Mengapa Karyawan Meninggalkan Perusahaan? 

Ketahui apa alasan karyawan meninggalkan perusahaan sebagai bahan evaluasi agar perusahaan bisa mencegah kejadian tersebut. Generasi di mana karyawan tidak akan menurut begitu saja ketika atasan memberikan pekerjaan di luar tanggung jawab mereka.

Sebenarnya tidak salah juga karena sejak awal telah ada kesepakatan apa saja tugas dan tanggung jawab tiap posisi. Ketika hari libur pekerja menolak atau mengeluh merupakan hal wajar karena waktu libur tersebut menjadi hak mereka untuk sejenak rileks dari kantor.

Lima Alasan Karyawan Meninggalkan Perusahaan

Kenyamanan sebagai pekerja adalah salah satu alasan karyawan resign dan selain itu masih ada banyak lagi. Kami akan merangkum apa saja alasan pekerja memutuskan meninggalkan pekerjaannya dengan atau tanpa berpindah ke tempat baru, di antaranya:

1. Kebijakan akan Keberagaman, Pemerataan, dan Inklusi yang Lemah

Rendahnya kebijakan akan keberagaman, pemerataan, dan inklusi membuat sebagian pekerja merasa terasingkan oleh keadaan. Kesepian yang melanda ini berdampak pada performa karena untuk bersosialisasi santai saja sulit, apalagi untuk urusan pekerjaan.

Keberagaman sudah mengakar dalam kebudayaan Indonesia, pelaksanaannya harus diakui diskriminasi masih cukup sering terjadi. Salah satunya bisa menjadi alasan karyawan meninggalkan perusahaan karena merasa tidak diterima sebagai minoritas oleh mayoritas.

Peran atasan sangat penting untuk mempersatukan seluruh pekerja tanpa pandang bulu melalui berbagai kebijakan maupun upaya menciptakan kenyamanan di kantor. Permasalahan ini bukan hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi secara global.

Permasalahan paling penting dari bentuk ketidakadilan ini salah satunya dari upah yang didasarkan pada gender. Beberapa perusahaan menetapkan kebijakan upah gender x lebih tinggi dari gender y dengan alasan stamina dan sebagainya tanpa melihat kinerja lebih dulu.

Hal ini tidak adil karena belum ada pembuktian perbedaan gender sama dengan perbedaan kualitas bekerja. Akhirnya, ketidakadilan ini menjadi alasan karyawan meninggalkan perusahaan yang hanya bisa dituntaskan oleh pemangku kebijakan perusahaan.

Baca Juga: 3 Kesalahan HRD yang Menyebabkan Karyawan Resign

2. Pesimis dan Kepuasan Kerja Rendah

Kepuasan kerja yang rendah mengakibatkan pesimis atau hilangnya ekspektasi serta harapan dari posisi yang dijalani saat ini. Banyak orang memutuskan pindah kerja karena alasan gaji tidak sesuai atau kesulitan naik jabatan padahal sudah mengabdi cukup lama.

Akhirnya ketika melihat ada kesempatan karir lebih baik di tempat lain, orang-orang pesimis ini memilih untuk berpindah kerja. Sebagian bahkan nekat mengundurkan diri dengan alasan sudah tidak ada lagi harapan dan akhirnya memutuskan mengadu nasib melalui berbisnis.

Sikap pesimis disebabkan dua hal, pertama dari internal pekerja dan kedua dari eksternal. Salah satu alasan karyawan meninggalkan perusahaan ini bisa dari dalam diri apabila memang kompetensi pekerja tidak memenuhi standar perusahaan sehingga merasa minder.

Jika penyebabnya adalah faktor eksternal maka bisa dari lingkungan yang tidak sesuai ekspektasi. Bisa dipicu oleh atasan yang kurang memperhatikan kinerja, bisa dari lingkungan sesama rekan yang tidak memberikan support sebagai partner dalam kerja tim.

Faktor eksternal lainnya juga bisa disebabkan oleh rendahnya gaji jika dibandingkan posisi sejenis dari perusahaan lain. Dua hal yang membuat pesimistis menjadi begitu kuat, yakni gaji rendah dan posisi atau jabatan yang tidak menguntungkan.

Untuk beberapa orang, alasan karyawan meninggalkan perusahaan pesimis terkadang dikesampingkan apabila mengingat kebutuhan hidup. Namun, yang menyadari potensi diri dan bisa berkarir lebih baik maka keputusan keluar dari pekerjaan mudah sekali dilakukan.

Ruginya, untuk perusahaan justru akan kehilangan potensi besar karena mereka yang dengan yakin keluar justru yang memiliki pandangan lebih maju. Solusinya adalah mengevaluasi hak serta kewajiban karyawan apakah sudah sesuai atau belum sempurna.

3. Masalah Mengalahkan Jumlah Gaji

Gaji besar bisa menjadi salah satu penyemangat melakukan pekerjaan, namun jika masalah yang dihadapi lebih besar maka jumlah gaji ini tidak lagi dapat menolong. Permasalahan gaji memang cukup kompleks, di mana kurang akan menjadi masalah besar.

Tetapi, jika pemberian gaji tinggi tanpa pengawasan terhadap kinerja juga tidak efisien dan tidak memberikan alur baik bagi perusahaan. Sepertinya permasalahan gaji kecil menjadi alasan karyawan meninggalkan perusahaan terutama untuk orang tanpa tagihan utang.

Beberapa orang bahkan tidak mempermasalahkan gaji sebagai alasan keluar kerja. Ada juga yang memutuskan keluar karena jenjang karirnya tidak jelas. Sementara dalam bekerja, selain menerima gaji, posisi dalam pekerjaan tersebut juga harus jelas akan menjadi apa.

Baca Juga: Fenomena “The Great Resignation”

4. Kesehatan Mental Terganggu

Permasalahan lain yang kerap menjadi alasan kuat kenapa seseorang keluar dari pekerjaannya karena pekerjaan tersebut sudah mengganggu mental. Kesehatan mental di zaman sekarang ini sering sekali disinggung dan menjadi perhatian dunia.

Ada orang memutuskan bunuh diri karena merasa tidak memiliki support system saat depresi. Memilih kesehatan mental sebagai alasan karyawan meninggalkan perusahaan sepertinya masih bagus dibandingkan bertahan dan akhirnya mengakhiri hidup dengan konyol.

Terganggunya kesehatan mental dapat disebabkan oleh berbagai hal dalam dunia kerja. Paling utama karena adanya tekanan dari berbagai faktor sehingga seseorang sudah tidak sanggup lagi menahannya. Sayangnya, ada yang bisa keluar, ada yang tidak.

Beberapa orang bisa mengatasi kesehatan mental mereka dengan memilih keluar sekalipun belum mendapatkan pekerjaan baru. Namun, lainnya akan memutuskan bertahan dengan alasan kebutuhan hidup atau mahalnya biaya kehidupan sehari-hari.

Sekalipun bertahan, orang dengan kesehatan mental terganggu tidak akan bekerja maksimal. Akhirnya, memilih kesehatan mental sebagai alasan karyawan meninggalkan perusahaan melakukan keputusan tepat karena permasalahan mental dapat mengurangi kinerja.

Untuk mencegah pekerja keluar karena alasan kesehatan mental, peraturan perusahaan mesti diubah atau diperbaiki secara bijak. Atasan harus membuat lingkungan kerja nyaman dan adanya keterbukaan atau transparansi terhadap kebutuhan para pekerja.

Terkadang, alasan karyawan meninggalkan perusahaan memang menjadi kurang masuk akal. Namun, semua karyawan tentunya tetap memiliki hal untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dengan alasan masing-masing.

Namun, jika tanpa alasan jelas seseorang tetap memutuskan keluar dari pekerjaan, maka tipe pekerja seperti ini sebaiknya tidak dipertahankan. Terlebih jika kinerjanya juga mudah dicari pada pekerja lain. Namun, keluarnya pekerja ini harus menjadi bahan evaluasi.

5. Pekerjaan Tidak Sesuai Gaya Hidup 

Terakhir, ketika seseorang sudah memiliki standar gaya hidupnya maka akan sulit untuk menyesuaikan pekerjaan apabila gajinya tidak memenuhi standar. Ketika merasa posisi maupun gaji tidak sesuai kemungkinan jadi alasan karyawan meninggalkan perusahaan.

Keputusan untuk keluar dari pekerjaan akan lebih mudah apabila pekerja ini memiliki kemampuan yang menjanjikan. Mereka akan dengan kuat menganggap tanpa bergantung pada perusahaan tertentu, jenjang karir akan lebih baik dan penghasilan lebih menjanjikan.

Beberapa mungkin bekerja untuk memenuhi kebutuhan harian tanpa sempat memikirkan gaya hidup. Namun, beberapa lainnya sudah pada level lebih lanjut, yakni memikirkan pekerjaan yang gajinya mampu memenuhi gaya hidup mereka sehari-hari.

Pada akhirnya, hanya perusahaan tertentu mampu mempertahankan pekerja mahal. Mahal dari segi kualitas, mahal dari segi bayaran gaji. Jika tidak, maka berbagai alasan karyawan meninggalkan perusahaan akan dikeluarkan untuk bisa lepas dari perusahaan tertentu.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Seberapa pentingkah waktu sendiri bagi manusia? Maka jawabannya adalah sangat penting dan harus, mengapa demikian? Bukankah, Anda adalah makhluk so

Saat Anda tidak ingin bekerja sebenarnya bukan merupakan masalah serius, tetapi harus menjadi catatan penting sebelum semuanya menjadi lebih parah,