10 Contoh OKR Terbaik di Bidang Perbankan

Sebelum menentukan objective dan key results dari suatu perusahaan perbankan, kiranya Anda perlu mengamati terlebih dahulu contoh OKR perbankan di bidang tersebut. Anda bisa memperhatikan penerapannya dalam berbagai divisi.

Melalui pengamatan tersebut, nantinya Anda bisa memperoleh gambaran mengenai apa yang harus dirancang di dalam OKR. Dalam artikel ini kami bukan sekedar menuliskan contoh untuk perusahaan.

Kami sematkan juga beragam informasi mengenai OKR. Terutama tips yang dapat diterapkan dalam pembuatannya. Bagi HR, tips ini sangat penting karena mampu memudahkan penerapan OKR yang begitu bermanfaat bagi bisnis di dunia modern.

Berkenalan dengan Objective dan Key Results

10 Contoh OKR Terbaik di Bidang Perbankan
via freepik

Sebelum membahas contoh OKR Perbankan, tentu wajib mengenali OKR terlebih dahulu. Anda dapat menganggapnya sebagai kerangka kerja untuk mengatur tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan. Di dalamnya juga memuat strategi dan penilaian performa kerja.

Objective akan memberitahukan apa yang hendak dicapai. Sementara key results ialah turunannya, berbentuk hasil yang perlu diraih supaya bisa sampai ke tujuan. Melalui kerangka kerja ini, perusahaan maupun karyawan akan mempunyai gambaran jelas.

Tahukah Anda jika sudah banyak perusahaan di tanah air yang mulai menerapkan bentuk manajemen tersebut dalam bisnis? Mungkin Anda lebih familiar dengan Google yang sudah terlebih dahulu menerapkannya.

Sebenarnya Intel adalah pihak pertama yang berupaya menerapkannya dalam perusahaan. Konsep yang bermula di Intel lantas menyebar ke perusahaan lain seperti Google. Kesuksesan konsep tersebut membuat banyak perusahaan tertarik untuk ikut mengadopsinya.

Manajemen ini terdiri atas dua komponen. Yakni objective yang merupakan deskripsi kualitatif dari apa yang hendak diraih. Deskripsi tersebut berbentuk singkat, mudah diingat dan menjadi sumber motivasi atau tantangan bagi tim.

Komponen lainnya ialah key results, yakni indikator yang menggambarkan kesuksesan dalam proses meraih tujuan. Jadi, OKR memuat tujuan dan hasil yang perlu diraih untuk menjangkaunya.

Anda bisa menganggap contoh OKR perbankan sebagai strategi manajemen umum dalam dunia kerja modern. Strategi tersebut menawarkan keselarasan dan visibilitas sehingga mampu membantu menyatukan tim maupun seluruh karyawan dalam perusahaan.

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa terasa mirip dengan KPI. Memang, ada banyak orang yang masih kebingungan mengenai perbedaan keduanya. Jadi, KPI ialah alat ukur atas pencapaian pada tingkat tertentu dalam suatu aktivitas.

Sementara OKR dapat dimaknai sebagai alat ukur dalam menilai kinerja berdasarkan tujuan suatu aktivitas. Jadi lebih menunjukkan kemajuan dari tujuan yang telah diraih.

Panduan Menyusun OKR untuk Perusahaan

Setelah memahami pengertiannya, mari berlanjut ke panduan menyusun contoh OKR perbankan. Anda bisa mengikuti panduan ini dengan mudah. Sesuaikan dengan keadaan perusahaan dan karyawan.

1. Menentukan Tujuan

Langkah pertama tentu saja menentukan tujuan yang hendak dicapai oleh tim atau perusahaan. Hal tersebut menjadi garis akhir yang diperjuangkan dengan keras oleh seluruh anggota tim.

Tujuan yang Anda tetapkan harus ambisius, realistis dan tentu saja memungkinkan untuk diraih. Mungkin pada mulanya terasa sulit, namun setelah melewati proses, umumnya akan tampak lebih memungkinkan untuk tercapai.

Baca: Ikigai Cara Menemukan Tujuan Hidup Ala Jepang

2. Menetapkan Tolok Ukur

Langkah selanjutnya dalam pembuatan contoh OKR perbankan ialah menetapkan tolok ukur. Anda boleh menciptakan 3 hingga 5 key results (KR) sebagai tolok ukur peraihan tujuan. Jika Anda menetapkan terlalu banyak tolok ukur, aktivitas akan berlangsung kurang efektif.

Supaya bisa diukur, sifatnya wajib kuantitatif atau memuat angka. Misalnya jika KR memperoleh 500 pelanggan baru, memperoleh kenaikan omset 400% dalam 3 bulan, merekrut 10 orang karyawan baru, dan lain sebagainya.

3. Menentukan Skala Nilai

Anda perlu menentukan skala nilai yang dipakai untuk melacak kemajuan. Misalnya memakai skala penilaian 0 sampai 10. Boleh juga memakai persentase (%). Silahkan saja memakai mana yang cocok dengan rancangan kerangka kerja.

4. Menyelaraskan Tujuan Perusahaan dan Karyawan

Tujuan perlu ditetapkan dari atas ke bawah. Dimulai dari CEO dan manajemen lantas diturunkan ke setiap departemen. Setiap departemen perlu merancang OKR dengan tujuan dan prioritas masing-masing. Kemudian diturunkan lagi menjadi personal karyawan.

Tips Membuat Tujuan dalam OKR 

Ketika Anda mengamati beragam contoh OKR perbankan di bidang perbankan, akan tampak tujuannya begitu jelas dan mudah dimengerti. Dalam merumuskan objective memang perlu perhatian tinggi. Berikut tips yang bisa membantu. 

1. Membuatnya Sederhana

Memang, Anda perlu membuat tujuan yang ambisius. Akan tetapi, jangan sampai membuatnya tampak begitu rumit dan sulit dimengerti oleh karyawan atau tim. Jika tujuan tampak rumit, tentu sulit bagi pihak yang menjalankannya.

Supaya tujuan dalam contoh OKR perbankan tampak sederhana, buatlah berdasarkan skala prioritas perusahaan. Utamakan tujuan yang lebih mudah diraih dalam waktu dekat. Setelah itu baru mencoba tujuan yang lebih besar.

2. Menetapkan Tujuan Spesifik

Anda perlu menggambarkan rencana tindakan untuk meraih tujuan. Sehingga strategi yang dibuat tampak lebih spesifik. Anda wajib mengetahui apa yang perlu dilaksanakan dan bagaimana cara meraih tujuan. 

3. Sharing Tujuan dengan Berbagai Pihak 

Contoh OKR perbankan bukan hanya untuk manajemen saja. Namun juga perlu diketahui oleh karyawan dan pemegang kepentingan. Anda perlu menetapkan tujuan dari tingkat perusahaan ke tingkat departemen dan individu. 

Melalui cara tersebut, karyawan akan memperoleh garis panjang yang lebih jelas. Karyawan akan tahu bagaimana pekerjaan mereka berkontribusi terhadap tujuan perusahaan. Mereka juga dapat menyesuaikan tujuan individu dengan tujuan besar perusahaan.

Tips Menerapkan OKR di Perusahaan Perbankan

Apabila Anda sudah selesai merancang contoh OKR untuk perusahaan perbankan, maka langkah berikutnya ialah penerapan. Supaya penerapannya jauh lebih mudah, coba simak dahulu tipsnya berikut ini.

1. contoh OKR perbankan: Memecah KR menjadi Working Activities

Anda telah menetapkan 2 sampai 5 KR. Lantas, bagilah menjadi working activities untuk menunjang kesuksesannya. Akan lebih mudah bagi anggota tim untuk menjalankannya.

2. Menunjuk Penanggungjawab untuk Setiap Working Activities

Tips berikutnya ialah menunjuk penanggungjawab untuk setiap working activities. Penanggung jawab bertugas memantau jalannya working activities sampai garis akhir dan sukses. Tetapi, penanggungjawab tidak harus pihak yang menjalankan working activities. 

3. contoh OKR perbankan: Menciptakan Visual Board

Supaya working activities dapat dipantau secara mudah, Anda dapat menciptakan visual board. Visual board mudah dipahami oleh setiap anggota tim maupun penanggungjawab. Silahkan membaginya ke dalam beberapa kolom.

Anda bisa membuat kolom contoh OKR perbankan berupa backlog, to do, in progress, done dan drop. Backlog menunjukkan working activities yang perlu dijalankan. To do menunjukkan jadwal working activities yang hendak dijalankan berikutnya.

In progress ialah working activities yang tengah dijalankan sekarang ini. Done merupakan working activities yang sudah selesai dijalankan. Drop ialah working activities yang tidak menghasilkan impact.

4. Menandai Working Activities Memakai Warna Berbeda

Anda dapat mengisi kolom visual board memakai sticky note yang mempunyai beragam warna. Sesuaikan warnanya dengan tujuan dari working activities. Contohnya working activities untuk KR 1 menggunakan warna merah.

5. Memindahkan Working Activities Berdasarkan Status Pengerjaan

Visual board berguna dalam menunjukkan status pengerjaan working activities. Anda perlu memindahkan working activities berdasarkan status pengerjaannya supaya seluruh anggota tim dapat memantau perkembangan pencapaian tujuan.

Contoh OKR Terbaik di Bidang Perbankan

Setelah membaca banyak informasi mengenai OKR, saatnya mempelajari contoh penerapannya. Anda dapat menjadikannya sebagai referensi tatkala hendak merancang sendiri untuk perusahaan perbankan. 

1. Mengembangkan Bisnis

Objective: mengembangkan bisnis.

Key results 1: menaikkan pendapatan menjadi $3M.

Key2: meluncurkan produk baru.

Key results 3: mengurangi churn sampai kurang dari 5% setiap tahun melalui kesuksesan pelanggan.

2. contoh OKR perbankan: Memuaskan Pelanggan

Objective: memuaskan pelanggan.

Key results 1: mengumpulkan umpan balik dari 20 pelanggan setiap bulan.

Key2: menaikkan angka retensi pelanggan sampai 97%.

Key results 3: mempertahankan NPS 9.

3. Memperkuat Budaya Perusahaan

Objective: memperkuat budaya perusahaan.

Key results 1: menciptakan putaran umpan balik dua arah secara berkelanjutan menggunakan survei mingguan.

Key2: mempertahankan skor kepuasan karyawan rata-rata 8 atau lebih tinggi.

Key results 3: menciptakan program bimbingan baru di akhir Q3. Perlu Anda tahu bahwa contoh OKR di bidang perbankan bukan hanya berkaitan dengan pelanggan namun juga karyawan itu sendiri.

4. Meluncurkan Produk Baru

Objective: meluncurkan produk baru.

Key results 1: mengembangkan 20 studi kasus pelanggan sebelum 30/07/23.

Key 2: memperoleh penghargaan dari konferensi industri.

5. contoh OKR perbankan: Menaikkan Revenue

Objective: meningkatkan revenue menjadi 6 miliar per tahun. Key results 1: meraih revenue sebesar 500 juta per bulan. Key results 2: menaikkan jumlah telepon menjadi 5000 per salesperson (per tahun). 

Beberapa contoh OKR dalam bidang perbankan di atas, dapat diterapkan pada berbagai divisi. Anda dapat menyesuaikan contohnya dengan keperluan perusahaan. Silahkan melakukan modifikasi sesuai dengan tujuan yang dikehendaki.

Anda boleh menetapkan beberapa key results dalam 1 OKR. Akan tetapi, harus jelas dan terukur. Kemudian, pastikan setiap poin realistis sehingga tidak menurunkan semangat tim dalam meraihnya.

6. Optimasi Marketing Funnel

Objective: optimasi marketing funnel supaya memperoleh lebih banyak MQL. Key results 1: menaikkan sign up rate dari email marketing menjadi 45%. Key results 2: menurunkan unsubscribe rate dari email marketing menjadi 2%. 

7. Menaikkan Online Leads Secara Online

Objective: meningkatkan online lead generation. Key results 1: meningkatkan jumlah follower di sosial media dari 3000 menjadi 6500 sampai Desember 2022. Key results 2: rata-rata conversion ratio meraih 10% sampai Desember 2022.

8. Menaikkan Return of Investment (ROI) SDM

Objective: meningkatkan Return of Investment (ROI) SDM. Key results 1: menurunkan turnover rate para talent dari 15% menjadi 5%. Key results 2: meningkatkan internal promotion dari 5% menjadi 25%.

9. Meningkatkan Pendapatan 

Objective: meningkatkan pendapatan perusahaan. Key results 1: meraih penghasilan sebesar 10 miliar per tahun. Key results 2: membuka 3 cabang baru di Indonesia, dengan pendapatan sebesar 2 miliar dalam satu tahun. 

10. Menaikkan Engagement Karyawan

Objective: meningkatkan engagement karyawan. Key results 1: menyelenggarakan 3 event bulanan dengan tingkat kehadiran karyawan paling sedikit 80%. Key results 2: memperoleh feedback dari paling sedikit 100 karyawan.

Memang ada banyak sekali contoh OKR perbankan. Sebab, divisi di perbankan mirip dengan perusahaan seperti pada umumnya. Bahkan, juga perlu membuat OKR yang dikhususkan untuk karyawan seperti meningkatkan engagement.

Apabila masih baru pertama kali membuat OKR, tidak wajib menetapkan 5 key results sekaligus. Bisa memulai dari 3 poin terlebih dahulu. 

Dalam pembuatan OKR perbankan, ada banyak hal perlu dipertimbangkan terutama objective. Sebelum merancangnya, perlu kiranya untuk mempelajari contoh OKR perbankan.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

Workaholic yang Malas. Content Writer & Seo Specialist.

1 Comment

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Codemi Publication

    Sebagai industri yang berhubungan manusia HR pastinya menjadi industri yang sangat dinamis dan terus menghadirkan tren HR terbaru setiap harinya. M

    Codemi Publication

    Perkembangan karyawan pada dasarnya merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam usaha untuk mendukung tumbuh kembang bisnis. Hal ini di

    Unduh Codemi Learning Report 2021

    X