Cara Membangun Lingkungan yang Sehat Jasmani dan Rohani Selama WFH

Healthy work environment adalah lingkungan kerja yang sehat, baik secara jasmani maupun rohani. Di era pandemi seperti sekarang ini, Anda harus membuat lingkungan kerja yang nyaman di rumah Anda sendiri. Ingin tahu bagaimana caranya? Simak artikel ini sampai habis!

Pengertian WFH

Sebelum membahas lebih lanjut, Anda perlu mengetahui apa pengertian dari WFH itu sendiri.  Menurut survei dari World Economic Forum, sebesar 91,7% perusahaan memberlakukan work from home sejak awal pandemi. 

Sesuai namanya, work from home adalah kegiatan bekerja dari rumah. Istilah ini digunakan bagi pekerja yang melakukan pekerjaannya dari jarak jauh dengan bantuan alat komunikasi digital. Kebijakan ini diterapkan pemerintah guna meminimalisir resiko penyebaran virus Covid-19 di Tanah Air.

WFH sangat mudah untuk dijalankan karena didukung oleh kemajuan teknologi. Saat ada pekerjaan darurat yang tidak terkendali, Anda bisa langsung mengaturnya lewat jejaring sosial. Hanya dengan bermodalkan telepon genggam, para pekerja dan kolega sudah bisa berkomunikasi dalam skala yang besar.

Cara Menjaga Kesehatan Fisik Selama WFH

Meskipun terlihat mudah dan nyaman, nyatanya WFH banyak memakan waktu dan sangat menguras tenaga. Pasalnya, sebesar 60% peserta WFH mengaku jam kerjanya ditambahkan oleh kolega selama bekerja dari rumah.

Untuk meminimalisir sakit fisik selama WFH, Anda perlu menciptakan healthy work environment secara jasmani. Adapun, cara-cara yang dapat dilakukan adalah:

  1. Konsumsi Makanan yang Bergizi

Salah satu keuntungan WFH adalah Anda bisa mengonsumsi makanan yang dibuat di rumah. Dengan begitu, Anda bisa memilih menu makanan yang sehat dan bergizi seimbang. 

Sebaiknya, konsumsi karbohidrat dan protein yang cukup. Selain itu, Anda juga bisa mengkonsumsi sayuran dan berbagai produk susu agar energi dan produktivitas Anda semakin meningkat. 

  1. Perbanyak Minum Air Putih

Untuk menciptakan healthy work environment dari segi jasmani, Anda juga harus mengonsumsi banyak air putih. Pasalnya, air putih mampu menjaga kadar air dalam tubuh Anda agar tidak terjadi dehidrasi. Anda bisa menyimpan botol air di atas meja kerja Anda. Selain itu, air putih juga baik untuk menjaga konsentrasi agar Anda lebih fokus saat melakukan pekerjaan dari rumah. 

  1. Rutin Berolahraga

Selain menjaga pola makan, Anda juga harus meningkatkan aktivitas fisik agar kondisi kesehatan tetap seimbang selama WFH. Tak perlu yang berat, Anda bisa melakukan olahraga ringan tanpa alat peraga, seperti senam, push-up, sit-up, jalan di tempat, dan lain sebagainya.

  1. Lakukan Peregangan

Bekerja dari rumah mungkin mengharuskan Anda untuk duduk selama berjam-jam di depan laptop. Tentu saja hal ini tidak bagus untuk kesehatan tulang Anda. Maka dari itu, sebaiknya lakukan peregangan selama 2 jam sekali agar tubuh Anda tidak terlalu kaku. 

  1. Istirahat yang Cukup

Selama WFH, Anda juga harus menjaga kesehatan jasmani dengan beristirahat yang cukup. Waktu istirahat terbaik adalah 7-8 jam sehari. Jika ada waktu luang, Anda juga bisa tidur siang selama 1-2 jam.

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Tidak hanya menjaga kesehatan fisik, Anda juga harus menjaga kesehatan mental selama pemberlakuan WFH. Menurut penelitian, selama WFH, para pekerja cenderung mengalami stres dan depresi. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat menciptakan healthy work environment dengan cara dibawah ini:

  1. Buat Suasana Kerja yang Nyaman

Pertama, Anda harus memilih tempat kerja yang sesuai dengan gaya bekerja Anda. Sebaiknya, pilih ruangan dengan suhu, pencahayaan, dan sirkulasi udara yang baik. Bila Anda sudah menemukan tempat kerja yang tepat, Anda bisa membuat suasana kerja yang nyaman.

Sebagai contoh, Anda bisa menambahkan beberapa pot bunga kecil di sekitar meja kerja agar suasana lebih asri. Anda juga bisa menambahkan lukisan atau hiasan untuk meredam tingkat stres Anda.

  1. Mendengarkan Musik

Healthy work environment juga bisa diciptakan dengan memutar musik selama Anda bekerja. Secara spesifik, musik instrumen. Sudah banyak platform musik yang bisa digunakan untuk memutar instrumen. Sebaiknya, pilih instrumen yang memang dibuat khusus untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi selama bekerja dari rumah.

  1. Membuat Perencanaan

Untuk mengorganisir semua kegiatan Anda selama satu hari penuh, Anda bisa membuat perencanaan. Perencanaan juga dapat membuat Anda merasa tenang selama bekerja dari rumah karena hal-hal yang akan dilakukan sudah ter-planning dengan rapi.

  1. Memberikan Reward

Tak ada salahnya untuk memanjakan diri sendiri setelah semua pekerjaan usai. Anda bisa memberikan reward kepada diri Anda dalam bentuk apapun, mulai dari yang sederhana seperti makanan hingga yang mewah seperti liburan ke luar kota. 

  1. Menjaga Komunikasi

Dalam situasi pandemi pun, Anda harus tetap menjaga komunikasi dengan orang-orang di sekeliling Anda. Pasalnya, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat terlepas dari orang lain. Meskipun Anda sangat sibuk, komunikasi antar anggota keluarga, rekan kerja, atau sanak saudara harus tetap terjalin dengan baik. 

Tanpa adanya komunikasi,  Anda akan lebih mudah terserang stres. Ada sebuah studi yang menyebut bahwa berkomunikasi dan membagi cerita kepada orang terdekat dapat meminimalisir beban permasalahan.

Kesimpulan

Ada banyak cara untuk membangun lingkungan kerja yang sehat atau healthy work environment selama WFH. Namun, beberapa cara di atas saja sudah cukup untuk meningkatkan produktivitas Anda selama bekerja dari rumah. Asalkan Anda santai dalam menjalaninya, Anda akan terhindar dari stres dan depresi.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Faizatur Rachmadanti

Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak sekali cara menjalani hidup termasuk bekerja. Banyak pekerjaan yang sebelumnya mengharuskan karyawan ke kant

Faizatur Rachmadanti

Baik buruk performansi kerja ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah Job Burnout atau yang sering dikenal sebagai Burnout. Walaupun t