Empati, Upskilling dan Komunikasi Terbuka adalah Kunci untuk Berkolaborasi

Tahukah Anda bahwa empati, upskilling dan komunikasi merupakan kunci dalam berkolaborasi? Pola kerja sama senantiasa berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Dunia memang selalu menghadirkan tantangan dan peluang tersendiri.

Mungkin, pada zaman dahulu kolaborasi hanya dapat dilakukan secara offline. Namun di zaman digital, cukup mengandalkan media online untuk bisa membangun kerja sama jarak jauh atau virtual.

Dalam menanggapi perubahan dunia kerja, perusahaan perlu menciptakan inovasi tersendiri. Dalam artikel ini kami akan menyajikan informasi dari beragam perusahaan besar yang mampu mengatasi tantangan baru kolaborasi.

Kunci untuk Berkolaborasi: Empati, Upskilling dan Komunikasi

Empati, Upskilling dan Komunikasi Terbuka adalah Kunci untuk Berkolaborasi
via: Freepik

Dalam suatu acara bernama YourStory’s Future of Work Summit 2022, para pemimpin senior dari Atlassian, Microsoft, Freshworks dan BYJU mendiskusikan tentang kolaborasi. Mereka membahas mengenai tren, tantangan dan solusi yang diperlukan oleh perusahaan.

Dalam konferensi tersebut, pihak yang tergabung ialah Manish Mittal, Kepala Produk dan Pemimpin Situs PM India Atlassian. Kemudian Mani Bansal, Wakil Presiden, Teknik BYJU’S.

Ditambah Ira Pradhan, Direktur, Komunikasi Internal Global, Freshworks. Kemudian Norman Sequeira, Direktur, tim Cloud Solution Architect, Microsoft. Seperti ini pembahasan mereka berkaitan dengan empati, upskilling dan komunikasi sebagai kunci untuk berkolaborasi.

1. Empati 

Dalam beberapa waktu terakhir, dunia bisnis telah menghadapi munculnya beragam alat, solusi dan kebijakan yang berkaitan dengan tuntutan karyawan. Dimana tuntutan karyawan senantiasa berkembang dan memungkinkan kolaborasi virtual.

Sekarang ini kehidupan kerja telah memasuki era hybrid. Dimana era tersebut memerlukan empati, upskilling dan komunikasi di perusahaan. Ketiganya sangat diperlukan untuk membangun inovasi dalam hal kolaborasi.

Di masa sekarang, kerja sama sudah dapat direalisasikan secara mudah meskipun dalam jarak jauh. Sehingga menuntut setiap perusahaan untuk bertumbuh mengikuti perkembangan tersebut.

Manish Mittal mengungkapkan bahwa Atlassian sudah mampu menawarkan lingkungan kolaboratif bagi karyawan. Perusahaan tersebut telah menciptakan produk dari tantangan kolaborasi. Sehingga mempunyai alat terbaik tatkala pandemi menuntut kerja sama virtual.

Empati dalam pekerjaan

Pandemi Covid-19 memang menuntut setiap perusahaan untuk mengembangkan empati, upskilling dan komunikasi dalam hal kolaborasi. Kerja sama sendiri sudah menjadi kesempatan bagi Atlassian untuk berinovasi.

Atlassian telah sukses mempercepat peluncuran sejumlah produk baru untuk memperluas pendidikan digital siswa secara global. Perusahaan tersebut menyediakan penawaran baru dalam edtech.

Seperti penambahan bahasa, mata pelajaran, format baru dan lain sebagainya. Di sisi lain, Freshworks sukses mengadopsi empati dalam kepemimpinan. Freshworks merupakan perusahaan besar yang tidak asing lagi dengan kerja sama virtual.

Freshworks mengandalkan aktivitas kerja yang sinkron dalam pertemuan kepemimpinan. Kerja sama virtual telah membawa keahlian yang luas dan beragam ke dalam proyek perusahaan.

Anda dapat mengamati penerapan empati, upskilling dan komunikasi dalam kerja sama virtual mereka. Terutama empati yang diterapkan dalam kepemimpinan dimana pemimpin tidak sekedar memberi tugas pada karyawan. 

Fireworks berupaya mengutamakan manusia di atas bisnis. Menurut Ira, empati merupakan nilai yang perlu melekat dalam perusahaan. Bukan sekedar menuntut karyawan untuk menjalankan tugas dan mencapai tujuan perusahaan.

Empati pemimpin

Bagi karyawan Fireworks, empati dari pemimpin telah begitu membantu mereka. Sebab, dari nilai tersebut lantas muncul beragam inisiatif yang mengutamakan orang-orang di perusahaan.

BJYU juga sepakat mengenai pentingnya nilai empati. Mani Bansal menyampaikan bahwa BJYU mengembangkan budaya mendengarkan karyawan secara aktif. Sehingga mampu membantu mereka mengambangkan pendapat dan kepercayaan diri.

BJYU juga berupaya memeriksa karyawan secara berkala. Sebab, perusahaan tersebut percaya mengenai kuatnya peran empati melalui teks sederhana atau panggilan telepon. Kepedulian tersebut akan membuat karyawan lebih nyaman.

Sementara Microsoft berupaya menerapkan empati melalui peran pemimpin dan manajer. Pemimpin dan manajer didorong untuk merancang dengan tepat mengenai nilai yang diharapkan dari karyawan atau tim.

Perusahaan menaruh kepercayaan kepada karyawan dengan memberikan mereka waktu untuk belajar. Microsoft mengevaluasi waktu yang diperlukan dalam rapat sehingga mampu mengurangi tingkat kelelahan karyawan.

Empati dalam bisnis

Menurut Anda sendiri, apakah empati, upskilling dan komunikasi penting diterapkan dalam bisnis? Mari memulai dari nilai empati yang merupakan kemampuan untuk melihat dunia melalui perspektif orang lain.

Tatkala seorang pemimpin mampu memahami perspektif karyawannya, maka karyawan akan lebih loyal pada perusahaan. Karyawan pasti akan merasa lebih dihargai dan dipahami di tempat kerja.

Sehingga, mereka akan bekerja dengan lebih giat dan terampil untuk membantu perusahaan mencapai tujuan. Salah satu caranya dengan membangun kerja sama dengan lebih efektif. 

Kemudian, tatkala karyawan menerapkan empati di dalam upaya membangun kerja sama, maka mereka akan jauh lebih produktif. Seperti yang Anda tahu, pekerjaan akan jauh lebih efektif dan efisien apabila dijalankan melalui kolaborasi. 

Kerja sama juga lebih meningkatkan inovasi. Sebab, terjadi pertukaran ide-ide segar. Berbeda halnya dengan pekerjaan yang dilakukan secara individu. Dimana terkadang sulit untuk memunculkan ide baru.

Apabila Anda menerapkan empati dalam perusahaan, maka juga memungkinkan untuk memecahkan lebih banyak masalah yang ada. Pada akhirnya, perusahaan akan semakin kompetitif di dunia bisnis. 

Jangkauan pasar akan jauh lebih luas. Kesuksesan dapat diraih hanya dengan menerapkan empati, upskilling dan komunikasi dalam menciptakan kolaborasi. Kerja sama sendiri dapat dijalankan di dalam perusahaan maupun bersama perusahaan lainnya.

2. Komunikasi Terbuka

Pembahasan berikutnya ialah mengenai komunikasi yang terbuka. Komunikasi yang terbuka akan memperkuat koneksi dalam tim dan menumbuhkan kepercayaan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh Microsoft.

Norman Sequeira dari Microsoft menyatakan bahwa budaya perusahaan sudah menerapkan kerja sama virtual secara maksimal. Sehingga mampu menyediakan jalur virtual yang dapat mendorong pertumbuhan. 

Apa pentingnya rasa saling percaya antara sesama rekan kerja atau tim? Rasa percaya satu sama lain akan mencegah terjadinya konflik. Hal tersebut akan menumbuhkan keharmonisan yang mendukung produktivitas kerja.

Komunkasi dalam pekerjaan

Selain itu, komunikasi terbuka juga begitu bermanfaat untuk menumbuhkan rasa kepemilikan atas pekerjaan tim. Setiap anggota akan mempunyai rasa tanggung jawab atas pekerjaan di dalam tim.

Setiap orang akan menyampaikan feedback sehingga menimbulkan motivasi di dalam tim. Tidak ada kegiatan saling melempar tugas sehingga pekerjaan tidak akan terhambat.

Sebab adanya empati, upskilling dan komunikasi di dalam tim, akan mencegah atau mengurangi stres. Setiap orang tidak akan takut untuk mengambil inisiatif dalam pekerjaan. Sehingga lebih puas tatkala bekerja.

Tim akan mampu menghindari ketidakpastian di kemudian hari. Semua aktivitas berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Bahkan, perbedaan budaya tidak menjadi halangan dalam kerja sama.

Penerapan empati, upskilling dan komunikasi juga dapat Anda temukan di Atlassian. Atlassian mampu memaksimalkan potensi setiap tim. Sebab, setiap tim mampu mengeluarkan energi kreativitas yang luar biasa. 

Atlassian memang dianggap sebagai salah satu perusahaan yang paling inovatif oleh Majalah Fast Company. Sementara bagi BYJU, komunikasi terbuka telah menumbuhkan kesejahteraan bagi semua karyawan di perusahaan.

Perusahaan sudah berupaya menciptakan tempat kerja dimana karyawan merasa nyaman untuk berkomunikasi secara terbuka. Mereka mampu berdiskusi mengenai tantangan dan saling membantu karyawan lain yang sedang kesulitan.

BYJU telah mengembangkan budaya dialog terbuka dan transparansi. Sehingga karyawan dapat menyampaikan ide besar mereka tanpa ada halangan. Freshworks juga tidak ketinggalan mengadopsi empati, upskilling dan komunikasi dalam budaya kerja. 

Ira Pradhan menyatakan bahwa perusahaan berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang bahagia dan berdaya. Melalui komunikasi yang terbuka, Freshworks bukan sekedar memanfaatkan teknologi dalam pekerjaan namun juga mengembangkan pola pikir.

Komunikasi yang terbuka sendiri merupakan salah satu pondasi penting dalam kerja sama. Sebenarnya ketika melihat penerapan dari beberapa perusahaan besar di atas, hal tersebut telah menjadi budaya kerja.

Sehingga bukan sekedar digunakan tatkala membangun kerja sama. Namun telah diterapkan dalam seluruh aktivitas di perusahaan. Jadi, tatkala terjun dalam proyek kolaborasi, pemimpin maupun anggota tim mampu mewujudkan pola komunikasi yang efektif.

Melalui empati, upskilling dan komunikasi, setiap perusahaan akan mampu memahami perilaku serta prioritas karyawan yang terus berkembang. Terutama menghadapi tuntutan zaman yang terus berkembang seperti munculnya budaya kerja hibrida. 

3. Upskilling

Upskilling ialah metode yang dipakai oleh perusahaan dalam meningkatkan kapasitas keterampilan karyawan. Melalui cara tersebut, karyawan akan mampu menjalankan kebutuhan pekerjaan di masa sekarang maupun masa mendatang.

Upskilling merupakan aktivitas yang perlu diperhatikan oleh HR. Sebagai HR, Anda memegang peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia di perusahaan. Terutama menyikapi transformasi digital yang semakin pesat.

Empati, upskilling dan komunikasi merupakan kunci dalam kerja sama yang tidak boleh dilewatkan oleh HR. Terutama upskilling yang sangat penting bagi karyawan. Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keterampilan karyawan.

Upskilling dalam pekerjaan

Misalnya saja job rotation. Anda dapat menempatkan karyawan dalam kerja sama di divisi lainnya. Karyawan tersebut akan mampu memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari divisi lain secara praktis.

Anda juga dapat menerapkan job enlargement dimana memberikan tugas yang lebih banyak pada karyawan. Penambahan tugas akan membuat mereka belajar sebab mencoba hal baru.

Selain penambahan tugas baru, bisa berupa penambahan dimensi pekerjaan baru. Hal tersebut dijalankan melalui job enrichment. Tambahkan wewenang baru supaya keterampilan karyawan semakin terasah. 

Apabila perlu mengembangkan keterampilan secara jarak jauh, bisa mengandalkan e-learning. E-learning juga mudah diakses tatkala karyawan perlu membangun kerja sama secara virtual. Mereka dapat belajar dari mana saja dan kapan saja.

Akan tetapi, sebagai HR Anda perlu memantau aktivitas karyawan. Lakukan monitoring untuk melihat kemajuan proses upskilling para karyawan. Jangan sampai hanya menyediakan layanan e-learning tanpa melakukan monitoring.

Empati, upskilling dan komunikasi dapat diperhatikan penerapannya dalam Microsoft. Microsoft berupaya meningkatkan keterampilan karyawan dengan menyediakan waktu khusus belajar. Pada waktu tersebut karyawan tidak dibebani untuk bekerja.

Apabila sebuah perusahaan menuntut karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan sepanjang waktu, tentu mereka tidak memiliki kesempatan mengembangkan diri. Oleh sebab itu, Microsoft menyediakan waktu khusus bagi mereka untuk melepaskan diri dari tugas.

Upskilling untuk perkembangan

Pada waktu khusus tersebut mereka dapat berfokus pada pengembangan keterampilan dengan mengesampingkan pekerjaan. Empati, upskilling dan komunikasi juga diterapkan oleh Atlassian.

Bagi Manish Mittal, pola pikir yang berorientasi pada pertumbuhan dapat ditularkan pada seluruh karyawan. Pola pikir tersebut mampu menemukan bakat dari dalam diri karyawan dan membuat mereka mau belajar. 

Adanya beragam program mentoring dan coaching di berbagai tingkatan, membuat karyawan mampu mengeksplorasi peran di dalam tim. Pemahaman peran secara maksimal dalam tim akan menciptakan kerja sama terbaik. 

Mani Bansal dari BYJU menerapkan upskilling dengan menjembatani kesenjangan pengetahuan karyawan. BYJU membagikan video pendek dari para ahli untuk membantu karyawan meningkatkan keahlian.

Perkembangan zaman menuntut perusahaan untuk beradaptasi dengan menerapkan beragam nilai dan aktivitas khusus dalam bisnis. Terutama membangun kerja sama dengan menerapkan empati, upskilling dan komunikasi.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

Workaholic yang Malas. Content Writer & Seo Specialist.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Codemi Publication

Sebagai industri yang berhubungan manusia HR pastinya menjadi industri yang sangat dinamis dan terus menghadirkan tren HR terbaru setiap harinya. M

Codemi Publication

Perkembangan karyawan pada dasarnya merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam usaha untuk mendukung tumbuh kembang bisnis. Hal ini di

Unduh Codemi Learning Report 2021

X