Begini Cara Terbaik Mengirim Pesan Teks atau Email ke Pelamar

Para perekrut sudah tahu pastinya harus menjaga hubungan dengan pelamar, dan email ke pelamar juga bisa mereka lakukan secara rutin. Baik untuk memberi tahu soal progress atau tahap perekrutan, hingga penerimaan atau penolakan dari kumpulan pelamar nantinya.

Semua juga sudah tahu kalau komunikasi adalah hal yang sangat penting, tidak terkecuali bagi para perekrut. Mereka harus menjaga komunikasi, hampir di semua lini perusahaan atau juga organisasi. Email sebagai media yang paling formal harus bisa para perekrut gunakan.

Selain email, biasanya perekrut juga akan menggunakan sejumlah media lain seperti pesan singkat atau teks. Menurut laporan yang kami terima, hampir 80% dari perekrut belum tahu cara yang benar dalam mengirim teks. Dan benar saja, ini bukan satu pekerjaan mudah.

Meskipun mengirim email atau teks terdengar simpel, mudah, serta tidak perlu banyak usaha, nyatanya ini perlu dilakukan dengan cara yang benar. Email atau teks yang dikirim oleh para perekrut juga akan direspon oleh pelamar jika tahu cara pengiriman yang paling tepat.

Begini Cara Recruiter Seharusnya Mengirim Pesan Teks atau Email ke Pelamar

Begini Cara Terbaik Mengirim Pesan Teks atau Email ke Pelamar

Kalau HR yang berpengalaman sudah tahu kalau ada sejumlah pelamar yang tidak nyaman untuk menjawab email atau teks yang dikirim oleh perekrut. Ini berkaitan dengan etika pesan, dan perekrut harus menanami ini di otak, kandidat harus mendapat pengalaman bagus.

Agar mereka bisa mendapatkan jenis pengalaman seperti itu, maka etika pengiriman pesan sangat harus diperhatikan. Untuk para perekurt, ini adalah sejumlah cara yang harus mereka lakukan setiap kali ingin mengirimkan pesan teks ataupun email ke pelamar, yaitu:

1. Tanyakan Dulu Sedari Awal Apakah Kandidat Bersedia dikirim Pesan

Di awal proses recruitment, sangat disarankan untuk para perekrut ketahui apakah kandidat yang mendaftar ingin menerima pesan langsung atau tidak. Lagi-lagi, ini adalah hal yang berkaitan dengan etika, kalau mereka tidak ingin, pasti menolak.

2. Email ke Pelamar: Tulis Secara Simpel, tetapI Harus Anda Follow-up

Cara email ke pelamar itu sebenarnya tidak perlu yang ribet, cukup jaga itu agar tetap simpel, dan pelamar juga semakin mudah ketahui apa yang mereka baca. Tetapi yang paling penting adalah, setelah kalimat tertulis, harus di-follow up dulu baru dikirim.

3. Masing-Masing Pelamar Mendapatkan Pesan yang Berbeda, Personalisasi itu Penting!

Perekrut juga harus tahu kalau personalisasi itu penting. Jangan mengirimkan pesan yang sama persis antara satu kandidat dan lainnya. Perekrut harus bisa menulis kata-kata lain, sehingga itu adalah alasan banyak yang mementingkan teks yang simpel.

4. Jelaskan Sedari Awal Siapa Anda, Jabatan Anda, dan dari Perusahaan Mana Anda Berasal

Cara terbaik untuk mengirim pesan teks dan email ke pelamar adalah dengan tidak abaikan profile perekrut. Di bagian awal saja sudah harus tertulis dengan jelas siapa Anda, jabatannya, serta asalnya. Kalau ini diabaikan, maka email juga tidak dibaca.

5. Email ke Pelamar: Masukkan Call-to-Action

Call to Action atau CTA sudah menjadi elemen komunikasi yang paling penting. Apalagi antara perekrut dengan pelamar, maka harus ada aksi yang perlu dilakukan di pesan itu. Misalnya perekrut menyertakan link untuk hasil diterima atau malah ditolak.

6. Kalau ada link, gunakan tools untuk Membuatnya Terlihat Pendek

Masih berkaitan dengan Call to Action di atas. Kalau Anda menyertakan link, maka link itu sebaiknya sudah disingkat menggunakan tools yang beredar di internet. Link yang telah disingkat akan membuat penulisan email ke pelamar lebih rapi dan teratur.

7. Harus Sensitif pada Konten yang dikirim serta Memperhatikan Waktu

Ini juga tidak kalah penting, bukan hanya pelamar yang harus tahu etika pengiriman pesan, tetapi perekrut juga harus melakukan hal yang sama. Perekrut tidak boleh asal-asalan mengirim pesan di waktu tertentu, serta konten di dalamnya harus relevan.

8. Jangan Spam

Spamming adalah gangguan, dan ini harus diketahui semua orang, tidak terkecuali perekrut. Frekuensi pengiriman pesan yang rendah adalah yang disarankan. Jika Anda mengirim pesan yang terlalu sering di waktu yang dekat, itu termasuk spam.

Proses perekrutan ternyata bukan hal yang sepenuhnya mudah. Akan ada momen di mana perekrut cukup kesulitan untuk menulis pesan atau email. Ini tidak boleh diabaikan, email ke pelamar harus diperhatikan agar kandidat tidak merasa terganggu akibat teks tersebut.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

Workaholic yang Malas. Content Writer & Seo Specialist.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Perekrutan menjadi aspek penting untuk menumbuhkembangkan perusahaan, sehingga perlu pemahaman apa itu anggaran rekrutmen. Anggaran ini disusun aga

Cara menggunakan gamifikasi sering dicari oleh para perekrut sekarang. Gamifikasi sendiri telah menjadi strategi populer di dunia perekrutan, dan p

Unduh Codemi Learning Report 2021

X