Course Review: Memimpin dan Mengelola Tim dengan Efektif

Dengan memberikan training, sebenarnya saya menjadi lebih paham. Dimana saya harus lebih banyak belajar, dibandingkan dengan peserta training yang saya pimpin. Kali ini, saya akan memberikan materi mengenai bagaimana cara memimpin dan mengelola tim dengan efektif.

Materi yang akan saya berikan ini ditujukan bagi Anda yang berperan sebagai leader, supervisor, Manager, maupun siapa saja yang ingin belajar mengenai cara memimpin dan juga mengelola tim dengan baik dan efektif. Bersama Ahmad Arwani, ikuti kelas ini di Codemi Learning Hub.

Pendahuluan

Dalam modul pertama ini kita akan membahas mengenai managing (pengelolaan) dan juga leading (memimpin). Termasuk diantaranya mengenai dasar-dasar kepemimpinan dan juga jenjang karir dari kepemimpinan tersebut.

1. Dasar-Dasar Kepemimpinan

Sebelum membahas lebih jauh, kita akan membahas mengenai dasar-dasar kepemimpinan terlebih dahulu. Dimana dalam pembahasan ini kita akan berbicara mengenai how to lead and manage others (bagaimana memimpin dan mengelola orang lain).

Seorang leader (pemimpin) hendaknya bisa memiliki kemampuan seperti berikut ini. Diantaranya:

  • Melakukan plan, do, check and action, serta
  • Memiliki kemampuan untuk memimpin 

Dasar-dasar (fundamental) dari kepemimpinan ini diantaranya:

  • Kepemimpinan (leadership) tidak berhubungan dengan hierarki (non hierarkis). Dimana dalam tahap ini, seseorang bisa dikatakan memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain, tanpa dilihat dari jabatan, akademik, dan yang lainnya
  • Kepemimpinan berhubungan dengan relasi (hubungan). Dengan kata lain, Anda perlu menciptakan sebuah hubungan (relasi) untuk memimpin orang lain
  • Kepemimpinan bersifat kontekstual. Dalam arti, seorang pemimpin (leader) haruslah fleksibel

Baca Juga: People Management: Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Hebat

2. Jenjang Karir Kepemimpinan

Dalam modul selanjutnya, saya akan mengajak Anda untuk sedikit flashback ke masa dimana Anda mulai bekerja. Baik itu sebagai staf, officer, dan yang lainnya. Dimana pada masa itu, biasanya Anda membutuhkan arahan dari seseorang yang memiliki jabatan yang lebih tinggi, untuk melakukan setiap pekerjaan.

Sementara saat karir Anda naik, maka skill Anda akan berubah. Hal ini sebenarnya sejalan dengan sebuah riset yang dilakukan oleh Profesor Ram Charand. Dimana dalam risetnya tersebut, beliau berpendapat, bahwa semakin naik jenjang karir seseorang, maka skill yang dimiliki akan berubah.

Dalam arti, jika semasa menjadi staff, officer, maupun kontributor, Anda terpaku pada pekerjaan yang bersifat teknikal (technical competency). Maka saat karir Anda naik menjadi supervisor, maka Anda akan melakukan pekerjaan yang bersifat people management (mengelola tim).

Dalam arti, mungkin saja Anda masih melakukan pekerjaan bersifat technical competency, namun kini porsinya menjadi sedikit berkurang. Selebihnya adalah melakukan pekerjaan yang bersifat people management.

Begitu juga saat Anda naik menjadi Manager. Anda mungkin dihadapkan pada pekerjaan yang bersifat people leadership (memimpin tim). Sementara pekerjaan yang bersifat technical competency dan juga people management berangsung-angsur akan berkurang.

Sedikitnya ada 3 hal yang perlu Anda lakukan dalam melakukan pekerjaan yang bersifat people management dan juga people leadership ini. Diantaranya:

  • Memahami kebutuhan tim
  • Harus menciptakan suasana rasa percaya (trust)
  • Memiliki kemampuan untuk bisa berkomunikasi secara efektif

Memimpin dan Mengelola Tim

Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh seorang supervisor maupun Manager dalam memimpin dan mengelola tim yaitu memahami kebutuhan tim. Bagaimana cara melakukannya? Salah satunya dengan memiliki situation sensing, yaitu memahami mengenai kebutuhan anggota yang satu dan yang lainnya, memahami bahwa si A memiliki keunikan tersendiri dibandingkan si B, dan yang lainnya.

Adapun cara untuk melakukan situation sensing ini diantaranya:

1. Memetakan Tim

Salah satu cara untuk melakukan situation sensing ini yaitu dengan memetakan tim. Dalam arti, Anda perlu membuat peta untuk setiap orang dalam tim Anda, yang pastinya setiap anggota tim tersebut memiliki keunikan tersendiri.

Dalam tahap ini, maka dibutuhkan adanya situational leadership. Dimana dalam prosesnya, ada 4 fundamental (dasar-dasar) yang bisa Anda lakukan. Diantaranya:

  • Jika Anda dihadapkan pada anggota tim yang memiliki kompetensi tinggi, namun komitmen yang rendah, maka Anda perlu memberikan sebuah support/dukungan dan motivasi (supporting)
  • Jika dihadapkan pada anggota tim yang memiliki kompetensi dan juga komitmen yang tinggi, maka Anda perlu memberikan delegasi dengan memberikan job-job yang baru yang bukan bidangnya. Hal ini dikarenakan, orang-orang tersebut pada umumnya membutuhkan tantangan (challenge) yang baru (delegating)
  • Sementara jika Anda dihadapkan pada anggota tim yang memiliki kompetensi yang rendah, namun memiliki komitmen yang tinggi, maka mau tak mau Anda harus melakukan pengarahan (directing), dengan memberikan SOP, sekaligus langkah-langkah yang perlu mereka lakukan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan, dan terakhir
  • Jika Anda menghadapi anggota tim yang memiliki kompetensi dan juga komitmen yang tidak terlalu tinggi, dalam arti biasa-biasa saja, maka Anda perlu memberikan pembinaan (coaching)

2. Mengarahkan Anggota Tim

Khusus dalam modul ini kita akan membahas mengenai cara directing (mengarahkan) anggota tim yang memiliki kompetensi yang rendah, namun memiliki komitmen yang tinggi. Untuk menghadapi anggota tim yang seperti itu, maka Anda bisa menjalankan 5 step (5 langkah). Diantaranya:

  • Tell, menceritakan aktivitas dan langkah-langkah yang harus dilakukan
  • Show, dengan memberikan contoh
  • Let them try, yaitu dengan memberikan kesempatan untuk melakukan apa yang telah Anda ajarkan dan apa yang telah Anda buat
  • Monitoring and correction, yang diakhiri dengan pemberian feedback, dan yang terakhir
  • Recognize, yaitu memberikan apresiasi (recognizing) atas pekerjaan yang telah dilakukan 

3. Memberikan Support Tim dengan Motivasi

Selain dihadapkan pada anggota tim yang memiliki kompetensi yang rendah, namun komitmennya tinggi. Mungkin Anda juga akan dihadapkan pada anggota tim yang memiliki kompetensi yang tinggi, namun memiliki komitmen yang cenderung rendah.

Salah satu cara untuk menghadapi anggota tim dengan karakteristik tersebut, maka cara terbaik dengan memberikan supporting dan juga motivasi. Selain itu, ada pula 2 cara lainnya yang dapat Anda akses secara lengkap di Codemi Learning Hub.

Menciptakan Kepercayaan

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai cara memetakan tim untuk mengelola dan juga memimpin tim dengan efektif. maka selanjutnya, kita akan membahas mengenai cara menciptakan kepercayaan (trust) dengan anggota tim, sebagai upaya untuk mengelola, sekaligus mengelola tim.

Mengapa harus melakukan hal tersebut? hal ini dikarenakan, jika tidak ada kepercayaan (trust) antara leader dan juga anggota tim, maka hal-hal buruk mungkin saja akan terjadi. Misalnya:

  • Percakapan yang mungkin Anda anggap biasa saja, namun diartikan sebagai interogasi oleh bawahan Anda
  • Inisiatif Anda untuk melakukan delegasi dengan tim Anda, diartikan sebagai pemberian tambahan tugas yang berat, serta
  • Saat Anda ingin menjalin kemitraan dengan tim Anda, mereka menilai bahwa hal tersebut merupakan hubungan pemimpin dan bawahannya, sehingga mereka mau tak mau harus menuruti semua yang Anda katakan

Pertanyaannya kini, apa yang harus dilakukan untuk menciptakan kepercayaan ini? setidaknya ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan. Ayo, akses selengkapnya sekarang hanya di Codemi Learning Hub.

Komunikasi Efektif

Salah satu cara untuk mengelola dan juga memimpin tim yang efektif bagi seorang Manajer maupun tim leader yaitu dengan menjalin komunikasi yang efektif. Dengan kata lain, jika selama ini Anda menjalin komunikasi dengan orang lain hanya untuk mendapatkan informasi, maupun agar orang lain menuruti perintah Anda. 

Maka sebagai seorang Manajer maupun tim leader, Anda perlu menjalin komunikasi yang efektif dengan seluruh anggota tim Anda, agar Anda bisa mengelola dan juga memimpin tim dengan efektif. Bagaimana caranya? Tentunya dengan melakukan langkah-langkah berikut ini!

1. Menetapkan dan Mengkomunikasikan Tujuan yang SMART

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan yaitu dengan menetapkan dan juga mengkomunikasikan tujuan Anda. Dalam arti, untuk mencapai sesuatu, Anda perlu mengkomunikasikan tujuan yang hendak dicapai (goals) tersebut dengan anggota tim Anda dahulu.

Karena jika tidak demikian, maka tujuan yang ingin Anda capai, mungkin saja akan berbeda dengan yang dikira oleh anggota tim Anda. Meskipun demikian, tujuan yang ingin dikomunikasikan dengan anggota tim Anda hendaknya merupakan sebuah tujuan yang SMART, yaitu sebuah tujuan yang merupakan:

  • Specific, merupakan tujuan yang unik dan spesifik
  • Measurable, yaitu tujuan yang bisa diukur secara kuantitatif
  • Relevant, merupakan tujuan yang relevan dengan tujuan organisasi yang lebih tinggi dari organisasi yang Anda pimpin, serta
  • Time bound, yaitu tujuan yang memiliki periode tertentu

2 langkah lainnya dapat Anda akses di kelas Memimpin dan Mengelola Tim dengan Efektif, bersama Ahmad Arwani. Ayo, akses selengkapnya sekarang hanya di Codemi Learning Hub.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Supaya sukses dalam mendirikan perusahaan, Anda harus menyiapkan Employee Benefits untuk kepentingan mereka. Pada dasarnya Employee Benefits bisa d

Berpedoman pada 100 Performance Metrics untuk tingkatkan tinjauan kinerja yang efektif ialah pilihan terbaik. Performance Metrics dalam pekerjaan d

Unduh Codemi Learning Report 2021

X