Glorifikasi Overwork dan Mengapa Hal Itu Buruk

Gila kerja atau glorifikasi overwork merupakan suatu tindakan bekerja berlebihan tanpa menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kegiatan lainnya. Pemicunya bisa karena berbagai hal, karena paksaan dari berbagai pihak, terutama perusahaan itu sendiri.

Atau beberapa orang bahkan disebut gila kerja karena dipicu oleh diri sendiri. Dalam kondisi seperti ini, orang tidak akan sadar bahwa mereka sudah bekerja berlebihan sebab dalih mereka adalah suka dengan kesibukan tersebut. Padahal, setiap yang dikerjakan ada batas.

Ketika seseorang tidak bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan lainnya, sebagian besar aktivitas tertumpu pada kantor. Akhirnya kehidupan pribadi tidak seimbang sehingga besar kemungkinan sulit mendapatkan jodoh atau rumah tangga harmonis di rumah.

selama kecanduan kerja ini berasal dari diri sendiri maka kuncinya tanpa melibatkan pihak lain, Anda sudah bisa kembali normal lagi. Namun, akan sulit ceritanya jika melibatkan perusahaan karena perusahaan sendiri harus peka ketika glorifikasi overwork terjadi.

Dampak Buruk dari Glorifikasi Overwork

Mengapa glorifikasi overwork disebut buruk bagi karyawan, utamanya? tentu saja ada alasan tersendiri yang memicu pernyataan seperti ini. Selain ketidakmampuan menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi, dampak buruknya adalah:

Kelelahan Hingga Sakit

Ketika tubuh merasa kelelahan, muncul banyak gangguan selama menjalankan tugas kantor. Lelah karena dituntut untuk lembur akan berdampak buruk bagi kesehatan sehingga menyebabkan kurang efisiennya tanggung jawab yang dilakukan.

Terlalu sering lembur berpotensi menyebabkan sebuah penyakit sehingga terganggulah pekerjaan tersebut. Bekerja sesuai porsinya tanpa memaksakan diri jauh lebih sehat sebab ketika karyawan merasa lelah, perusahaan hanya tinggal merekrut karyawan baru saja,

Sementara, sebagai seorang karyawan, tentu Anda akan merasa lebih sakit hari sebab merasa dedikasi selama ini tidak dianggap serius. Hal-hal seperti ini yang menjadi alasan glorifikasi overwork itu sama sekali tidak dibutuhkan oleh semua pekerja kantoran.

Insomnia

Terlalu sering lembur memaksa Anda untuk membuka mata saat malam hari dalam waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur. Pada mulanya mungkin akan terasa terpaksa dengan berbagai upaya, contohnya menyeduh minuman berkafein sampai menyantap makanan pedas.

Lama-lama dapat menjadi kebiasaan dimana meskipun sedang tidak bekerja, namun Anda akan kesulitan tidur pada waktunya. Akhirnya, waktu beristirahat tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal sebab insomnia. Namun, ketika pagi, waktu kerja juga tidak berjalan optimal.

Emosi Tidak Stabil

Seseorang yang kecanduan kerja akan mengalami perubahan emosi drastis, seperti mudah tersinggung dan tidak pandai bergaul. Tekanan pekerjaan yang disadari maupun tidak dapat menyita banyak waktu seseorang sampai akhirnya emosi meluap tidak pada tempatnya.

Ditambah lagi ketidakmampuan beradaptasi dengan lingkungan secara baik menambah kerugian bagi karyawan gila kerja. Loyalitas pada perusahaan memang bagus, namun mesti dibedakan mana loyalitas dan mana sikap glorifikasi overwork yang tidak dibutuhkan.

Dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai karyawan, selain pekerjaan kasat mata harus diselesaikan, Anda juga wajib menjaga kesehatan mental sendiri. Kesehatan emosi jauh lebih menentukan masa depan dan kehidupan dibandingkan dielu-elukan pada lingkungan kerja.

Buruk bagi Jantung

Lebih lanjut bahkan dampak kurang baik dari bekerja berlebihan ini tidak baik bagi kesehatan jantung. Emosi berlebih memicu jantung memompa darah secara lebih cepat sehingga detaknya jadi tidak karuan kemudian berdampak buruk bagi berbagai organ lain.

Belum lagi ketika terlalu sering menyeduh kafein, trigger pada detak jantung semakin tinggi dan dampaknya akan terasa dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Padahal jantung adalah organ tubuh vital yang mempengaruhi berbagai organ tubuh lainnya.

Merugikan Diri Sendiri dan Perusahaan

Dampak merugikan bagi karyawan ketika terlalu sulit mengatur waktu dalam bekerja adalah absensi justru menjadi menurun. Hal ini dipicu oleh keterlambatan yang disebabkan oleh insomnia di malam hari sehingga kesulitan untuk bangun pada waktu pagi hari.

Pada akhirnya produktivitas dari lembur akan terasa percuma sebab pada waktu kerja justru tidak bisa bertindak maksimal. Potensi terjangkit penyakit juga cukup tinggi sehingga kerugian juga dapat dirasakan langsung oleh perusahaan.Harus mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya asuransi kesehatan merupakan tanggung jawab perusahaan dan tidak dapat dihindari ketika karyawan masuk rumah sakit. Ada banyak sekali dampak buruk dari glorifikasi overwork yang tidak perlu dilakukan.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Codemi Publication

Meskipun pertumbuhan penduduk sangat besar, ternyata tidak dibarengi dengan pertumbuhan afeksi, banyak orang merasa selalu kesepian meskipun sedang

Codemi Publication

Bagaimana cara mengimplementasikan Kaizen 5s untuk para karyawan? Pertanyaan tersebut barangkali membuat Anda penasaran karena konsep 5s diadopsi d