Course Review: Dasar-dasar Marketing

Materi yang akan saya bahas ini mengenai fundamental marketing, atau yang lebih dikenal dengan Dasar-dasar Marketing. Hingga kini, setidaknya saya telah berkecimpung di dunia marketing kurang lebih sekitar 20 tahun. Dalam kurun tersebut, tentunya ada sejumlah pengalaman (experience) yang saya peroleh dari bidang marketing tersebut. Untuk itu, dalam kesempatan kali ini, saya ingin membagikan (sharing) mengenai experience tersebut kepada Anda.

Course ini ditujukan bagi Anda yang memang seorang profesional di bidang marketing, maupun Anda yang bekerja di luar bidang marketing. Hal ini dikarenakan, materi ini merupakan dasar-dasar marketing yang mudah untuk dipelajari. Saya Kurniawan, ikuti kelas saya di Codemi Learning Hub.

Dasar-dasar Marketing: Apa itu Marketing dan Marketing Mix?

Seringkali orang beranggapan bahwa marketing adalah sesuatu yang berhubungan dengan menjual maupun memasarkan barang. Hal tersebut tidak sepenuhnya keliru. Hanya saja, ada arti yang lebih luas dari sekedar itu.

Dimana marketing bukan hanya sekedar menjual dan memasarkan barang. Penjelasan mengenai hal itu akan dijelaskan pada beberapa ulasan berikut ini:

1. Apa Itu Marketing?

Secara garis besar, marketing diartikan sebagai sebuah proses bukan hanya saat barang tersebut dibuat, yang kemudian dipasarkan saja. Namun lebih dari itu, marketing merupakan sebuah proses yang dilakukan jauh sebelum produk tersebut dibuat.

Dengan kata lain, marketing diartikan sebagai proses mengidentifikasi konsumen mengenai apa yang dibutuhkan konsumen. Kebutuhan (needs) yang dimaksud yaitu:

  • Kebutuhan yang telah ada, dan juga 
  • Kebutuhan yang sebenarnya belum terpikirkan

Salah satu contoh dari penjelasan tersebut yaitu sebuah perusahaan yang baik biasanya akan membuat dan juga men-deliver produk yang dibutuhkan konsumen saat itu. Namun perusahaan terbaik (great company) adalah perusahaan yang bisa membuat produk yang belum terpikirkan konsumen saat itu, namun diyakini akan dibutuhkan konsumen di masa mendatang.

Menurut pakar marketing Philips Kotler menyebutkan bahwa marketing merupakan proses yang meliputi CCDVTF, yaitu:

  • Create, yaitu proses dalam membuat produk
  • Communicate, yaitu proses untuk mengkomunikasikan produk yang telah dibuat 
  • Delivery, yaitu sebuah proses mengenai bagaimana cara untuk menyalurkan produk tersebut
  • Value. Merupakan cara untuk membuat produk tersebut bernilai
  • Target, yaitu proses yang dilakukan dalam mengenal siapa saja yang menjadi target penjualan produk 
  • Profitable. Dalam arti, produk yang kita buat dan kita jual hendaknya bisa menguntungkan bagi kita pembuat dan penjual produk tersebut

2. Marketing Mix dengan 7Ps

Istilah marketing pastinya tidak bisa dipisahkan dengan marketing mix. Dimana marketing mix ini merupakan kombinasi maupun gabungan dari elemen-elemen yang ada pada marketing tersebut. Jika sebelumnya, marketing mix hanya terdiri dari 4 elemen saja, yang dikenal dengan 4P, yaitu product, price, place, dan promotion saja.

Maka kini, seiring berkembangnya zaman, yang mana marketing ini tidak hanya diidentikkan dengan produk saja, melainkan juga bisa dikaitkan dengan jasa. Maka marketing mix kemudian diperbarui menjadi 7P, dengan tambahan berupa elemen people, process, dan juga physical evidence.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa simak beberapa elemen yang ada pada 7P ini. diantaranya:

  • Product, yaitu pemahaman mengenai bagaimana produk tersebut dibuat
  • Price, yaitu menetapkan harga
  • Place, yaitu memikirkan bagaimana hal-hal lainnya mengenai produk yang telah dibuat. Misalnya memikirkan cara agar produk tersebut bisa sampai ke tangan konsumen, dan yang lainnya
  • Promotion, yaitu memikirkan bagaimana cara untuk mempromosikan produk
  • People, yaitu sebuah proses memberikan pelatihan dan pengarahan kepada orang-orang yang terkait dengan produk, agar mereka bisa melayani konsumen dengan baik
  • Process, merupakan sebuah proses agar produk tersebut bisa memberikan nilai dan juga bisa memenuhi kebutuhan konsumen, serta
  • Physical evidence. Merupakan bukti (prove) dari produk. Dalam arti, bukti mengenai hal apa saja yang bisa terlihat dari produk, meskipun konsumen belum membeli produk tersebut. Misalnya brosur yang menarik

3. Marketing Mix dengan 7S

Karena kini, marketing lebih mengarah kepada oriented customer, yang memiliki makna bahwa marketing lebih difokuskan kepada konsumen. Maka 7P dalam marketing mix ini akan berubah menjadi 7C, seiring dengan adanya kebutuhan konsumen. 

Adapun 7C dari 7P ini diantaranya:

  • Product menjadi Customer, yaitu ada baiknya kita memikirkan kebutuhan konsumen terlebih dahulu sebelum membuat sebuah produk
  • Price menjadi Cost. Dalam arti, selain menetapkan harga, kita juga harus memikirkan mengenai biaya (cost) yang mungkin harus dikeluarkan konsumen saat akan membeli produk yang kita buat
  • Place menjadi Convenience. Dalam arti, kenyamanan konsumen dalam mendapatkan suatu produk
  • Promotion menjadi Communication. Artinya informasi yang kita berikan tidak hanya satu arah. Namun juga berupa komunikasi 2 arah
  • People menjadi Caring, yaitu bagaimana agar konsumen bisa selalu merasa diperhatikan
  • Process menjadi Coordination, yaitu bagaimana organisasi marketing bisa mengkoordinasikan sebuah proses 
  • Physical Evidence menjadi Confirmation. Merupakan suatu keyakinan yang harus dimiliki konsumen. Bahkan sebelum konsumen tersebut mau membeli produk kita

4. Pengaplikasian Marketing Mix

Untuk memahami mengenai marketing mix dengan 7P dan juga 7C ini, kita bisa ambil contoh dari cara marketing yang dilakukan oleh Mcdonald’s. Anda dapat menyimak lebih lengkap pada course Dasar-dasar Marketing hanya di Codemi Learning Hub.

Dasar-dasar Marketing: Identifikasi dan Pahami Konsumen Anda

Setelah kita memahami mengenai marketing mix, pada course Dasar-dasar Marketing akan membahas mengenai bagaimana caranya agar produk yang kita buat bisa memberikan value (nilai) bagi konsumen kita. Untuk itu, kita bisa melakukan beberapa cara berikut ini. Diantaranya:

1. Menanamkan Produk ke Pikiran Konsumen

Dalam proses menambahkan value pada produk, terlebih dahulu, kita perlu menerapkan kaidah STP. Diantaranya:

A. Segmentasi

Merupakan proses menggolongkan konsumen berdasarkan kriteria tertentu. Pada umumnya, segmentasi konsumen bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Berdasarkan geografi, yaitu menggolongkan konsumen berdasarkan wilayah tempat konsumen tersebut berada
  • Berdasarkan demografis. Misalnya berdasarkan umur, gender, status ekonomi, dan yang lainnya
  • Berdasarkan psikologi (physiologic segmentation). Misalnya berdasarkan hobi yang ditekuni konsumen, dan yang lainnya
  • Berdasarkan behaviour (perilaku). Misalnya konsumen yang sering melakukan pembelian dalam urutan pertama (first time buyer), pembeli yang sering berkunjung ke toko, konsumen yang terbiasa berbelanja online, dan yang lainnya

B. Target

Setelah melakukan segmentasi konsumen, maka langkah selanjutnya yaitu menargetkan di segmentasi yang mana produk kita akan dimasukkan. Misalnya untuk segmentasi kalangan wanita/perempuan yang tinggal di perkotaan, yang berusia antara 20 hingga 35 tahun.

C. Positioning

Positioning erat kaitannya dengan pelayanan (serve). Dalam arti, seorang Manager maupun tim leader hendaknya mencari cara bagaimana produk kita bisa terlihat berbeda di mata konsumen. Dengan kata lain, positioning ini diartikan sebagai persepsi konsumen mengenai produk yang kita jual.

2. Fitur dan Manfaat

Langkah lainnya yang bisa dilakukan agar Anda bisa menerapkan marketing mix yaitu dengan memasukkan feature & benefit (fitur & manfaat). Fitur sendiri diartikan sebagai sesuatu yang ada pada produk. Sedangkan benefit adalah hal-hal yang membuat produk kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Sebagai contoh, jika Anda membeli sebuah handphone, pastinya penjual akan menyebutkan mengenai beberapa fitur yang ada pada handphone tersebut. Misalnya processor yang besar, kapasitas baterai yang mumpuni, dan yang lainnya. Selain menyebutkan fitur, ada baiknya, sebagai penjual, Anda juga bisa menyebutkan benefit dari produk hp tersebut.

Anda dapat menyimak lebih lengkap pada course Dasar-dasar Marketing hanya di Codemi Learning Hub.

3. Tahapan Perilaku Konsumsi Seseorang

Sebelum seseorang akhirnya membeli sebuah produk, sebenarnya ada beberapa tahapan yang mereka lalui. Dimana salah satunya tahapan mengenai perilaku seseorang, yang terdiri dari AIDA, yang meliputi:

  • Attention, yaitu saat seseorang sudah mulai aware dengan memperhatikan produk kita
  • Interest, yaitu saat seseorang sudah mulai menyukai produk kita
  • Desire. Dimana calon konsumen sudah bisa memikirkan mengenai bagaimana cara mendapatkan produk tersebut, serta
  • Action, yaitu proses pemilihan yang diikuti dengan pembelian produk

Selain AIDA, dalam tahapan perilaku konsumen ini juga mengenal adanya konsep AISAS, yang terdiri dari:

  • Attention: Cara untuk membuat konsumen memperhatikan produk kita
  • Interest: Cara untuk membuat konsumen tertarik dengan produk kita
  • Search: Cara untuk membuat konsumen bisa mencari produk kita
  • Action: Cara untuk membuat konsumen membeli produk kita
  • Share: Cara untuk membuat konsumen membagikan pengalamannya dalam menggunakan produk kita 

4. Brand, Brand Identity, dan Branding

Seringkali seseorang menyebut bahwa brand adalah sebuah logo, maupun simbol. Namun sebenarnya lebih dari itu. Brand sendiri diartikan sebagai hubungan emosional antara konsumen dan juga produk.

Sementara brand identity (identitas brand) yaitu suatu bentuk dari brand yang berupa logo, simbol, maupun desain yang bisa diterjemahkan menjadi tangible. Dalam arti, bisa diterjemahkan kepada sesuatu yang bisa didengar, dilihat, maupun dirasakan konsumen. Sedangkan yang dimaksud dengan branding yaitu sebuah cara untuk memasukkan brand pada otak konsumen.

5. Aplikasi Branding dalam Produk

Beberapa contoh branding dalam produk ini diantaranya Marlboro, yang mana dalam logo, iklan, hingga jingle-nya selalu memasukkan tematik cowboy. Sehingga saat kita melihat iklan maupun mendengar jingle dengan tematik cowboy tersebut, pikiran kita akan langsung mengarah pada Marlboro.

Begitu juga dengan produk A-mild yang selalu mengedepankan tema dan jingle yang out of the box. Tak jauh berbeda dengan A-mild, Apple juga selalu menghadirkan logo, desain, hingga gerai yang memiliki kesan hi-tech (berteknologi tinggi).

Dasar-dasar Marketing: Akuisisi Konsumen

Pada umumnya, promosi dilakukan untuk memunculkan perilaku action dari pembeli, untuk membeli produk kita. Namun dalam pelaksanaannya, promosi terdiri dari beberapa tahapan, yang dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu. Penasaran? Ayo, akses kelasnya di Codemi Learning Hub.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Supaya sukses dalam mendirikan perusahaan, Anda harus menyiapkan Employee Benefits untuk kepentingan mereka. Pada dasarnya Employee Benefits bisa d

Berpedoman pada 100 Performance Metrics untuk tingkatkan tinjauan kinerja yang efektif ialah pilihan terbaik. Performance Metrics dalam pekerjaan d

Unduh Codemi Learning Report 2021

X