak perusahaan untuk mengembangkan karakter atau keterampilan yang harus dimiliki karyawan sebagai SDM perusahaan. Sebelum melangkah lebih jauh tentang training, ada baiknya kita memahami dahulu tentang micro learning, mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, ciri khas hingga fungsi.

Pengertian Micro Learning Sebagai Pembelajaran Jangka Pendek

Micro-learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang membutuhkan waktu lebih singkat. Itulah mengapa micro-learning atau micro-teaching sering disebut sebagai pembelajaran dengan jangka pendek. Sebenarnya, micro-learning tidak memiliki definisi baku yang bisa diberikan, namun dengan pengertian tersebut tentunya kita sudah bisa memahami prinsip dari metode ini.

Banyak orang sepakat bahwa micro-learning sebagai metode pembelajaran dengan waktu yang singkat, seperti training, seminar, workshop dan lain sebagainya. Pasti sudah tidak asing dengan acara singkat tersebut, bahkan sering mengikutinya sehingga pasti tahu bagaimana prinsip pembelajaran micro-learning yang bisa dilakukan dengan proses singkat.

Pembelajaran ini biasanya dilaksanakan dalam hitungan hari atau bahkan jam. Terkadang kita juga mendapatkan sertifikat untuk pembelajaran singkat tersebut sebagai pengakuan bahwa kita pernah mempelajari skill atau ilmu tentang isi dari pembelajaran tersebut. Sertifikat ini terkadang berguna dalam melamar pekerjaan karena memperlihatkan keterampilan atau kemampuan kita.

Micro-learning biasanya diadakan oleh lembaga pendidikan, seperti sekolah, kampus atau bisa juga diadakan oleh perusahaan. Berbagai tema dan konsep micro-learning bisa dijumpai sekarang ini sehingga belajar tidak harus menempuh pendidikan yang lama, tapi juga bisa dengan mengikuti micro-learning sebagai metode pembelajaran yang singkat.

Tujuan dari Metode Micro Learning

Setiap metode pembelajaran tentu memiliki tujuannya masing-masing sehingga bisa memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan. Seperti halnya micro-learning yang memiliki dua tujuan, yaitu untuk peserta atau karyawan dan untuk pemberi materi. Tentunya harus memahami tujuan dari micro-learning agar bisa menyesuaikan tema dan konsepnya.

Tujuan micro-learning sebagai metode pembelajaran untuk peserta atau karyawan, yaitu memberikan pelatihan sejumlah keterampilan dasar dalam bekerja sesuai bidang kerja yang dipilih dengan memberikan pengalaman nyata. Tujuan kedua adalah memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan keterampilan yang dimilikinya sebelum mereka mengerjakan tanggung jawabnya sebagai karyawan.

Tujuan terakhir micro-learning untuk karyawan sebagai peserta adalah untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan latihan keterampilan dan memahami kapan waktunya untuk menerapkan keterampilan tersebut. Selain untuk peserta, micro-learning juga memiliki tujuan tersendiri untuk pemberi materi dalam pembelajaran yang dilakukan di perusahaan.

Tujuan pertama micro-learning sebagai metode pembelajaran untuk pemberi materi adalah untuk memberikan penyegaran keterampilan dasar yang dimilikinya, untuk menambah pengalaman dan mengembangkan profesinya, terakhir adalah untuk mengembangkan sikap terbuka terhadap kritik atau kekurangan yang mungkin dimiliki dan terbuka dengan pembaharuan di dunia kerjanya.

Manfaat yang Didapat dari Micro Learning

Selain tujuan, juga diperlukan untuk memahami tentang manfaat apa yang didapatkan dengan memilih metode pembelajaran singkat ini. Menurut ahli bernama Brown dan Ametrong (1975), diketahui bahwa ada enam manfaat dari micro-learning yang bisa didapatkan. Dengan begitu, akan lebih yakin dalam mengikuti atau melaksanakan micro-learning.

Manfaat pertama micro-learning sebagai metode pembelajaran adalah mampu meningkatkan kemampuan peserta atau karyawan dalam bekerja sesuai bidangnya karena telah mendapatkan pembelajaran atau pelatihan. Manfaat berikutnya adalah meningkatkan keterampilan saat bekerja karena telah mengikuti micro-learning yang bersifat aplikatif sehingga ilmunya bisa langsung diaplikasikan di dunia kerja.

Manfaat ketiga adalah meningkatkan prestasi, artinya karyawan yang telah mengikuti micro-learning mampu menunjukkan prestasinya di dunia kerja dibanding karyawan yang tidak mengikuti micro-learning. Sayangnya, pengajaran dalam waktu singkat ini kurang memperlihatkan hasil bagi peserta atau karyawan yang sudah memiliki kemampuan tinggi di bidang kerjanya.

Manfaat micro-learning yang berikutnya adalah lingkungan kerja menjadi lebih baik karena pembelajaran singkat ini biasanya disematkan humor atau games sehingga interaksi antar karyawan menjadi lebih santai. Micro-learning memberikan manfaat yang lebih signifikan untuk keterampilan karyawan dibanding pembelajaran lisan atau nasihat saja.

Ciri Khas dari Micro Learning

Sebenarnya, kita sudah mengenal banyak jenis metode pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan atau ilmu pengetahuan di bidang kerja. Tapi, setiap metode pembelajaran pasti memiliki ciri khas masing-masing, begitu juga dengan micro-learning sebagai metode pembelajaran yang memiliki ciri khas tersendiri dibanding metode pembelajaran lainnya.

Ciri khas pertama adalah jumlah peserta atau karyawan yang mengikuti micro-learning cukup sedikit, yaitu antara 5 sampai 10 orang. Waktu yang dibutuhkan dalam pembelajaran ini juga cukup terbatas, mulai dari dalam hitungan menit, jam, hingga hari. Waktu yang singkat ini membuat tujuan pembelajaran harus tercapai.

Salah satu caranya adalah dengan membatasi jumlah peserta yang ikut agar pemberi materi bisa lebih fokus pada semua peserta sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik. Waktu yang terbatas juga memengaruhi bahan atau materi yang diajarkan menjadi lebih sedikit sehingga harus bisa dipilih materi terbaik.

Bukan hanya itu, komponen mengajar yang dikembangkan juga terbatas, tidak seperti metode pembelajaran yang berlangsung lama sehingga bisa berganti-ganti atau menggunakan berbagai komponen mengajar. Itulah mengapa diperlukan keterampilan pemberi materi untuk memanfaatkan waktu singkat yang tersedia untuk memaksimalkan pembelajaran agar mencapai tujuan.

Fungsi Secara Umum Micro Learning

Pembahasan terakhir mengenai micro-learning sebagai metode pembelajaran adalah tentang fungsinya secara umum. Fungsi pertama dari micro-learning adalah fungsi instruksional di mana pembelajaran ini berfungsi untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan karyawan. Fungsi ini juga menggambarkan bagaimana kita menerapkan pengetahuan metode dan teknik mengajar dalam dunia kerja.

Fungsi micro-learning yang kedua adalah fungsi pembinaan. Pembelajaran ini berfungsi untuk memberikan pembekalan dan pembinaan bagi para karyawan sebelum terjun langsung ke bidang pekerjaannya nantinya. Dengan begitu, karyawan akan lebih siap dan mampu menentukan langkah terbaik dalam menyelesaikan tanggung jawabnya di bidang kerjanya.

Ketiga adalah fungsi integralistik di mana metode pembelajaran ini juga berguna untuk menguji kualitas yang dimiliki oleh karyawan, apakah memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Fungsi terakhir dari micro-learning adalah fungsi eksperimen atau uji coba karyawan terhadap strategi yang dimilikinya, apakah memberikan hasil yang baik. Bagi Perusahaan yang ingin mengadakan pembelajaran jangka pendek, training bisa menjadi pilihannya. Pengelolaan training internal perusahaan akan lebih mudah menggunakan software dari codemi.co.id. Codemi siap membantu untuk membuat software yang dibutuhkan dalam pengelolaan training sehingga micro-learning sebagai metode pembelajaran jangka pendek dapat terlaksana dengan baik.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Codemi Publication

Mengamati perusahaan besar, pasti ada kebijakan bahwa karyawan harus diberikan pelatihan. Baik kepada karyawan yang baru saja selesai mengikuti sel

Codemi Publication

Bagi seorang pemilik bisnis, tentunya harus memahami bagaimana mengelola karyawan milenial di era teknologi digital ini. Mengingat saat ini generas