10 Contoh OKR Efektif untuk Industri Ritel

Tahukah Anda pentingnya mempelajari contoh OKR efektif dalam menjalankan industri ritel? Ritel sendiri merupakan industri yang begitu kompetitif dan bergerak cepat. Industri tersebut terus bertumbuh dengan stabil dari tahun ke tahun.

Para pelaku industri ritel perlu bersaing dalam beberapa hal. Sebab, konsumen menghendaki layanan terbaik yang menggabungkan pengalaman belanja tradisional dengan kenyamanan penggunaan teknologi modern.

Untuk mencapai tujuan perusahaan, perlu kiranya untuk mengetahui penerapan OKR yang efektif. Dalam artikel ini akan kami sediakan 10 contoh OKR yang dapat Anda terapkan dalam bisnis ritel.

Contoh OKR Efektif untuk Industri Ritel

10 Contoh OKR Efektif untuk Industri Ritel
via: Freepik

Tahukah Anda bahwa toko fisik masih menjadi favorit masyarakat untuk berbelanja? Untuk mengoptimalkan hal tersebut, Anda perlu menerapkan OKR sehingga mampu meningkatkan operasional toko. 

Apakah Anda mempertanyakan mengapa masih memerlukan OKR jika sudah menerapkan KPI? OKR dirancang untuk mencapai tujuan dalam KPI. Misalnya saja KPI ditujukan untuk meningkatkan penjualan per karyawan.

OKR mampu membantu mencapai tujuan tersebut dengan beberapa cara. Seperti membantu setiap karyawan untuk menjual lebih banyak produk, merancang sistem insentif guna memotivasi karyawan, menyediakan pelatihan penjualan dan lain sebagainya.

Di bawah ini akan kami bagikan wawasan contoh OKR efektif untuk industri ritel Anda. Jadikan operasional toko jauh lebih efisien. Mari menyimak wawasan tersebut dengan teliti. 

1. Mengelola Toko Fisik

Pemegang peran utama dalam mengelola toko fisik ialah manajer toko. Manajer toko mempunyai tanggung jawab dalam mengawasi operasional harian toko dan memastikannya berjalan dengan lancar.

Ada cukup banyak tugas manajer, salah satunya ialah mendorong penjualan. Walaupun KPI akan membantu mengukur kinerja, OKR akan memaksimalkan pencapaian tujuan KPI. Berikut ini ada contoh OKR efektif untuk manajer.

Baca: Mau Usaha Sembako? Berikut 10 Tips Bisnis Warung Sembako

Contohnya ialah OKR dengan objective: meningkatkan penjualan toko. Key result 1: meningkatkan penjualan departemen/kategori komparatif sebesar 2% dari bulan ke bulan. 

Key result 2: meningkatkan penjualan per kaki persegi dari $400 menjadi $500. Key result 3: meningkatkan ukuran transaksi rata-rata dari $120 menjadi $150. 

2. Meningkatkan Kinerja di Toko Fisik

Seorang manajer juga perlu meningkatkan kinerja, merancang strategi bisnis, meningkatkan profitabilitas dan menetapkan kebijakan. Bahkan termasuk menciptakan program pemasaran guna menumbuhkan pelanggan di toko fisik.

Seperti ini contoh OKR efektif dengan tujuan meningkatkan kinerja. Objective: meningkatkan kinerja toko. Key result 1: meningkatkan lalu lintas pengunjung harian dari 2200 menjadi 2500. 

Key result 2: menaikkan tingkat konversi pembeli dari 55% menjadi 65%. Key result 3: meningkatkan ukuran keranjang rata-rata dari 16,8 menjadi 25. 

3. Memasarkan Produk Secara Efektif

Manajer toko secara fleksibel perlu mempertahankan standar toko, menciptakan lingkungan positif, memastikan keperluan pelanggan terpenuhi dan menyelesaikan keluhan konsumen. Manajer juga perlu memastikan seluruh produk dipasarkan secara efektif.

Contoh OKR ialah dengan objective: memanfaatkan inventaris secara efisien. Key result 1: meningkatkan perputaran persediaan dari 10,8 menjadi 6,0. Key result 2: menaikkan tingkat penjualan dalam 30 hari dari 40% menjadi 50%. 

4. Efisiensi Operasional Toko

Manajer harus senantiasa memperhatikan operasional toko. Seiring waktu pekerjaan pasti akan bertambah. Namun manajer perlu membuat operasional toko selalu efisien. 

Contoh OKR dalam hal ini ialah dengan objective: membuat operasional toko lebih efisien. Key result 1: meningkatkan GMROI dari $3,55 menjadi $4,70. 

Key result 2: meningkatkan penjualan harian per karyawan dari $4500 menjadi $5200. Key result 3: meningkatkan frekuensi pemeriksaan persediaan dari 1 menjadi 2 kali per kuartal.

5. Penanganan Inventaris 

Penanganan inventaris bisa menjadi pekerjaan untuk seluruh posisi karyawan di toko fisik. Penanganan tersebut diawali dengan menerima produk kiriman, membongkar kotak, menyortir produk, membuang kotak dan bahan pengepakan.

Karyawan di toko perlu menyimpan produk inventaris berdasarkan SOP (Standard Operating Procedure). Umumnya berupa aturan first in, first out dan restocking inventory di rak kapan saja tatkala diperlukan. 

Karyawan di toko juga perlu menjaga daya tarik estetika produk inventaris. Seperti menata kembali produk yang berantakan setelah dipilah-pilah oleh konsumen, memastikan semua produk dalam kondisi bersih dan terkadang menata ulang produk supaya tampilannya segar.

Karyawan di toko perlu menjaga produk supaya tampilannya rapi dan menarik minat konsumen untuk membelinya. Seperti ini contoh OKR efektif berkaitan dengan penanganan inventaris.

Objective: meningkatkan penanganan inventaris di dalam toko guna estetika toko yang lebih baik. Key result 1: mengurangi waktu untuk mengisi kembali rak dari 12 jam menjadi 6 jam.

Key result 2: mempertahankan tingkat kepatuhan rencana dan program minimal 90%. Key result 3: mengurangi kerusakan rata-rata produk akibat kesalahan penanganan inventaris dari 3 per hari menjadi 1 per hari.

6. Inventaris Tidak Langsung

Tatkala membahas mengenai inventaris, umumnya lebih fokus terhadap persediaan produk yang disimpan lantas dijual kepada konsumen. Padahal, ada sejumlah persediaan yang tidak dijual dan juga perlu diperhatikan.

Misalnya saja tisu toilet, produk pembersih toko, dan lain sebagainya. Semua pengeluaran yang berkaitan dengan persediaan tersebut perlu dihitung secara cermat. Sehingga biaya operasional terkendali. Berikut contoh OKR efektif untuk mengelolanya.

Objective: melacak inventaris tidak langsung guna mengoptimalkan pembelanjaan. Key result 1: mengurangi pembelanjaan bulanan dari $750 ribu menjadi $500 ribu. 

Key result 2: mengurangi kerugian sebab penipuan faktur dari $300 ribu menjadi $100 ribu. Key result 3: meningkatkan ide peluang penghindaran biaya yang ditetapkan setiap bulan dari 2 menjadi 4. 

7. Persediaan yang Bergerak Lambat

Contoh OKR efektif juga dapat diterapkan pada persediaan produk yang bergerak lambat. Yakni produk yang terlalu banyak ditimbun, mempunyai tingkat perputaran rendah dan pengirimannya terbilang jarang.

Apabila persediaan yang bergerak lambat ini terus meningkat, maka sebuah perusahaan ritel dianggap tidak efisien dalam pengelolaannya. Hal tersebut juga menunjukkan penjualan yang lambat dan potensi masalah keuangan. 

Persediaan yang bergerak lambat mampu menyebabkan pemborosan modal dan sumber daya dalam bentuk biaya penyimpanan. Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengelola persediaan tersebut.

Anda dapat mengidentifikasi dan menciptakan katalog khusus untuk inventaris dengan tingkat perputaran rendah. Kemudian merancang layanan tepat berkaitan dengan stok yang bergerak lambat.

Jangan lupa mengevaluasi biaya yang dihabiskan dalam pengelolaan persediaan. Manfaatkan KPI guna mengukur dan menilai perputaran stok. Berikut ini contoh OKR efektif untuk membantu mengelola persediaan yang bergerak lambat.

Objective: mengoptimalkan stok bergerak lambat. Key result 1: mempertahankan layanan konsumen kurang dari 50% untuk produk bergerak lambat. Key result 2: mengurangi SKU ekor dari 80% menjadi 40%. Key result 3: likuidasi 75% produk bergerak lambat.

Apabila Anda ingin produk lebih cepat terjual, maka bisa memberikan diskon khusus. Dapat juga memasangkannya dengan produk yang bergerak cepat sehingga mampu mengosongkan persediaan lama.

Akan lebih baik jika memperoleh sedikit keuntungan dari persediaan yang bergerak lambat daripada tidak terjual sama sekali. Terutama jika produk kemudian melewati tanggal kadaluwarsa. Justru akan menyebabkan kerugian.

8. Memperhatikan Pelanggan

Contoh OKR efektif sangat penting dipelajari dalam upaya memperhatikan pelanggan. Karyawan toko perlu dilatih supaya mampu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan membantu mereka memenuhi kebutuhan.

Meningkatkan kepuasan pelanggan perlu diupayakan meskipun tidak banyak. Hal tersebut sudah cukup mampu membuat mereka menjadi loyal dan terus melakukan pembelian. Pastikan karyawan selalu peka dengan masalah pelanggan.

Manajemen pelanggan yang sukses tidak sekedar memuaskan pelanggan terkait. Namun juga meningkatkan citra toko sebab biasanya mereka secara sukarela menyebarkan berita baik. Simak contoh OKR efektif berikut ini.

Objective: memberikan layanan pelanggan dengan luar biasa. Key result 1: meluncurkan program khusus loyalitas pelanggan pada Q4. Key result 2: mengurangi waktu pengembalian dana dari 30 menit menjadi 5 menit.

Key result 3: meningkatkan skor NPS dari 3,8 menjadi 4,5. Key result 4: meningkatkan jumlah pendaftaran pelanggan baru (melalui referensi pelanggan lain) per bulan dari 350 menjadi 500. 

9. Melibatkan Pelanggan 

Contoh OKR efektif juga berguna dalam meningkatkan keterlibatan pelanggan. Dengan membuat pelanggan terlibat, mereka akan lebih setia pada toko Anda. Ada beragam cara dapat dilakukan untuk melibatkan pelanggan.

Biasanya dengan menerapkan program loyalitas pelanggan. Anda juga dapat membagikan informasi peluncuran produk atau layanan baru sehingga mereka tertarik untuk melakukan transaksi. Secara praktis, cukup bagikan video pendek melalui email atau media sosial.

Di zaman digital seperti sekarang, pelanggan lebih mudah membuka email dan media sosial di ponsel. Jadi cukup efektif tatkala mengirim informasi melalui media tersebut. Seperti ini contoh OKR efektif dalam melibatkan pelanggan.

Objective: meningkatkan keterlibatan pelanggan. Key result 1: mempertahankan tingkat keterlibatan media sosial lebih dari 4%. Key result 2: meningkatkan frekuensi kunjungan toko pelanggan lama dari 2 menjadi 4 kali per bulan. 

Key result 3: meningkatkan waktu rata-rata yang dihabiskan di toko dari 40 menit menjadi 60 menit. Dari contoh OKR efektif ini, apakah Anda sudah mempunyai pandangan untuk menerapkannya?

10. Menjadikan Karyawan Tetap Termotivasi

Setiap orang yang menjalani pekerjaan, pasti akan merasakan satu titik jenuh. Begitu juga dengan karyawan toko, akan ada kalanya mereka merasa kurang termotivasi. Anda perlu menjaga motivasi kerja mereka. 

Baca: Bagaimana Manager dapat Menumbuhkan Motivasi Pegawainya?

Anda dapat membuat mereka mempunyai pengetahuan produk yang baik sehingga mampu melayani pelanggan secara maksimal. Berikan mereka insentif tatkala mampu meningkatkan penjualan sehingga tetap termotivasi dalam bekerja.

Contohnya saja mengadakan kontes penjualan untuk mencapai 75% kuota dalam 15 hari pertama setiap bulan. Lantas pemenangnya memperoleh hadiah berupa bonus uang tunai. Berikut contoh OKR efektif untuk memotivasi karyawan.

Objective: menjaga karyawan toko tetap termotivasi. Key result 1: meningkatkan jam pelatihan bulanan dari 4 menjadi 6. Key result 2: meluncurkan program “karyawan terbaik bulan ini” pada Q4.

Key result 3: meningkatkan pendapatan penjualan per jam dari $95,50 menjadi $100. Melalui contoh ini, Anda dapat memaksimalkan pendapatan sembari meminimalkan biaya sumber daya.

Menjalankan toko ritel bukan sekedar memikirkan tingkat penjualan. Namun juga membantu konsumen menemukan produk baru dan memenuhi keperluan mereka yang senantiasa berkembang. 

Metrik produktivitas yang sesuai akan mampu menjadi alat yang membantu mengukur kemajuan bisnis dan merencanakan pertumbuhan di masa mendatang. Dengan menyelaraskan metrik toko dan KPI dengan OKR, bisnis ritel mampu berkembang.

Bisnis ritel akan mampu mengambil keputusan berdasarkan data yang mengoptimalkan pemanfaatan tenaga kerja, mengendalikan biaya operasional dan mendorong peningkatan berkelanjutan. Sehingga mampu mencapai tujuan yang dikehendaki.

Walaupun belanja digital sudah menjadi tren baru di masa digital, kenyataannya masih banyak transaksi pembelian terjadi di toko fisik. Supaya mampu meningkatkan penjualan dan kepuasan pelanggan, perlu mempelajari contoh OKR efektif.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

Workaholic yang Malas. Content Writer & Seo Specialist.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Codemi Publication

Sebagai industri yang berhubungan manusia HR pastinya menjadi industri yang sangat dinamis dan terus menghadirkan tren HR terbaru setiap harinya. M

Codemi Publication

Perkembangan karyawan pada dasarnya merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam usaha untuk mendukung tumbuh kembang bisnis. Hal ini di

Unduh Codemi Learning Report 2021

X