Bagaimana HR Merekrut dari Keragaman Kandidat

HR merekrut dari keragaman merupakan topik menarik yang mungkin sedang Anda cari. Hal seperti ini terkadang cukup sensitif, tetapi saat ini sebuah perusahaan mengutamakan kemampuan serta kapasitas.

Apalagi seluruh dunia sepakat untuk memberikan peluang yang sama kepada siapa saja. Entah itu muslim, kristiani, buddhis, sampai berkebutuhan khusus. Asalkan, mempunyai kompeten yang bagus dan mencapai target.

Mungkin, ada pertanyaan bagaimana seorang HRD mampu merekrutnya? Bukan dilihat pada waktu interview, melainkan dampak jangka panjang setelah masuk ke lingkungan pekerjaan. Mereka wajib memikirkan sampai disitu.

Perbedaan sebenarnya menyenangkan hanya saja, ada satu momen yang membuat mereka sangat kesulitan untuk bekerja sama. Pastinya momen seperti ini perlu dihindari, agar perusahaan sendiri tidak goyah.

Baca Juga: Apa itu Sistem Manajemen Rekrutmen? (Serta Tips dan Manfaatnya)

Cara HR Merekrut dari Keragaman

Pada dasarnya keberagaman ini memberikan dampak yang positif bagi perusahaan. Sayangnya, rasa saling menghormati antar manusia sudah mulai luntur. Inilah poin sulit dari seorang HR jika ingin merekrut keberagaman.

Maka dari itu, yang bisa dilakukan adalah memberikan pengetahuan luas kepada seluruh pelamar dimana syarat pertama adalah menghargai perbedaan. Jadi, sebutkan juga bahwa Anda mencari kompetensi.

Baik itu, ras, agama, serta fisik secara personal adalah urusan nomor dua. Penekanannya harus berani menyebutkan tentang perbedaan tersebut dan hukuman bagi para kandidat bila terbukti melanggar komitmen.

Harus diakui perbedaan antar manusia bila dilihat dari sisi positif akan menghasilkan sebuah kinerja maksimal. Misalnya, soal ide pemasaran, gagasan produk ke depan, sampai dengan teknik pemasarannya seperti apa.

Maka, saat HR merekrut dari keragaman harus disertai sebuah aturan tegas baik di dalam atau di luar kantor wajib diterapkan dan harus mengikat. Dengan begini, kemungkinan terjadi hal tidak diinginkan sangat kecil.

Jika, sudah mempunyai aturan kuat dan bersifat mengikat. Saatnya, Anda mengetahui bagaimana caranya melakukan perekrutan keberagaman tersebut, apa saja itu? Coba simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Hapus Aturan Lama 

Cara HR merekrut dari keragaman berikutnya adalah mencoba hapus aturan lama. Terkadang, dalam menerima seorang pegawai, ada aturan baku mengenai penampilan serta kepercayaan untuk mengisi pos tertentu.

Hal itu dibuat agar lingkungan kerja menjadi nyaman karena, semua sama dan seragam. Mulai sekarang hapus, dan ubah di mana keberagaman dalam bekerja itu perlu. Bukan memandang soal status sosial.

Melainkan bagaimana mereka berpikir meningkatkan kinerja agar target tercapai. Selain itu, mengembangkan sebuah ide, di mana tenaga profesional tersebut dapat melakukan ilustrasi dan pikiran rasional, bahwa posisinya dia adalah konsumen.

HR merekrut dari keragaman seperti ini sangat efektif dan bisa menjadi tolak ukur bagaimana kecakapan mereka dalam menguasai bidangnya nanti. Karena, dalam sebuah industri satu sama lain saling berhubungan.

Berbagai divisi harus saling memberikan evaluasi untuk meningkatkan kualitasnya. Dengan begini produk tersebut bisa bersaing dipasaran dan hasilnya bisa melebihi harapan yang ada. Maka cobalah mulai menerapkan aturan baru tersebut.

Minimal kualifikasi penilaian yang diukur berdasarkan jawaban mereka. Jadi, Anda harus membuat indikatornya seperti apa. Mulai dari jawaban sempurna, setengah, dan kurang, semua digabungkan hingga menghasilkan sebuah angka.

Buat kembali sebuah poin minimal, di angka tersebut apakah mereka bisa dikatakan lolos atau belum. Semua itu harus sudah jelas sejak awal, agar keraguan dalam diri ketika interview tidak terjadi.

Baca Juga: Inilah Strategi Rekrutmen untuk Berbagai Generasi Pekerja

2. Melihat Interaksinya Seperti Apa

Langkah HR merekrut dari keragaman berikutnya adalah melihat bagaimana interaksi yang dibangunan selama perbincangan dan menjawab pertanyaan tersebut. Perlu diingat, semua berjalan berdasarkan pekerjaan serta kemampuannya dalam mengerjakan sesuatu.

Poin lain yang perlu diperhatikan adalah interaksi. Hal tersebut perlu dijadikan sebagai tombak utama dalam sebuah perekrutan. Dalam diri manusia terkadang ada ego dan minder yang keduanya, bisa berjalan bersama.

Atau justru saling kuat satu sama lain, dengan melihat bagaimana gaya berbicara, gesture, sampai cara mereka menjawab pertanyaan. Merupakan bentuk respon dan penglihatan apakah calon kandidat tersebut mampu atau tidak.

Dalam upaya HR merekrut dari keragaman kurang mampunya seseorang melakukan interaksi nantinya akan menyusahkan dirinya dan karyawan lain. Hanya saja, jangan terlalu keras, karena ada proses yang berjalan.

Ketika, mendapatkan desakan dari sebuah pertanyaan akibat obrolan interview tersebut bisa berkembang. Maka dari sini, sudah bisa disimpulkan kalau kandidat tersebut memang memenuhi kriteria yang diperlukan.

Interaksi seperti ini demi mendukung kelancaran dalam bekerja kedepannya. Mungkin, 1 sampai 3 bulan pertama masih terlihat kaku dan cukup sulit berbicara, namun setelah itu kondisinya lebih mencair.

Perusahaan memang membutuhkan orang semacam ini sebagai pencetus ide dan solusi ketika nantinya mereka dihadapkan sebuah permasalahannya yang rumit, tidak ada jalan keluar bahkan, mau bergerak sulit.

Maka dari itu dalam HR merekrut dari keragaman harus ada masa uji coba. Hal ini digunakan sebagai proses adaptasi dan melihat seberapa jauh mereka dapat berkontribusi hingga berinteraksi di perusahaan.

3. Proses Adaptasi 

Poin selanjutnya adalah proses adaptasi, hal ini menjadi satu poin penting yang harus diketahui oleh para kandidat. Harus diakui, proses ini sangat sulit, belum tentu juga Anda dapat melakukannya.

Adaptasi di sini bukan hanya mampu berbaur dengan lingkungan kantor. Tetapi, bisa memahami dan mengetahui karakter satu dan lainnya, apakah tidak berlebihan? Sebenarnya tidak, karena karyawan lain sudah diberikan pengertian.

Ketika HR merekrut dari keragaman maka saat itu pula, para pegawai yang ada di dalam sudah harus tahu, paham dan mengerti bagaimana konsep itu diterapkan untuk kantor. 

Seharusnya, bukan menjadi masalah yang berat untuk kandidat melakukan adaptasi. Termasuk budaya kerjanya seperti apa, walau setiap divisi punya perbedaan, namun tidak melanggar aturan baku di perusahaan.

HR merekrut dari keragaman harus mampu memberikan indikator secara pasti mengenai tujuan atau pencapaian adaptasi seperti apa yang diinginkan. Dengan begini, kandidat bisa menyesuaikan dan menerapkannya.

Indikator semacam ini demi meningkatkan kualitas dan tingkat kesadaran semua orang. Jika, memang tidak bisa maka sulit menjadi bagian dari karyawan. Maka dari itu, lebih baik membuatnya dengan sederhana.

Paling penting adalah bagaimana mereka dapat bekerja cepat, mampu menciptakan lingkungan kondusif, suasana hangatnya tidak menurun, justru semakin bersatu. Serta kemampuannya dalam memberikan pendapat atau menyanggahnya.

Baca Juga: 10 Aplikasi Rekrutmen Karyawan Terbaik

4. Lihat Referensi Orang Lain

Langkah HR merekrut dari keragaman yang terakhir adalah dengan melihat referensi orang lain. Walaupun pada kenyataannya tidak digunakan 100%, namun bisa dijadikan sebagai tolak ukur kedepannya.

Hal ini Cuma untuk memudahkan dalam mencari pegawai saja, selebihnya tetap lakukan beberapa indikator yang sudah tersedia di atas. Selanjutnya, hanya perlu menunggu dan melihat bagaimana hasilnya.

Apakah buruk, biasa, atau luar biasa, semua orang mempunyai penilaian masing-masing. Inilah alasan mengapa indikator itu sangat penting dimiliki seorang HR sebelum merekrut seseorang masuk dalam tim.

Konsep semacam ini memang sudah dilakukan berbagai perusahaan besar, hasil sangat bagus. Semua itu tergantung pada saat HR merekrut dari keragaman, pengaruhnya sangat besar hampir 50%.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Supaya sukses dalam mendirikan perusahaan, Anda harus menyiapkan Employee Benefits untuk kepentingan mereka. Pada dasarnya Employee Benefits bisa d

Berpedoman pada 100 Performance Metrics untuk tingkatkan tinjauan kinerja yang efektif ialah pilihan terbaik. Performance Metrics dalam pekerjaan d

Unduh Codemi Learning Report 2021

X