Cara HRD Mengetahui CV Kandidat Bohong

Ada beberapa cara HRD mengetahui CV kandidat bohong, hal ini dilakukan agar dapat merekrut kandidat terbaik dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sudah menjadi tugas HRD untuk menyeleksi kandidat yang memiliki pengalaman dan skill set yang dapat memberikan kontribusi lebih dalam pekerjaannya sehari-hari. Beberapa kandidat terkadang melakukan kebohongan untuk dinilai secara baik didepan HRD, diantaranya melebih-lebihkan skill, pengalaman kerja, serta pendidikan yang pernah ditempuh. Kebohongan yang dilakukan kandidat justru akan berakibat fatal.

Ada beberapa cara HRD mengetahui CV kandidat bohong atau memvalidasi CV kandidat, antara lain :

1. Mengecek Latar Belakang Pelamar

HRD akan melakukan pengecekan tentang kebenaran data yang kamu tulis. Beberapa hal yang diperhatikan dari latar belakang kandidat adalah kesesuaian data yang ada di CV seperti pengalaman kerja, tahun lulus sekolah atau kuliah, hingga kesesuaian tempat tinggal. Penelusuran latar belakang ini dibutuhkan untuk menghindari kandidat yang berbohong tentang tanggal lulus atau menggunakan ijazah palsu ketika melamar kerja. Dengan mengecek akun media sosial, HRD bisa mengetahui karakter kandidat sesuai dengan yang digambarkan dalam CV atau tidak. Jika kandidat tersebut memiliki pengalaman kerja, inilah saatnya Anda melakukan pengecekan kinerja ke perusahaan tempat kerja yang sebelumnya.

Baca Juga: Tips Membuat CV

2. Periksa Kejanggalan Saat Wawancara

Salahsatu cara mengetahui CV kandidat bohong adalah mencoba mengenal kandidat lebih jauh dari data yang ada di resume.  Jika kandidat memiliki rentang waktu yang tidak dijelaskan pada poin pengalaman kerja, perekrut akan bertanya dan memberikan kandidat kesempatan untuk menjelaskan. Namun, jika kandidat enggan menjelaskan alasan tidak lagi bekerja di kantor lama dan memiliki waktu jeda karir yang cukup lama, hal tersebut akan menimbulkan kecurigaan dan pada perekrut. Contohnya, jika jarak waktu yang dicantumkan terlalu dekat atau bahkan terlalu jauh, sehingga hal tersebut akan membingungkan HRD. Untuk menghindari hal tersebut, pastikan kandidat memberikan jawaban yang dapat memperkuat hal tersebut.

Baca Juga: Persiapkan Wawancara Telepon

3. Memberi Tes Kemampuan

Untuk memastikan sejauh mana kemampuan dari kandidat, perekrut biasanya menjalankan tes yang berhubungan dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk posisi yang dilamar dan mewawancarai kandidat dengan menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari atau mencoba menanyakan hal-hal spesifik yang bersifat teknis untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan kandidat. HRD tentu akan meminta kandidat menjabarkan hal-hal detail dan teknis yang belum ada pada CV. Lalu mensinkronkan antar jawaban kandidat dengan CV yang telah dibuat. Jika jawaban kandidat cenderung bertele-tele atau tidak lancar akan menjadi indikasi kuat bahwa kandidat dinilai telah berbohong. 

4. Melihat Bahasa Tubuh

Cara mengetahui CV kandidat bohong dapat dengan mengadakan wawancara secara langsung atau tatap muka. Karena bahasa tubuh kandidat pada saat wawancara bisa menjadi tolok ukur bagi HRD untuk menilai atau menyeleksi kandidat. Pelamar yang biasanya berbohong cenderung gelisah, mengalihkan pandangan, berbicara cepat, dan menyembunyikan tangannya. Gerak gerik semacam inilah yang harus diwaspadai oleh HRD.

5. Membuat Rating Keahlian Sampai Full

Penulisan hard skill dengan gambar progress bar penuh akan menimbulkan interpretasi yang berbeda. Kandidat dianggap orang yang sangat ahli karena kemampuannya 100%, tanpa kesalahan, besar kemungkinan kandidat berbohong. Persentase tersebut juga bukan menjadi tolak ukur untuk menilai skill, dikarenakan tidak adanya data valid yang membuktikan, biasanya dibuat berdasarkan penilaian sendiri.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Didunia Kerja

Itulah berbagai cara perekrut mendeteksi kebohongan pelamar saat proses perekrutan. Pastikan para kandidat tetap profesional dan percaya diri dengan kemampuan tanpa melebih-lebihkannya agar perekrut dapat menilai dengan baik apakah kandidat tersebut yang cocok untuk posisi tersebut. Selalu jujur selama proses perekrutan menjadi kunci yang sangat penting agar kandidat tidak merasa kesulitan ketika diterima di posisi yang dilamar. Untuk Tips dan Pengetahuan lainnya, baca disini.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Sebagai pemimpin, kemampuan membentuk program kompensasi termasuk penting, terutama telah menjadi skill yang harus dikuasai sejak dulu. Apalagi ber

Perusahaan yang mengetahui manfaat agile leadership terbilang telah dalam jalur baik. Terutama disebabkan telah menjadi teknik dan strategi kepemim

Unduh Codemi Learning Report 2021

X