Mengukur Keberhasilan dalam Perekrutan: Key Metric dan KPI

Dalam hal rekrutmen tenaga kerja, penting untuk mengukur keberhasilannya melalui indikator seperti key metric dan KPI. Apalagi dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, peran departemen sumber daya manusia (SDM) atau HRD menjadi sangat penting.

Sebab, salah satu tugas utama bidang HRD adalah untuk merekrut karyawan berkualitas bagi perusahaan atau suatu organisasi. Namun, proses perekrutan yang efektif dan bisa berhasil bukan tugas mudah bagi para rekruter.

Tanpa adanya indikator tertentu, maka perusahaan tidak bisa mengetahui efektivitas proses rekrutmen. Jadi, penting bagi perusahaan untuk memiliki metrik dan Key Performance Indicators (KPI) yang tepat untuk mengukur keberhasilan dalam proses rekrutmennya.

Apa Itu Key Metric dan KPI sebagai Pengukur Keberhasilan dalam Perekrutan?

Key Metric serta KPI (Key Performance Indicators) adalah instrumen penting dalam mengukur keberhasilan dalam proses rekrutmen karyawan. Keduanya digunakan untuk mengumpulkan data serta informasi yang dapat memberikan wawasan tentang suatu proses perekrutan.

Pengukuran serta analisis data dan informasi dalam key metric dan KPI dibutuhkan untuk membantu perusahaan dalam membuat keputusan secara lebih baik. Melalui metric serta KPI yang akurat, maka perusahaan dapat:

  • Mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dalam proses perekrutan.
  • Menilai efektivitas strategi perekrutan yang digunakan.
  • Mengukur dampak perekrutan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.
  • Membuat perbaikan berkelanjutan dalam proses perekrutan.

Bagian-Bagian Key Metric dalam Rekrutmen

Setelah mengetahui pentingnya key metric dan KPI, penting juga untuk mengetahui definisi rinci dari masing-masing hal tersebut secara rinci. Hal pertama adalah key metric (metrik kunci), yaitu alat untuk mengukur dan mengevaluasi berbagai aspek dari rekrutmen.

Key metric dimanfaatkan untuk membantu mengambil keputusan yang lebih baik, mengidentifikasi area perbaikan, dan mencapai tujuan bisnis suatu perusahaan. Adapun bagian-bagian dari key metric dalam rekrutmen adalah sebagai berikut:

1. Time-to-Fill

Dalam key metric dan KPI, Time-to-Fill adalah salah satu metrik utama dalam rekrutmen. Fungsinya yaitu untuk mengukur jumlah waktu yang dibutuhkan dalam rangka mengisi sebuah posisi dari saat lowongan pekerjaan diposting hingga sudah menemukan kandidat.

Metrik ini sangat penting karena memengaruhi berbagai aspek dalam proses perekrutan, termasuk produktivitas, biaya, hingga kualitas rekrutmen. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi sebuah posisi dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor.

Seperti tingkat kesulitan posisi, ketersediaan kandidat yang sesuai, serta kompleksitas proses seleksi. Semakin lama waktu untuk mengisi posisi, semakin besar kemungkinan dampak negatifnya terhadap organisasi.

Oleh karena itu, perusahaan cenderung mengukur Time-to-Fill untuk mengevaluasi efisiensi proses rekrutmen mereka. Metrik ini juga membantu perusahaan mengidentifikasi area di aspek mana suatu proses rekrutmen perlu dipercepat.

2. Cost-per-Hire

Biaya per perekrutan atau Cost-per-Hire adalah bagian dari key metric dan KPI yang mengukur biaya total perusahaan untuk merekrut satu karyawan baru. Metrik ini mencakup semua biaya yang terkait dengan proses perekrutan.

Contohnya seperti biaya iklan, biaya perekrutan internal atau eksternal, biaya wawancara, biaya tes, serta biaya lainnya. Mengukur Cost-per-Hire adalah langkah penting dalam mengelola anggaran rekrutmen dan memastikan efisiensi biaya.

Dengan memahami berapa banyak yang dikeluarkan untuk merekrut satu karyawan, perusahaan dapat mengidentifikasi area di mana pengeluaran dapat dioptimalkan. Sehingga, pihak manajemen atau perusahaan bisa mengendalikan pengeluaran mereka.

3. Pengalaman Kandidat

Dalam pengukuran key metric dan KPI, pengalaman kandidat juga merupakan bagian penting. Metrik ini berfungsi mengukur seberapa positif atau negatif pengalaman seorang kandidat selama proses rekrutmen, dari tahap awal aplikasi hingga akhir proses seleksi.

Pengalaman kandidat yang baik dapat memiliki dampak positif pada citra perusahaan, sehingga dapat meningkatkan retensi karyawan di masa depan. Untuk mengukurnya, Anda bisa melibatkan survei dan wawancara bersama kandidat saat proses perekrutan.

4. Kualitas Perekrutan

Terakhir, kualitas perekrutan adalah metrik untuk mengukur sejauh mana karyawan yang baru direkrut memenuhi harapan dan standar kinerja perusahaan. Metrik ini sangat penting karena mengukur efektivitas proses rekrutmen dalam mengidentifikasi kandidat berkualitas.

Cara mengukurnya dapat dilakukan dengan mengidentifikasi kinerja karyawan dalam jangka waktu tertentu setelah perekrutan. Metrik ini dapat mencakup hal-hal seperti penilaian kinerja, produktivitas, hingga kontribusi karyawan terhadap tujuan bisnis.

Jenis-Jenis KPI dalam Rekrutmen

Terkait key metric dan KPI sebagai alat pengukuran efektivitas perekrutan, KPI juga tidak kalah penting. KPI atau Key Performance Indicator merupakan indikator untuk mengetahui tentang bagaimana proses perekrutan bisa berkontribusi terhadap tujuan bisnis perusahaan.

1. Sourcing Channel Performance

Sourcing channel performance atau kinerja sumber daya perolehan mengukur efektivitas berbagai channel perekrutan yang digunakan. Contohnya seperti media sosial, referensi karyawan lain, dan lain sebagainya.

Dengan mengukur kinerja dari berbagai channel tersebut, pihak perekrut dapat menilai mana yang paling efektif dalam menarik kandidat berkualitas. Sehingga, bisa diketahui channel mana yang bisa digunakan kembali untuk perekrutan selanjutnya.

2. Conversion Rates

Dalam konteks pengukuran efektivitas perekrutan, dikenal juga istilah conversion rates atau tingkat konversi. Ini mengacu pada indikator untuk mengukur persentase kandidat yang beralih dari satu tahap proses perekrutan ke tahap berikutnya.

KPI ini penting karena memberikan wawasan tentang efektivitas proses perekrutan pada setiap tahap. KPI ini dapat diukur dalam berbagai tahap rekrutmen, seperti dari tahap aplikasi ke tahap wawancara, dari tahap wawancara ke tahap tawaran pekerjaan, dan lainnya.

3. Time-to-Hire

Kemudian ada Time-to-Hire, yaitu bagian dari key metric dan KPI yang berfungsi mengukur waktu untuk merekrut seorang kandidat dari awal hingga akhir proses rekrutmen. KPI ini sangat penting karena waktu yang terlalu lama bisa mengganggu produktivitas kerja.

Jadi, perusahaan perlu memahami berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi kekosongan posisi. Dengan mengukur Time-to-Hire, organisasi dapat membuat perbaikan untuk mempercepat proses sekaligus meningkatkan efisiensi rekrutmen.

4. Diversity of Hires

Terakhir adalah Diversity of Hires atau keberagaman, yaitu KPI untuk mengukur pemilihan kandidat dari berbagai latar belakang berbeda seperti gender, ras, atau etnisitas. Apalagi, diversifikasi tenaga kerja telah menjadi fokus utama bagi banyak organisasi kerja.

Dengan mengukur Diversity of Hires, organisasi dapat menilai sejauh mana mereka berhasil dalam menciptakan keberagaman dalam tenaga kerja mereka. KPI ini membantu organisasi untuk memahami apakah mereka sudah memenuhi komitmen keberagaman atau belum.

Cara Mengoptimalkan Penggunaan Key Metric dan KPI

Kini, para rekruter bisa mengoptimalkan penggunaan key metric serta KPI dalam konteks perekrutan karyawan baru melalui beberapa cara. Jika Anda adalah staf bidang HRD yang bertugas sebagai perekrut, ini dia beberapa tips atau caranya:

  • Lakukan peninjauan key metric serta KPI yang digunakan secara rutin untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan solusinya.
  • Minta umpan balik (feedback) dari pihak lain, misalnya calon kandidat atau pihak manajemen perusahaan sebagai bahan evaluasi tambahan.
  • Manfaatkan screening tool berbasis AI untuk mempercepat serta memperbaiki efisiensi proses rekrutmen, dan membantu menyaring kandidat secara lebih akurat.

Perekrutan adalah hal krusial bagi setiap perusahaan atau organisasi kerja lainnya, sehingga penting untuk menganalisisnya secara berkala. Karena itu, Anda membutuhkan key metric dan KPI sebagai alat pengukur efektivitas proses perekrutan di perusahaan Anda.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Strategi talent acquisition merupakan salah satu cara untuk hiring karyawan baru namun dengan mempertimbangkan poin skill calon karyawan dibanding

Setiap perusahaan harus tahu bagaimana cara menyusun strategi retensi bagi karyawan yang bekerja hybrid. Kini Perusahaan sudah semakin maju, sehing

Unduh Codemi Learning Hub Annual Report 2022

X