Mengapa Budaya Gemar Belajar Penting untuk Perusahaan Anda

Sebuah perusahaan yang menerapkan budaya gemar belajar akan memiliki kesempatan lebih besar dalam medan persaingan. Perkembangan teknologi yang sangat cepat, dibarengi dengan arus informasi deras dari internet mengharuskan perusahaan untuk bisa adaptif. 

Contohnya dua dekade lalu untuk bisa melihat respons atau tanggapan dari pelanggan, perlu menggelar survei yang cukup ribet. Mulai dari menyiapkan angket, menyebarkan ke pelanggan, dan membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. 

Sekarang dengan teknologi digital dan popularitas media sosial, sebuah perusahaan sangat mudah menggali respons dari pelanggannya. Menggunakan mini polling, membuat konten interaktif, dan berbagai challenge, bisa menjadi caranya. 

Pentingnya Budaya Gemar Belajar Bagi Perusahaan

Pembelajaran pada dasarnya adalah sebuah upaya untuk menemukan suatu penyelesaian masalah dengan lebih efektif. Melalui proses pengamatan dan riset aktif, ada banyak sekali manfaat bagi individu maupun tempatnya bekerja. 

Bagi seorang teknisi mampu mengoperasikan mesin lebih efisien, cepat, dan akurat. Bagi tingkat manajemen, senantiasa menemukan cara untuk mengelola karyawannya dengan lebih efektif sehingga menurunkan turn over ratenya. Beberapa manfaat lainnya adalah : 

Membangun Motivasi Karyawannya

Pada dasarnya seorang karyawan memang mencari gaji ketika bekerja, namun uang tidak selalu berhasil menjaga motivasi karyawannya. Menurut Daniel Pink, seorang karyawan akan merasa nyaman dengan pekerjaannya ketika dirinya merasakannya sebagai bagian dari hidupnya.

Kondisi tersebut Daniel Pink sebut dengan autonomy, mastery, dan purpose. Salah satu cara mencapainya adalah senantiasa belajar dan bereksplorasi dengan tujuan mencari langkah yang lebih efisien dalam menyelesaikan masalah. 

Fokus Pada Tujuan

Belajar pada dasarnya memiliki sebuah tujuan, contohnya ketika belajar digital marketing tujuannya adalah mampu melakukan pemasaran berbasis digital. Tujuan tersebut diatur berdasarkan pertimbangan perusahaan, seperti kekuatan dan kelemahannya. 

Mengembangkan budaya gemar belajar akan membuat setiap orang bergerak serta berubah ke arah positif. Setiap perubahan tersebut dapat dikontrol oleh manajemen agar senantiasa searah dengan target, sehingga setiap langkahnya akan terfokus pada tujuan.

Kunci Membangun Kepemimpinan Hebat

Berdasarkan hasil riset dari Deloitte, membangun kepemimpinan hebat tidak hanya cukup dengan memberikan training intensif saja. Melainkan berusaha menanamkan pada diri calon pemimpin tersebut dengan cara memberikan ruang untuk merasakan dan mencobanya. 

Membangun koneksi serta pertemuan beberapa pemimpin kelompok dalam sebuah perusahaan juga mampu mengasah kepekaan dalam memandang dan memecahkan masalah. Perusahaan besar biasanya mengagendakan kegiatan semacam ini secara rutin. 

Kompetitif dalam Persaingan

Untuk menang dalam sebuah kompetisi, kreativitas dan inovasi senantiasa diperlukan dalam menggaet pasar. Kedua komponen tersebut bisa dikembangkan ketika karyawannya senantiasa diberikan kesempatan untuk belajar hal baru dan menerapkannya pada medan kerjanya. 

Cara Membangun Budaya Gemar Belajar di Perusahaan

Belajar adalah sebuah kesadaran untuk senantiasa terbuka pada setiap perubahan dalam dirinya melalui interaksinya dengan lingkungannya. Karenanya meskipun diberikan pelatihan dan pendidikan sebanyak – banyaknya, apabila tidak ada keterbukaan belum dikatakan belajar. 

Membangun budaya belajar (learning culture) dalam lingkungan kerja tidaklah mudah, mengingat perlu peran aktif dari karyawannya sendiri untuk senantiasa mau terbuka dengan perubahan. Karenanya langkah pertama dalam pembangunannya adalah sosialisasi. 

Seorang manajer wajib memberikan nilai penting untuk senantiasa belajar secara terus menerus, termasuk belajar dari kesalahannya di masa lalu. Proses ini perlu investasi waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Bahkan harus dibiasakan dalam sebuah sistem. 

Contohnya untuk mencegah seorang karyawan jatuh pada kesalahan sama untuk kesekian kalinya, alih – alih memarahinya, cobalah untuk menunjukkan titik kesalahannya. Bisa jadi dirinya terjebak pada kesalahan sama karena tidak menyadari letak kesalahannya. 

Langkah berikutnya adalah dengan menetapkan target belajarnya, meskipun diberikan berbagai pelatihan intensif. Namun apabila karyawannya tidak mengetahui target materinya dan keterhubungan dengan pekerjaannya, cenderung hilang motivasi belajarnya. 

Setelah target terbentuk, karyawan akan bisa melihat proses serta capaian dari yang mereka pelajari. Untuk memperkuat hasil belajarnya, kembangkanlah budaya berbagi pengetahuan. Membuatkan forum diskusi atau membuka ruang obrolan bisa jadi salah satu langkahnya. Dunia senantiasa berubah, begitu juga masalah dan alat pemecahan masalahnya juga senantiasa berkembang. Untuk mampu mengikuti perkembangan tersebut, perlu pembelajaran berkelanjutan. Salah satunya adalah membangun budaya gemar belajar di perusahaan. Simak juga ulasan kami mengenai cara merencanakan program pengembangan SDM disini.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

2 Comments

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Codemi Publication

    Sebagai industri yang berhubungan manusia HR pastinya menjadi industri yang sangat dinamis dan terus menghadirkan tren HR terbaru setiap harinya. M

    Codemi Publication

    Perkembangan karyawan pada dasarnya merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam usaha untuk mendukung tumbuh kembang bisnis. Hal ini di

    Unduh Codemi Learning Report 2021

    X