Cara HRD Menilai CV Kandidat Karyawan

Untuk melakukan rekrutmen secara tepat, mari membahas bahas cara HRD menilai CV kandidat karyawan. Sebagai seseorang Human Resources (HR), tentunya Anda tidak ingin mempekerjakan karyawan yang salah. Perekrutan yang tidak tepat berdampak negatif bagi perusahaan, seperti membuang waktu dan uang, menambah beban tim, serta menurunkan moral karyawan lain.

Mendapatkan kandidat terbaik adalah impian setiap perusahaan. Sayangnya, untuk mewujudkan hal tersebut terkadang tak semudah yang dibayangkan. Diperlukan penerapan teknik dan strategi rekrutmen yang benar-benar tepat. Praktisi Human Resources dalam suatu perusahaan memerlukan strategi rekrutmen yang tepat untuk membantu proses seleksi calon tenaga kerja sehingga proses seleksi menjadi lebih efektif. 

Ada 3 (tiga) indikator utama yang menjadi pertimbangan atau cara HRD menilai kandidat karyawan, sebagai berikut :

1. JOB FIT

Cara HRD menilai CV kandidat karyawan paling utama dilakukan adalah Job Fit. Kecocokan dengan pekerjaan dan apa-apa saja yang akan dilakukan di dalam pekerjaan tersebut. Kecocokan ini adalah lingkup paling kecil, yakni melibatkan diri sendiri saja. Job fit bisa diketahui melalui pengalaman yang dimiliki kandidat di perusahaan sebelumnya, bisa dari mempelajari CV kandidat tersebut dan juga tes-tes yang bersifat teknis.

2. TEAM FIT

Kedua, Team Fit, di tingkatan kali ini kandidat tersebut akan dinilai kecocokan didalam tim / departemen / bagian tempat dia nanti akan bekerja. Terlebih ketika posisi yang dicari adalah posisi-posisi yang melibatkan kolaborasi dan kerjasama tim seperti Marketing atau Kreatif. Jika di Job Fit kandidat tersebut cocok namun tidak terlalu cocok di Team Fit maka kandidat tersebut dikhawatirkan akan kesulitan bekerja di tim tersebut.

Baca Juga: Membangun Komunikasi Tim yang Baik

3. CULTURE FIT

Tingkatan paling atas adalah Culture Fit atau kecocokan kandidat tersebut dengan budaya dan nilai-nilai perusahaan yang dianut dan dipraktikkan di perusahaan tersebut. Indikator ini sangat penting, terutama untuk menentukan kandidat tersebut akan nyaman dan bisa bekerja dengan mengerahkan segenap kemampuan atau tidak, dalam jangka panjang.

Baca Juga: Hal Penting Sebelum Melakukan Rekrutmen

Proses Menilai Kandidat Karyawan: RECRUITMENT METRICS

Selanjutnya Recruitment Metrics, dalam menilai calon kandidat karyawan perusahaan, ada pengukuran yang harus dilakukan seorang HRD. Mengacu pada pengukuran yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan melacak keberhasilan rekrutmen. Selain itu, recruitment metrics juga hadir untuk mengoptimalkan proses rekrutmen sehingga bisa mendapatkan hasil semaksimal mungkin.

Berikut beberapa recruitment metrics yang sangat penting dalam proses rekrutmen saat ini dan menjadi proses HRD menilai calon kandidat karyawan lebih rinci:

1. Source of Hire

Pertama, Source of Hire memberikan informasi tentang berapa persen dari karyawan yang memasuki talent pipeline dari setiap sumber perekrutan yang HRD gunakan seperti dari job boards, LinkedIn, career fairs, events, dan lainnya. 

Source of Hire dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

Sumber Internal: Setiap kandidat yang dipekerjakan dari dalam suatu organisasi. Contoh: kandidat yang datang karena promosi, transfer, dan mendapatkan rujukan.

Sumber Eksternal: Setiap kandidat yang dicari dan di-hire dari luar organisasi. Contoh: kandidat yang berasal dari job boards, platform media sosial, hiring platform.

2. Time to Fill

Time to Fill terfokus pada seberapa lama waktu yang dibutuhkan dalam proses rekrutmen Anda. Waktu tersebut diukur mulai dari proses pemasangan iklan lowongan hingga posisi lowong tersebut berhasil terisi. Hal ini dapat mengidentifikasi hambatan yang terjadi sehingga dapat mengevaluasi apa saja yang membuat proses rekrutmen berjalan dengan tidak efisien dan efektif. 

3. Time to Hire

Time to Hire adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk oleh kandidat karyawan mulai dari awal proses rekrutmen hingga hired. Cara yang baik untuk mengukur efisiensi rekrutmen adalah dengan melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merekrut seorang kandidat. Metrik ini dapat membantu memahami seberapa baik tim dalam mengeksekusi serta mengidentifikasi kandidat, dan seberapa lama bagi kandidat untuk menerima penawaran hingga hired. Hal ini juga penting dalam pertimbangan HRD menilai kandidat karyawan.

4. Cost per Hire

Cost per Hire merupakan metrics untuk mengukur biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses rekrutmen, mulai dari proses pemasangan lowongan hingga onboarding. HRD dapat melihat seberapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk melakukan rekrutmen masing-masing kandidat. Dengan mengetahui parameter ini, HRD juga dapat menilai dan mengevaluasi ROI dari proses rekrutmen.

5. Applicants per Hire

Applicants per Hire berfungsi untuk mengevaluasi upaya recruitment marketing Anda, Seberapa sukses pencarian kandidat yang dilakukan, bagaimana cara mengiklankan lowongan dengan baik, seberapa menarik brand perusahaan Anda, dan banyak informasi penting lainnya. Kandidat yang memenuhi syarat adalah kandidat yang setara dengan Marketing Qualified Leads (MQL) dan Sales Qualified Leads (SQL).

6. Quality of Hire

Quality of Hire mengukur nilai yang dibawa oleh karyawan baru ke dalam suatu perusahaan yang digunakan untuk mengevaluasi berapa banyak karyawan baru yang berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang organisasi, berdasarkan kinerja dan masa kerja mereka di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Tips Jitu Wawancara

7. Conversion Rate

Metrics ini yaitu perbandingan langsung antara jumlah kandidat yang telah ditawari pekerjaan dan kandidat yang menerima tawaran pekerjaan tersebut. Jika tawaran yang Anda berikan mendapatkan tingkat penerimaan yang rendah, kemungkinan tawaran pekerjaan Anda tidak begitu menarik atau sesuai dengan kebutuhan dari sisi kandidat.

Pikirkan kembali penawaran Anda dalam hal gaji, tunjangan atau peluang pertumbuhan untuk membuat calon karyawanmu yakin untuk bekerja di perusahaanmu dan tidak mempertimbangkan tawaran lain. Jika tawaran pekerjaanmu ditolak karena gaji dan kamu tidak dalam posisi yang mampu untuk menaikkan lagi tawaran tersebut, maka pikirkan hal lain seperti waktu kerja yang fleksibel, makanan gratis atau kesempatan untuk bisa work from home beberapa waktu.

8. Candidate Experience

Cara untuk dapat memastikan bahwa kandidat yang sedang diproses mendapatkan experience yang positif selama proses rekrutmen berlangsung yaitu kamu dapat melibatkan kandidat dalam setiap proses dengan memastikan kandidat tetap mendapat informasi atau follow-up mengenai kelanjutan proses rekrutmen mereka. Dengan begitu, kandidat akan merasa lebih dihargai dibandingkan ketika tidak diberikan kabar sama sekali.

9. Hiring Diversity

Banyak perusahaan yang tampaknya bersaing untuk membuat perusahaannya menjadi perusahaan yang memiliki keberagaman. Dengan memberikan kesempatan yang sama untuk semua orang dengan mengesampingkan diskriminasi dalam proses perekrutan mulai dari agama, ras, etnis, jenis kelamin, asal kebangsaan, disabilitas dan lainnya telah terbukti manfaatnya untuk meningkatkan value perusahaan.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang pelatihan karyawan dan on boarding, temukan disini.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Sebagai pemimpin, kemampuan membentuk program kompensasi termasuk penting, terutama telah menjadi skill yang harus dikuasai sejak dulu. Apalagi ber

Perusahaan yang mengetahui manfaat agile leadership terbilang telah dalam jalur baik. Terutama disebabkan telah menjadi teknik dan strategi kepemim

Unduh Codemi Learning Report 2021

X