6 Contoh Pengaplikasian Pembelajaran Kolaboratif yang Bisa Dicoba

Apa itu pembelajaran kolaboratif? Secara singkat, pembelajaran kolaboratif adalah metode pembelajaran yang mendorong peserta untuk membentuk tim dan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah dan tugas.

Lalu, apa saja contoh pembelajaran kolaboratif di perusahaan? Berikut ini penjelasannya. 

Mengulik case study

Contoh nyata dari pembelajaran kolaboratif yang pertama adalah mengulik case study bersama. Dalam berbisnis, meneliti dan membahas case study sudah jadi hal yang umum dilakukan. Lewat case study, kita bisa melihat masalah yang muncul dalam kasus tersebut serta cara penyelesaian seperti apa yang sepatutnya dilakukan. 

Dalam pembelajaran kolaboratif, pembahasan case study bisa dilakukan dengan membentuk beberapa grup yang masing-masing meneliti case study yang berbeda, namun dengan tingkat kesulitan yang sama. Selanjutnya, berikan waktu 10-15 menit bagi setiap grup untuk berdiskusi dan membedah case study bersama anggota grup. Terakhir, tunjuk satu orang dari setiap grup untuk mempresentasikan hasil diskusi case study. Jangan lupa untuk melemparkan beberapa pertanyaan ke anggota grup lainnya perihal temuan mereka tersebut. 

Pembelajaran per kelompok

Pembelajaran kolaboratif tidak akan berhasil tanpa adanya pembelajaran per kelompok. Penting sekali untuk menetapkan grup-grup permanen berisikan maksimal 5 orang dalam pembelajaran per kelompok agar materi bisa disampaikan dengan lebih optimal. Meski dilakukan secara berkelompok, sebaiknya instruktur tetap menghitung performa individu dan menggabungkannya dengan performa kelompok.

Jadi, alih-alih belajar secara individu, akan lebih baik untuk belajar bersama. Para peserta, dalam hal ini karyawan perusahaan, bisa saling bertukar pikiran, memperkuat skill kerja sama dan komunikasi, serta belajar hal-hal baru dari satu sama lain. Contoh pembelajaran kolaboratif ini bisa dilakukan dalam acara workshop atau seminar di kantor. 

Baca juga: Penerapan Learning Management System untuk Perusahaan

Problem solving dengan grup

Dalam berbisnis, pastinya akan selalu muncul masalah baru yang harus diselesaikan dengan solusi inovatif. Jika masalah hanya ditanggung oleh seorang diri, bisa dipastikan bahwa solusi yang dihasilkan pun tidak akan begitu optimal, bahkan bisa saja keliru. Karenanya, sangat disarankan untuk memecahkan masalah-masalah dalam bisnis bersama rekan kerja lainnya, alias problem solving bersama grup atau divisi. 

Masing-masing karyawan memiliki opini tersendiri, latar belakang yang berbeda, serta pengalaman hidup yang bervariasi. Awalnya mungkin akan sulit untuk menyatukan pikiran, namun keberagaman inilah yang akan membawa Anda dan grup menuju solusi inovatif yang mungkin tidak akan terpikirkan oleh diri Anda sendiri. Inilah salah satu kehebatan pembelajaran kolaboratif!

Diskusi antar divisi

Perusahaan membagi tugas dan posisi kerja ke divisi-divisi yang berbeda. Memang ada divisi-divisi yang harus bekerja sama dan berdekatan, namun tentu ada juga divisi-divisi yang tidak pernah berkaitan satu sama lain. Ini bukanlah sesuatu yang dianggap buruk, tetapi ada baiknya untuk mendekatkan divisi-divisi dalam perusahaan supaya mereka bisa berdiskusi terbuka jika ada kesempatan.

Mirip dengan problem solving bersama grup divisi, diskusi antar divisi akan membuka jalan baru karena adanya input segar dari karyawan-karyawan dengan keterampilan yang tidak Anda miliki. Misalnya, divisi IT bisa diajak diskusi bersama divisi Digital Marketing untuk mengoptimasi website agar artikel SEO yang di-upload ke dalam website bisa mendatangkan lebih banyak traffic

Brainstorming ide baru

Jika kita kembali lagi ke definisi pembelajaran kolaboratif, kita bisa melihat bahwa tujuan utama dari pembelajaran kolaboratif adalah menyatukan pikiran demi membuat sebuah ide baru. Di sini, pembelajaran kolaboratif akan menjadi aset terbesar dalam perusahaan untuk bisa mendatangkan ide-ide baru dan akhirnya membuat produk atau jasa baru yang akan mendatangkan keuntungan. 

Bentuklah grup kecil untuk merancang ide baru tersebut. Saat sudah menemukan ide yang dianggap layak dan dapat diterima khalayak publik dengan baik, presentasikan kepada grup atau divisi lainnya. Dalam presentasi ini, lakukan juga sesi tanya jawab untuk membuka diskusi. Catat saran dan kritik yang diterima. Dari sesi tanya jawab ini, ide yang sudah dirancang sebelumnya bisa disempurnakan lagi. 

Keuntungan pembelajaran kolaboratif bagi perusahaan

Keuntungan yang pertama dari pembelajaran kolaboratif adalah meningkatnya produktivitas. Jika sebuah proyek besar hanya dilakukan oleh seorang karyawan, maka pekerjaannya yang lain akan terbengkalai. Lain halnya jika karyawan bisa berkolaborasi bersama karyawan lainnya, jelas beban kerja yang ditanggung jadi lebih ringan. Belum lagi, mereka bisa saling diuntungkan dengan masing-masing keterampilan.

Kemudian, keuntungan yang kedua dari pembelajaran kolaboratif adalah efisiensi kerja. Bayangkan jika perusahaan Anda mengedepankan lingkungan kerja yang kolaboratif, mereka bisa mengakses dokumen-dokumen yang diperlukan dalam satu sistem sentral. Tidak perlu lagi menunggu, mereka bisa langsung berinteraksi dengan karyawan lainnya. Terakhir, pembelajaran kolaboratif mendorong karyawan untuk lebih berani dalam mengungkapkan pikirannya. 

Itu dia 6 contoh pembelajaran kolaboratif dan manfaatnya bagi perusahaan. Mari mulai dengan menerapkan program pelatihan karyawan berkonsep kolaboratif bersama Codemi.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Codemi Publication

Ketika Anda mulai bekerja di suatu perusahaan, Anda harus sudah siap menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengikuti manaj

Codemi Publication

Kualitas SDM sangat membawa pengaruh bagi kelangsungan hidup perusahaan. Hal inilah yang melatarbelakangi alasan pentingnya kualitas SDM dengan mer