Apa Itu Kaizen 5s dan Fungsinya Dalam Dunia Kerja

Apa itu Kaizen 5s barangkali membuat Anda penasaran lantaran konsep tersebut banyak diterapkan di berbagai perusahaan. Sebenarnya tanpa disadari konsep yang satu ini telah dijalankan di Indonesia.

Jika menengok sekilas istilah tersebut mirip seperti kata yang berasal dari Jepang. Hal ini memang sesuai dengan budaya Jepang yang terkenal dengan disiplin dan kerja keras.

Untuk itulah banyak negara yang menerapkan budaya kerja keras dari Jepang. Salah satunya perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia kini mulai membiasakan diri lewat konsep kerja keras tersebut.

Budaya kerja yang bagus tentunya perlu dikembangkan agar setiap karyawan memiliki dedikasi jangka panjang. Selain setiap karyawan perlu memahami apa itu Kaizen 5s yang membawa masyarakat Jepang menjadi maju. 

Tujuannya tentu beragam sesuai dengan norma dan prinsip kerja yang membawa perubahaan secara terus-menerus. Selain itu prinsip kerja orang Jepang juga didasarkan pada komitmen yang tinggi.

Komitmen tersebut nantinya membuat karyawan menerapkan budaya kerja yang baik dan berkesinambungan. Bahkan Anda akan menjadi karyawan yang disiplin dengan menerapkan budaya kerja masyarakat Jepang.

Apa itu Kaizen 5s Bagi Dunia Kerja

Saat ini dunia sedang berada di tengah perkembangan jaman yang menuntut kinerja tinggi. Oleh karena itu setiap karyawan dituntut untuk memberikan kinerja yang bagus dan tinggi.

Budaya kerja keras tersebut mengingatkan kebiasaan masyarakat Jepang yang terkenal dengan tingkat disiplin tinggi. Masyarakat yang tinggal di Jepang mengenal budaya kerja keras tersebut dengan istilah Kaizen. 

Lantas apa itu Kaizen 5s yang identik dengan masyarakat yang tinggal di Jepang? Rupanya istilah ini memang berasal dari negara yang terkenal dengan bunga sakura yaitu Jepang. 

Kaizen adalah istilah di dalam Bahasa Jepang yang mempunyai makna perbaikan berkesinambungan atau continual improvement. Dalam ilmu filsafat tersebut terdapat pandangan mengenai budaya kerja masyarakat Jepang. 

Di dalamnya menjelaskan bahwa setiap orang perlu fokus dalam upaya perbaikan secara terus-menerus. Kaizen juga merupakan budaya yang lahir dari kebiasaan masyarakat Jepang dalam hal pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. 

Budaya Jepang tersebut mendorong para pegawai untuk selalu mempunyai komitmen tinggi pada pekerjaan yang sedang dilakukan. Selain itu Kaizen juga mendorong para pegawai agar tepat waktu.

Kaizen juga disebut sebagai perbaikan berkesinambungan yang dilakukan jangka panjang. Bahkan dalam konsep budaya kerja tersebut para pegawai juga diajarkan untuk mempelajari nilai-nilai efisiensi dalam hal biaya. 

Apa itu Kaizen 5s tercermin di dalam 5 intisari di dalamnya. Kelimanya yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, serta Shitsuke. Di Indonesia intisari tersebut juga dikenal dengan istilah 5S. 

Di dalam negeri teori yang satu ini sudah diadopsi dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Kelimanya yaitu ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin dalam dunia kerja. 

Intisari Kaizen 5s dalam Bahasa Indonesia 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas terdapat 5 intisari yang terkandung di dalam prinsip Kaizen. Kelimanya juga telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia seperti di bawah ini. 

Seiri atau Ringkas 

Seiri di dalam Kaizen berarti juga diterjemahkan ke Bahasa Indonesia yaitu ringkas. Kegiatan tersebut fokus pada prinsip keteraturan di dalam menyortir barang maupun dokumen pekerjaan yang nantinya diperlukan maupun tidak. 

Seiton atau Rapi 

Apa itu Kaizen 5s terlihat dari prinsip kedua yaitu seiton yang berarti rapi. Fase yang satu ini dilakukan setelah mengatur dokumen yang ada pada prinsip pertama yaitu seiri. 

Seiso atau Resik 

Ketiga yaitu resik atau dalam Bahasa Jepang disebut dengan sesio. Fase ketiga ini fokus pada pembersihan barang, ruangan kerja, dokumen agar tercipta lingkungan kerja yang rapi dan bersih.

Seiketsu atau Rawat 

Intisari keempat tersebut dimaksudkan agar setiap pegawai dapat menerapkan setiap fase di atas. Poin keempat ini dilakukan secara berkelanjutan yang disertai dengan monitoring serta pengawasan. 

Shitsuke atau Rajin

Terakhir yaitu shitsuke atau rajin versi Bahasa Indonesia. Prinsip kerja keras yang terakhir tersebut memungkinkan kegiatan yang mencerminkan kesadaran para pegawai di dalam menjalankan pekerjaan kantor. 

Kelima intisari dalam budaya Jepang tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan karyawan. Dari penjelasan apa itu Kaizen 5s saat ini Anda juga mengembangkan potensi di dalam dunia kerja. 

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

1 Comment

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Codemi Publication

    Meskipun pertumbuhan penduduk sangat besar, ternyata tidak dibarengi dengan pertumbuhan afeksi, banyak orang merasa selalu kesepian meskipun sedang

    Codemi Publication

    Bagaimana cara mengimplementasikan Kaizen 5s untuk para karyawan? Pertanyaan tersebut barangkali membuat Anda penasaran karena konsep 5s diadopsi d