Bagaimana Cara Memanfaatkan Pembelajaran Kolaboratif dalam Tim Perusahaan?

Bekerja dalam sebuah tim merupakan hal yang sudah biasa dalam keseharian bisnis di perusahaan. Namun, kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Dalam kerja berkelompok, akan ada banyak masalah yang ditemui. Demi mengatasi serta mencegah masalah baru timbul, pembelajaran kolaboratif pun dipilih.

Manfaat yang bisa didapatkan

Sebelum terjun ke cara menerapkan pembelajaran kolaboratif dalam perusahaan, ada baiknya Anda mengetahui manfaat-manfaat yang akan didapatkan dari pembelajaran kolaboratif ini. Pertama, karyawan bisa mendapat skill dan pengetahuan baru secara lebih efektif. Dengan berdiskusi bersama karyawan dari divisi lain, mereka bisa saling memahami sistem kerja masing-masing divisi.

Baca juga: Pembelajaran Kolaboratif untuk Pengembangan Karyawan? Ini Dampak Baiknya

Kedua, mempererat hubungan antar tim. Terutama di tengah pandemi di mana hampir seluruh perusahaan menerapkan sistem kerja remote, pastinya hubungan antar tim jadi semakin renggang. Karenanya, pembelajaran kolaboratif memungkinkan para karyawan untuk tetap berinteraksi dengan cepat sambil membantu satu sama lain dalam menyelesaikan proyek kerja. Alhasil, pekerjaan jadi lebih cepat tuntas. 

Ketiga, pembelajaran kolaboratif layaknya peribahasa “sambil menyelam minum air.” Baik itu bagi karyawan baru maupun karyawan lama, pembelajaran kolaboratif memungkinkan mereka untuk belajar hal baru sambil mengasah soft skill mereka, seperti kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, problem solving, dan critical thinking.

Cara penerapan

Lantas, bagaimana sebenarnya cara menerapkan pembelajaran kolaboratif yang kaya manfaat ini di perusahaan? Tidak bisa dilakukan secara instan, butuh beberapa persiapan matang. Berikut ini cara-caranya yang bisa diterapkan:

1. Bentuk tim

Mulailah dengan membentuk tim dengan anggota yang berasal dari berbagai macam divisi. Sebaiknya, gabungkan karyawan-karyawan yang memiliki kompetensi yang beragam, namun masih berhubungan. Sebagai contoh, bentuk tim berisikan masing-masing satu anggota dari divisi Marketing, Business Development, Product Design, dan Sales & Promotion untuk mendiskusikan produk baru yang akan dirilis. 

2. Terapkan tujuan yang jelas

Setelah membentuk tim, penting sekali untuk menginformasikan tujuan dari pembelajaran kolaboratif ini. Apakah untuk membentuk produk baru? Atau mungkin untuk menyelesaikan sebuah masalah kritis dalam perusahaan? Sebelum memulai cara-cara penerapan pembelajaran kolaboratif di perusahaan yang selanjutnya, sebaiknya terangkan dulu tujuan yang jelas kepada setiap peserta agar mereka bisa lebih termotivasi untuk terus mengikuti pembelajaran ini. 

3. Bangun kepercayaan dan komunikasi terbuka

Jangan sampai tim yang sudah dibentuk malah hanya akan menghambat penerapan pembelajaran kolaboratif di perusahaan. Dikarenakan tim yang dibentuk berisikan karyawan-karyawan yang sebelumnya tidak pernah bekerja berdampingan, besar kemungkinan akan ada rasa canggung antar satu sama lain. Karenanya, penting sekali untuk perlahan membangun kepercayaan dan komunikasi terbuka agar setiap anggota tim merasa nyaman untuk menyuarakan pendapat mereka dan saling berinteraksi. 

Buatlah suasana kerja yang menyenangkan dan suportif. Budayakan kebiasaan untuk tidak menyela pembicaraan dan menyampaikan opini dengan cara yang sopan tanpa menyakiti perasaan orang lain. 

4. Presentasikan dan diskusikan solusi bersama

Berikan waktu untuk masing-masing tim mendiskusikan masalah atau proyek yang diberikan. Di sini, instruktur pun bisa memperhatikan proses diskusi sambil sesekali melayangkan pertanyaan ke tim. Setelahnya, tunjuk satu orang atau biarkan tim memilih satu orang presenter untuk menjelaskan solusi yang sudah didiskusikan bersama-sama. 

Selanjutnya, undang tim lain untuk melontarkan pertanyaan, saran, maupun kritik untuk solusi yang sudah dipresentasikan tadi. Lewat sesi ini, minta tim untuk memberikan kesimpulan kira-kira apa yang perlu diperbaiki atau ditambahkan dalam solusi yang sudah didiskusikan sebelumnya. 

5. Manfaatkan teknologi

Bagaimana caranya menerapkan pembelajaran kolaboratif di tengah pandemi ini? Tenang saja, Anda tetap bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja dengan mengandalkan teknologi digital. Terlebih lagi, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran kolaboratif di perusahaan bisa menghemat waktu diskusi. 

Untuk itu, Anda bisa menggunakan platform manajemen pembelajaran kolaboratif berbasis cloud Codemi. Dilengkapi juga dengan berbagai konten materi pembelajaran yang interaktif dan sudah dipercaya oleh banyak perusahaan nasional dan multinasional di Indonesia. 

Tips sukses pembelajaran kolaboratif

Selain cara-cara di atas, Anda pun perlu mengetahui tips-tips untuk melancarkan penerapan pembelajaran kolaboratif di perusahaan. Hal terpenting adalah untuk selalu menjaga pikiran tetap terbuka lebar, apalagi ketika mendapat kritik atau masukan baru dari anggota tim lain. Kemudian, selalu pastikan bahwa tim yang dibentuk terdiri dari orang-orang yang sebelumnya tidak pernah bekerja sama. Bila ada anggota tim yang sudah berteman dekat, malah akan membuat anggota tim lainnya merasa lebih canggung dan kurang bisa beradaptasi.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

1 Comment

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Codemi Publication

    Sebagai industri yang berhubungan manusia HR pastinya menjadi industri yang sangat dinamis dan terus menghadirkan tren HR terbaru setiap harinya. M

    Codemi Publication

    Perkembangan karyawan pada dasarnya merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam usaha untuk mendukung tumbuh kembang bisnis. Hal ini di

    Unduh Codemi Learning Report 2021

    X