Experiential Learning Serta Manfaatnya Bagi Perkembangan Perusahaan

Terdapat istilah outbound dan experiential learning yang mungkin sering Anda dengar dalam dunia pelatihan atau training. Keduanya sering dianggap sama padahal masing-masing memiliki pengertian serta peran berbeda.

Kalau Anda perhatikan di dunia pelatihan dasarnya adalah pembelajaran atau proses belajar dalam kehidupan. Belajar dari pengalaman merupakan inti utama dari proses experential learning atau dikenal juga dengan istilah EL.

Inti dari EL ini yaitu belajar dari prosesnya dianggap jauh lebih penting daripada sekedar hasil akhirnya. EL proses belajarnya memakai pengalaman langsung sebagai media belajar maka sering dikaitkan dengan outbound.

EL akan menyusun berbagai pengetahuan serta keterampilan dimana akan mendapatkan nilai dari pengalaman langsung. Jadi dapat disimpulkan kalau outbound adalah metode yang digunakan dalam penerapan EL tersebut.Jadi outbound dan experiential learning bukan sekedar games, bukan hanya bermain-main namun lebih ke metode pembelajaran. Semua dilakukan dengan penuh sukacita, menyenangkan dan secara umum dilakukan di alam terbuka.

Manfaat dan Tujuan dari Outbound Experiential Learning

Setelah memahami sekilas hubungan antara keduanya, simak manfaat serta tujuan menurut Dr. John Luckner dan Redldan Nadler. Berbagai manfaat menguntungkan dari tujuan adanya pelatihan langsung berdasarkan pengalaman.

Equality

Equality yaitu mampu memunculkan kesamaan tentang tugas, kegiatan maupun tantangan yang akan dihadapi bersama. Kerap kali perbedaan jabatan, tugas maupun wewenang dalam satu lingkup membuat berbagai jarak dalam satu tim.

Outbound dan experiential learning hal tersebut bisa disatukan sehingga tidak lagi ada perbedaan jabatan atau level. Sehingga dalam satu tim boleh menjadi leader dan bebas mengungkapkan berbagai pendapat maupun ide.

Developing Relationships Quickly

Pengertian dari developing relationships quickly adalah membangun sebuah hubungan baru dalam waktu singkat. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini bisa membuat cepat memahami anggota dalam kelompoknya.

Tidak ada basa basi, tidak ada waktu untuk perkenalan secara resmi karena semua butuh kecepatan dalam menyelesaikan misi. Dari inilah diharapkan adanya komunikasi, kolaborasi dan kerja keras semua anggota tim.

Disequilibrium

Dalam outbound dan experiential learning akan ada tantangan dan tekanan sehingga menimbulkan semangat baru. Meskipun pada awalnya tantangan tersebut tidak relevan atau tidak sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Di setiap tantangan atau tugas yang diberikan maka ada proses dimana membentuk pola pikir, sikap maupun perilaku. Sehingga semua dapat disesuaikan dengan tujuan akhir dari individu untuk kepentingan tim.

Projective Technique

Projective technique akan memunculkan sifat asli serta potensi yang ada pada masing-masing individu diluar batas mereka. Semua pembelajaran bersatu dengan pengalaman akan muncul lebih mendalam dan sangat terasa nyata.

Dari semua proses yang sudah dilewati diharapkan mampu memberikan informasi diluar batas seperti biasanya. Sehingga memudahkan untuk menghadapi tantangan di kehidupan maupun lingkungan kerja nantinya.

Decreased Time Cycle

Dalam kegiatan outbound dan experiential learning ada batasan waktu untuk semua misi yang diberikan. Sehingga dapat digunakan untuk mengukur bagaimana sebuah keputusan diambil dengan cepat serta harus memberikan hasil terbaik.

Meta Learning

Terdapat proses meta learning yaitu discuss dimana semua anggota tim diminta untuk memberikan review. Khususnya tentang keadaan pada diri mereka, pengalaman yang didapatkan, kerjasama antar tim dan banyak lainnya.

Semua pengalaman tersebut nantinya dikaitkan dengan kehidupan nyata sehari-hari sebagai ilmu baru. Termasuk dalam dunia kerja diharapkan mampu memupuk rasa saling menguatkan dan kerja sama yang baik untuk kebaikan bersama.

Chaos and Crisis In a Safe Environment

Semua proses yang diberikan di pembelajaran berdasarkan pengalaman, masalah, hingga perubahan untuk menyelesaikan misi. Membuat semua tim berusaha untuk mengembangkan strategi terbaik agar bisa berhasil.

Meskipun terlihat sederhana karena misi yang diberikan biasanya sepele namun memberikan kesan berbeda. Semangat untuk melakukan yang terbaik terus ada sehingga sangat berpengaruh ke dunia nyata nantinya.

Kinaesthetic Imprint 

Aktivitas outbound dan experiential learning mampu membuat aktivitas fisik yang disusun terstruktur mampu memunculkan potensi baru. Seperti potensi kecerdasan kinestetik, perubahan mental serta perilaku dari anggota tim menjadi lebih baik.

Encourage Risk Taking

Manfaat kali ini yaitu mampu melatih kemampuan dalam mengelola manajemen resiko padahal belum sebenarnya muncul. Semua orang dituntut untuk keluar dari zona nyaman dan memikirkan resiko dari kegagalan menyelesaikan tugas. experiential leraning

Metode ini dianggap sangat efektif karena peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Serta mendapatkan pengalaman langsung dari outbound dan experiential learning sehingga lebih berkesan daripada sekedar teori.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

1 Comment

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article

    Seberapa pentingkah waktu sendiri bagi manusia? Maka jawabannya adalah sangat penting dan harus, mengapa demikian? Bukankah, Anda adalah makhluk so

    Saat Anda tidak ingin bekerja sebenarnya bukan merupakan masalah serius, tetapi harus menjadi catatan penting sebelum semuanya menjadi lebih parah,