Gosip di Tempat Kerja: Dampak dan Cara Menghadapinya

Sesekali tentu Anda pernah mendengar gosip di tempat kerja apapun bentuknya. Mulai dari hubungan asmara satu pekerja dengan rekan sejawat tentu bukan sebuah masalah besar jika dilihat sekilas.

Namun kita disini ingin membicarakan masalah lebih luas terkait workplace gossip. Tanpa disadari ini dapat memberikan dampak negatif dan jelas mempengaruhi produktivitas individu bahkan tim.

Jadi jangan sampai anggap sebelah mata masalah seperti ini dalam jangka panjang jika tidak ingin menyesal. Pada kesempatan ini kami akan jelaskan apa saja dampaknya dan bagaimana cara mengatasinya. 

Sehingga ketika menentukan masalah serupa dapat langsung mengambil tindakan paling tepat mengatasinya. Langkah seperti itu tentu saja dibutuhkan agar lingkungan kerja tetap optimal dan produktif.

Apabila kabar burung seperti ini dibiarkan akan menjadi gangguan dan membuat produktivitas berkungan. Para employee akan lebih tertarik untuk menggali informasi tidak penting dibandingkan mengerjakan tugasnya.

Apa Itu Gosip di Tempat Kerja?

Kita awali dulu dengan definisi teoritis terkait workplace gossip sehingga Anda memiliki acuan jelas. Pada dasarnya ini adalah sebuah kabar yang tersebar di kalangan para employee tentang masalah personal.

Jadi ranah sensitif yang sebenarnya tidak ada pengaruhnya secara langsung pada bidang pekerjaan. Misalnya Budi adalah seorang pegawai dari entitas A, ada gosip beredar bahwa dia menjalin hubungan dengan wanita lain padahal sudah menikah.

Contoh gosip di tempat kerja seperti itu jelas tidak ada hubungannya sama sekali dengan bidang pekerjaan. Namun jika berita seperti itu tersebar di kalangan employee jelas akan menarik sebuah perhatian.

Akhirnya mereka akan mulai membicarakan topik sensitif tersebut dalam kesempatan tertentu. Dampaknya adalah ketika Budi menyadari hal tersebut terjadi bisa saja itu mempengaruhi produktivitasnya.

Kemudian bagi employee lainnya bisa saja bergosip akan lebih menyenangkan dibandingkan kerja. Itu masih sebuah kabar burung yang kelasnya ringan dan tidak memantik pertikaian antar tim.

Ada banyak gosip di tempat kerja yang bisa memberikan dampak lebih destruktif pada lingkungannya. Misalnya jika Budi merebut pacar Anton rekan satu timnya sendiri dari divisi marketing.

Jelas hal seperti ini akan membuat kerja sama tim menjadi berantakan karena masalah personal. Jadi dari contoh tersebut tentu Anda sekarang paham mengapa bergosip bisa berbahaya di tempat kerja.

Baca Juga: Tentang Gosip Di Tempat Kerja

Dampak Negatif Gosip

Pada segmen ini mari kita pelajari bersama apa sebenarnya dampak negatif adanya workplace gossip. Jadi Anda tidak lagi memandangnya sebelah mata karena mempengaruhi produktivitas kerja.

1. Mengurangi produktivitas 

Dampak pertama dari gosip di tempat kerja ini jelas terjadi dan paling sering kita saksikan. Terkadang sebuah entitas bisa kehilangan peak production proses karena employee lebih sibuk menggosip.

Hal seperti itu jelas menjadi sebuah hambatan dan harus segera kita hempaskan sekarang juga. Jika dibiarkan berkelanjutan bahwa para pekerja akan kurang motivasi dan justru memilih bergosip saja.

2. Meningkatkan turnover rate

Biasanya korban dari sebuah kabar burung di sebuah entitas akan merasa tidak betah kemudian pindah. Sehingga intensitas pergantian pegawai dalam sebuah entitas menjadi jauh lebih sering.

Turnover rate dalam sebuah perusahaan tidak bagus karena berdampak pada kerja sama tim. Semakin sering sebuah tim berganti maka kemungkinan besar mereka bisa bekerja sama tentu akan berkurang.

3. Menodai kepercayaan

Jelas dampak dari gosip di tempat kerja adalah menodai kepercayaan baik secara horizontal atau vertikal. Akhirnya para pekerja akan semakin tertutup pada pihak lain dan sulit bekerja sama.

Jika hal tersebut sudah terjadi tentu dampaknya akan membuat lingkup kerja semakin hambar. Apabila itu dibiarkan maka perlahan para pegawai akan mengundurkan diri.

4. Toxic company culture

Lingkup kerja toxic dapat terjadi ketika para pegawai lebih suka bergunjing dibandingkan bekerja. Misalnya Anita adalah seorang pekerja teladan, namun ternyata dia memiliki akun onlyfans.

Itu sebenarnya bukan urusan perusahaan ketika dia mencari tambahan uang selama tidak mempengaruhi performanya. Namun ketika rekan kerjanya tahu tentu ini akan jadi bahan gunjingan bagus.

5. Memicu masalah mental

Ketika bergosip sudah keterlaluan ini dapat memicu masalah mental bagi korban. Jadi seorang pegawai teladan sekalipun akan runtuh juga mentalnya jika terus dibiarkan menjadi korban gunjingan.

Bagi para penggunjing sendiri ini akan membuat mental mereka semakin buruk. Artinya pekerja tersebut tidak akan bisa naik jabatan karena mentalitas backstabbing yang dimiliki.

Kelima aspek tersebut tentu saja harus Anda waspadai karena dampaknya cukup destruktif. Apabila kita selama ini menganggapnya sebelah mata maka jangan kaget jika dalam jangka panjang entitas akan dihuni oleh banyak deadwood.

Cara Mengatasi Gosip di Tempat Kerja

Satu-satunya cara apabila ternyata masalah ini sudah terjadi dan dampaknya terlihat adalah membentuk komite internal. Ini bertujuan untuk mencari akar permasalahan dan menyelesaikannya.

Mengapa harus ada komite khusus bukankah bagian human resource juga dapat melakukannya. Tentu tidak bisa karena untuk melawan kabar burung kita harus melakukannya secara diam-diam.

Jadi itu dilakukan agar dampak dari gosip di tempat kerja tersebut tidak sampai mempengaruhi produktivitas lebih dalam. Jika secara terang-terangan diadakan meeting untuk menyelesaikan seperti apa dampak mentalnya.

Pikirkan dengan baik agar tidak sampai mengambil langkah sembrono dan menghancurkan potensi pekerja. Terutama jika korbannya adalah pekerja dengan produktivitas dan potensi bagus.

Justru karakter employee seperti itu paling rentan terkena kabar burung terutama jika employee lainnya punya tendensi menjadi deadwood. Mereka tidak ingin ada teladan yang membuat lingkup kerja semakin efektif.

Jadi dengan dibentuknya sebuah komite khusus untuk menyelesaikan masalah secara discrete maka penyelesaiannya akan lebih manusiawi. Tinggal kita buang saja siapa sampah yang membuat gosip tersebut melebar.

Untuk apa entitas menjaga pekerja yang pekerjaannya gosip di tempat kerja. Human resource sekarang sudah jauh melunak dan kontrol mereka terhadap para employee menjadi kurang ideal.

Metode Mitigasi Gosip di Tempat Kerja

Ketika berbicara masalah mitigasi ada empat metode yang dapat kita implementasikan secara optimal. Sehingga masalah workplace gossip ini tidak akan menjadi batu sandungan bagi entitas.

1. Menerapkan aturan khusus

Terapkan company policy yang secara eksplisit membuat para karyawan tidak mengurus kehidupan rekannya. Ini penting untuk menjaga atmosfer perusahaan tetap pada ranahnya.

Jika tidak ada hubungannya dengan company maka urusan tersebut sebaiknya ditunda dulu. Jadi ini adalah sebuah peraturan yang wajar diterapkan oleh berbagai entitas dari luar negeri, Indonesia entah kapan.

2. Tingkatkan pengamatan perilaku kerja pegawai

Salah satu tugas Anda sebagai atasan adalah mengamati perilaku kerja pegawai. Selain mencegah terjadinya workplace gossip kita bisa mengidentifikasi calon deadwood sejak dini.

Untuk apa memelihara karyawan yang tidak bisa diselamatkan lagi dari tendensi menjadi deadwood. Semakin dini mereka dibinasakan maka dampaknya tidak akan meluas pada employee lain.

3. Mendorong gosip positif

Meskipun ini kurang ideal diterapkan di Indonesia namun entitas luar negeri sudah menerapkannya. Jadi gosip positif ini seperti pencapaian dari seseorang akan langsung tersebar cepat.

Mengapa kurang tepat jika diimplementasikan di Indonesia karena masyarakat kita mudah minder. Mendengar keberhasilan rekannya bukannya terpacu namun justru ingin menjegalnya.

4. Lebih peduli sesama 

Apapun dan bagaimanapun caranya tumbuhkan rasa peduli sesama baik secara horizontal atau vertikal. Ini akan membuat lingkup kerja semakin kondusif dan mendukung perkembangan potensi.

Ini masih bisa kita terapkan di Indonesia karena pada dasarnya mental masyarakat memang empati. Jauh lebih efektif digunakan untuk menjaga agar persoalan personal tidak sampai masuk ke ranah perusahaan.

Dengan mengetahui semua materi tadi tentu sekarang Anda tidak perlu khawatir lagi. Mencegah dan mengatasi gosip di tempat kerja dapat dilakukan dengan mudah jika tahu bagaimana caranya.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Seberapa pentingkah waktu sendiri bagi manusia? Maka jawabannya adalah sangat penting dan harus, mengapa demikian? Bukankah, Anda adalah makhluk so

Saat Anda tidak ingin bekerja sebenarnya bukan merupakan masalah serius, tetapi harus menjadi catatan penting sebelum semuanya menjadi lebih parah,