Hati-hati Gaslighting di Dunia Kerja, Ini Cara Mencegahnya

Pernahkah Anda mendengar tentang gaslighting di dunia kerja atau di lingkungan sekitar? Gaslighting secara sederhana dapat dikatakan sebagai tindakan memanipulasi orang lain untuk tujuan mencari keuntungan sendiri.

Maka penting membekali diri sendiri tentang gaslighting baik dari pengertiannya, contoh, dampak hingga cara mencegahnya. Dengan begitu Anda akan tahu bagaimana cara menghadapi keadaan ini dan tidak menjadi korban.

Mengenal Apa Itu Gaslighting di Dunia Kerja 

Pelakunya dikenal dengan istilah gaslighter yang cara kerjanya sangat halus sehingga tidak mudah teridentifikasi. Terutama dalam dunia kerja dimana pelaku sangat ahli mengganggu psikologis karyawan lain.

Jika pelaku berhasil melakukan manipulasi maka dia akan merasa menjadi senior, paling berkuasa dan paling benar. Sedangkan korban merasa dirinya tidak bisa bekerja, merasa rendah diri bahkan selalu salah dalam pekerjaannya.

Karena tidak banyak yang menyadari adanya gaslighting di dunia kerja sehingga korban terus bertambah. Hal ini tidak hanya merugikan seseorang saja namun tim hingga perusahaan itu sendiri.

Banyak tindakan seperti ini dan terkadang masih sulit ditangani karena tidak diketahui. Bahkan seseorang pun tidak merasa jika dirinya menjadi korban karena ahlinya pelaku dalam melakukan manipulasi.

Perlu diketahui gaslighting adalah bentuk manipulasi dan bisa dianggap pelecehan emosional. Pelaku akan menyesatkan korbannya dengan narasi palsu sehingga korban akan terpengaruh oleh semua ucapan pelaku.

Gaslighting bisa terjadi karena disebabkan oleh sikap seseorang yang memang ingin menguasai orang lain atau perusahaan. Merasa menjadi senior sehingga bisa mengendalikan orang lain dan ingin selalu dianggap penting.

Cara yang biasa digunakan yaitu dengan menyerang psikis korban di mana kebohongan terus dilakukan. Sehingga korban tidak lagi bisa membedakan antara kebohongan dengan informasi asli.

Gaslighter akan meyakinkan korbannya jika apa yang dilakukannya salah dengan cara halus dan aman. Sehingga Anda tidak akan bisa meminta bantuan dari siapapun karena merasa apa yang dikatakannya memang benar.

Bahkan perusahaan juga akan kesulitan melakukan identifikasi gaslighting di dunia kerja sehingga sulit ditangani. Padahal perusahaan juga akan merasakan dampaknya jika keadaan ini sudah parah.

Baca Juga: Apa Itu Kaizen 5s dan Fungsinya Dalam Dunia Kerja

Dampak Negatif Gaslighting Bagi Karyawan

Ternyata masih banyak yang mengira jika tindakan manipulatif ini dianggap sama dengan playing victim. Meskipun dari cara prakteknya bisa dilakukan secara bersama-sama namun faktanya kedua hal ini sangat berbeda.

Tindakan manipulatif untuk mempengaruhi hingga mengontrol orang lain terutama sesama karyawan agar dianggap hebat. Sedangkan playing victim lebih cenderung merasa menjadi korban untuk menuduh orang lain menjadi pelaku.

Gaslighting di dunia kerja memang sangat merugikan untuk karyawan dan perusahaan karena akan menguntungkan pelaku. Beberapa contoh dampak negatif adanya tindakan manipulasi yang dilakukan kepada karyawan yaitu:

1. Percaya Diri Hilang

Karyawan yang menjadi korban akan merasa jika dirinya hanya menyebabkan masalah bagi perusahaan. Sehingga rasa kepercayaan diri tersebut terus menurun sehingga tidak bisa menunjukkan kualitas diri yang sebenarnya.

2. Kurang Memiliki Motivasi

Berkurangnya rasa percaya diri membuat seorang karyawan dalam jangka panjang juga kehilangan motivasinya. Jika hal ini dibiarkan tidak hanya karyawan tersebut yang tidak berkembang namun juga perusahaan.

Korban gaslighting di dunia kerja tidak memiliki semangat untuk sukses atau naik jabatan. Sehingga tujuannya bekerja hanyalah mencari gaji dan pekerjaannya juga tidak bisa berkembang.

3. Produktivitas Menurun

Dampak lain pada pekerjaan tidak selesai karena dianggap apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan keinginan pimpinan. Bahkan merasa jika tidak mungkin bisa menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Padahal sebenarnya memiliki kemampuan namun hal tersebut tidak bisa maksimal karena telah terpengaruh gaslighter. Jika produktivitas korban menurun maka perusahaan akan menilai negatif dan bisa saja dipecat.

4. Tim menjadi Hancur

Dampaknya tidak hanya bagi satu orang atau individu bahkan bisa berpengaruh pada keseluruhan tim. Tim menjadi hancur dan perusahaan juga akan ikut merasakan dampaknya.

Hal ini terjadi karena gaslighter menciptakan drama yang sengaja tujuannya untuk merusak kinerja tim. Jika tim sudah menjadi kacau dan tidak bisa mencapai apa yang sudah ditargetkan.

Baca Juga: Cara Membangun Emotional Intellegence untuk Dunia Kerja

Contoh-contoh Gaslighting dalam Lingkungan Kerja

Jika Anda masih sulit memahami apa itu gaslighting di dunia kerja dan bagaimana sebenarnya pelaku melakukannya. Maka akan lebih mudah dilihat dari beberapa contoh nyata di dunia kerja berikut ini.

1. Sabotase pekerjaan

Contoh pertama paling sering dilakukan adalah dengan melakukan sabotase pekerjaan rekan kerja. Seperti rekan kerja Anda menawarkan diri untuk memberikan laporan yang sudah Anda kerjakan kepada bos.

Namun ternyata laporan tersebut sengaja diubah atau justru tidak disampaikan sama sekali. Ketika ditanya justru merasa tidak tahu apa-apa dan Anda akan disalahkan oleh atasan.

2. Digital Abuse

Atasan memakai akun digital Anda untuk berbagai tujuan yang pastinya menguntungkan dirinya sendiri. Namun jika ada masalah bos tersebut justru cuci tangan dan tidak merasa bersalah.

Maka hanya Anda yang dirugikan sendiri karena memang akun Anda digunakan oleh bos tersebut. Karena tanggung jawab sepenuhnya oleh pemilik akun dan tidak mungkin memakai nama orang lain.

3. Penyalahgunaan Kekuasaan

Sering terjadi gaslighting di dunia kerja antara bos dengan bawahan untuk tujuan menekan karyawan tersebut. Contoh seorang atasan sengaja menekan bawahannya dengan kata-kata tidak sopan dan tidak konsisten.

Namun ketika dikoreksi, atasan tersebut tidak merasa melakukan apapun yang menyakiti bawahannya. Hal ini tentu menjadi sulit bagi karyawan karena dituduh berani dengan atasan.

Baca Juga: Urgensi Emotional Intellegence

Cara Mencegah Terjadinya Gaslighting di Lingkungan Kerja

Ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu Anda mencegah atau menghindari gaslighting di dunia kerja. Simak beberapa cara berikut karena siapa tahu bisa sangat bermanfaat untuk Anda.

1. Kenali Hak-hak Pribadi

Ketika memiliki rekan kerja yang manipulatif sangat penting mengetahui hak-hak pribadi. Anda memiliki hak untuk membela diri jika memang hak-hak pribadi tersebut sudah dilanggar orang lain.

Hak-hak yang dimiliki karyawan di tempat kerja antara lain hak untuk dihormati meskipun masih junior. Hak mengungkapkan pendapat, hak mengatakan tidak, hak mengutamakan prioritas dan hak memiliki pendapat berbeda.

2. Jangan Merasa Bersalah

Biasanya seseorang akan mudah menjadi korban gaslighting di dunia kerja karena merasa bersalah. Jadi tanamkan pada diri Anda untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas apapun yang terjadi dalam lingkungan kerja.

3. Pikirkan saat Mengambil Keputusan

Kalau Anda mendapat tekanan dari gaslighter sebaiknya jangan terburu-buru mengambil keputusan. Minta jeda untuk memikirkan keputusan dengan bijak sehingga tidak mudah terpengaruh oleh orang tersebut.

4. Menjaga Jarak

Gaslighter memiliki sifat berbeda dan sangat mudah terlihat karena memiliki dua muka atau dua sisi. Jika Anda menyadari ada rekan kerja seperti itu sebaiknya hindari saja dengan menjaga jarak.

5. Belajar Tegas Menolak

Tujuan seseorang melakukan manipulasi agar Anda bisa selalu mengatakan iya atas apapun yang dia inginkan. Maka belajarnya untuk tegas menolak tanpa ada rasa bersalah sedikitpun agar dapat terhindar dari gaslighter.

Perilaku gaslighting dalam dunia kerja kerap kali ditemui dan memberikan dampak negatif bagi perusahaan. Maka kenali berbagai jenis gaslighting di dunia kerja dan pelajari bagaimana cara mencegahnya dengan tepat. 

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Supaya sukses dalam mendirikan perusahaan, Anda harus menyiapkan Employee Benefits untuk kepentingan mereka. Pada dasarnya Employee Benefits bisa d

Berpedoman pada 100 Performance Metrics untuk tingkatkan tinjauan kinerja yang efektif ialah pilihan terbaik. Performance Metrics dalam pekerjaan d

Unduh Codemi Learning Report 2021

X