LMS

Kontenmu Ngebosenin? Berikut Kiat Bikin Konten E-Learning yang Menarik

E-learning yang merupakan singkatan dari Electronic Learning menjadi primadona sejak meluasnya Pandemi Covid-19. Kini, tantangannya adalah bagaimana membuat konten e-learning yang menarik.

Seperti diketahui, sekolah-sekolah tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka, demikian juga dengan kantor-kantor terhadap pelatihan dan peningkatan skill karyawannya. 

Untuk itu, saat ini, pembelajaran tatap muka (PTM) itu digantikan oleh e-learning, yaitu model pembelajaran yang dilakukan secara online. 

Di satu sisi, membuat konten e-learning tentu saja ada tantangannya. 

Pasalnya, pelajar masa kini membutuhkan pembelajaran interaktif dan menarik yang efektif menyampaikan isi materi dan menambah wawasan mereka.

Tentu saja, konten yang membosankan tidak akan menarik minat, apalagi adaptasi belajar daring harus dibarengi dengan konten-konten memukau.

Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa Anda membuat konten yang menarik dan tajam. 

Berikut Kiat Bikin Konten E-Learning yang Menarik 

Ada setidaknya 3 aspek penting dalam pembuatan konten E-Learning yang menarik. Yaitu, 

1. Aspek persiapan

2. Aspek pembelajaran

3. Proses Evaluasi

1. Bikin Konten E-Learning Menarik: Aspek Persiapan

Merancang e-learning penting dalam persiapan pembuatan kursus, karena dalam setiap pembelajaran, tujuannya agar peserta harus terlibat dan mengerti materi yang disampaikan. 

Demikian juga, dalam tahap persiapan Anda bisa mulai dengan menemukan LMS (Learning Management System) yang tepat untuk kebutuhan materi pelajaran dan profil setiap peserta.

Ada banyak platform LMS yang tersedia, mulai dari Google Classroom hingga Codemi

Selanjutnya menyiapkan materi berkualitas dengan bobot maksimal, tujuannya agar penyampaian materi lebih efisien dan menarik untuk diikuti oleh peserta.

Terakhir, yaitu menentukan tujuan dalam setiap pembelajaran. Misalnya hasil akhirnya adalah lebih ke praktikal atau pengetahuan.

2. Bikin Konten E-Learning Menarik: Aspek Pembelajaran

Dalam aspek ini pembahasannya sangat teknis. Berikut daftarnya:

  1. Ketika berinteraksi, gunakan pendekatan personal. Misal, Menggunakan saya dan Anda.
  2. Kalimat di dalam konten tidak bertele-tele, bahkan disarankan untuk memberi tanda bold atau warna berbeda pada tulisan-tulisan yang penting. 
  3. Sedangkan konten video, usahakan konten tersebut memiliki durasi maksimal 7 menit. Serta diiringi dengan pembawaan ringan, dan memaparkan kesimpulan di setiap akhir video. 
  4. Agar menarik perhatian peserta, setiap pembawaan materi dirangkum dengan model fun dan gamifikasi agar proses belajar lebih efisien. 
  5. Supaya lebih interaktif, Anda bisa menyertakan video lain dari Youtube sebagai studi kasus serta gambaran lain dari setiap materi. 
  6. Terakhir, selalu melibatkan pendapat peserta tentang silabus, agar mendapatkan sudut pandang dan kegiatan belajar mereka lebih cermat dan tepat sasaran. 

3. Proses Evaluasi

Proses evaluasi dipetakkan dalam berbagai model, di antaranya: 

1. Identified design result:

Yaitu, mengidentifikasi pemahaman setiap peserta dari pembelajaran yang telah mereka lalui. Seperti melakukan repetisi atau membagikan studi kasus baru dan mereka yang memecahkannya. 

2. Output yang diharapkan,

Melacak setiap output yang diharapkan dari setiap peserta yang telah melewati serangkaian pelajaran dalam model e-learning. Misalnya, bisa bahasa program tertentu atau menyelesaikan rumus Excel.

3. Susun aktivitas pembelajaran/konten.

Setelah melakukan pembelajaran, susun kembali aktivitas konten yang telah dipelajari. Dengan kata lain, melakukan pengulangan terhadap materi yang ada di LMS. Repetisi. Tujuan ini agar output yang diharapkan tutor serta peserta secara cermat.

Itulah Tips Membuat Konten E-Learning yang Menarik. Selain dengan tips di atas Anda juga bisa mempelajari lebih lanjut mengenai cara membuat content E-Learning Menarik dengan mengikuti kelas mandiri dari level up disini.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

Workaholic yang Malas. Content Writer & Seo Specialist.

1 Comment

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Kezia Amalia

    Sudahkah Anda tau cara memaksimalkan LMS atau Learning Management System? Dikenal sebagai sistem yang mampu memberi kemudahan bagi manusia, dalam m

    Codemi Publication

    Setelah menyelesaikan krisis Covid-19 dan akhirnya kembali ke pengaturan kerja para profesional dan pemimpin industri HR kembali mendapatkan tugas

    Unduh Codemi Learning Report 2021

    X