Apa Itu Blended Learning dan Keuntungannya Bagi Bisnis

Situasi pandemi menjadikan banyak industri sadar bahwa sudah saatnya untuk mulai go digital dan perlahan meninggalkan sistem offline. Walau begitu, tetap saja sistem offline punya kelebihannya sendiri. Bagaimana jika ada pilihan yang menggabungkan kebaikan dari sistem online dengan offline, yakni dalam aspek pembelajaran atau pelatihan karyawan? Mari berkenalan dengan apa itu blended learning

Pengertian blended learning

Secara singkat, penjelasan mengenai apa itu blended learning bisa dirangkum dalam dua kata, yaitu pembelajaran campuran. Alih-alih memilih antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online atau daring, blended learning menjadi solusi alternatif yang menggabungkan keduanya. 

Jadi, ada waktunya para pelajar akan hadir dalam ruang kelas untuk pembelajaran tatap muka, namun ada pula jadwal di mana mereka akan melakukan pembelajaran sepenuhnya secara online. Kata kunci dari konsep apa itu blended learning adalah keharmonisan. Blended learning baru bisa dianggap sukses jikalau sudah menggabungkan pembelajaran offline dengan online secara harmonis, tidak berat sebelah. 

Baca juga: Peran LMS dalam Blended learning

Setelah mengenal apa itu blended learning, sekarang saatnya Anda memahami model-model blended learning yang bisa diterapkan. Tidak hanya dalam proses belajar mengajar di sekolah atau perguruan tinggi saja, model-model blended learning berikut ini juga layak untuk Anda terapkan dalam pelatihan karyawan di tempat kerja atau bisnis Anda. Berikut penjelasan singkat megenai blended learning:

Model blended learning

1. Station rotation

Dalam model blended learning ini, biasanya akan ada tiga pos berbeda yang terdiri dari pos pembelajaran bersama instruktur, pos pembelajaran online, dan pos pembelajaran offline. Nantinya, para peserta atau pelajar akan dikelompokkan dalam tiga grup berbeda di mana mereka akan diberikan jadwal station rotation blended learning secara berputar. Misalnya, grup A akan mulai dengan pos pembelajaran bersama instruktur, grup B dengan pos pembelajaran offline, dan grup C dengan pos pembelajaran online

2. Remote

Sesuai namanya, para peserta atau pelajar akan melakukan pembelajaran jarak jauh di mana mereka hanya akan bertatap muka dengan instruktur di beberapa kesempatan saja. Walau tidak akan bertatap muka dengan instruktur setiap hari, peserta akan diminta untuk fokus menyelesaikan tugas atau coursework secara online dan nantinya akan diperiksa oleh instruktur saat jadwal pembelajaran tatap muka sudah tiba. 

3. Flex

Apa itu blended learning model flex? Model blended learning yang satu ini akan memudahkan para peserta untuk mengontrol jadwal belajar mereka sepenuhnya. Ini dikarenakan mereka bisa memilih konten maupun kurikulum pembelajaran mereka sesuai kebutuhan. Kemudian, para instruktur akan siap untuk menjawab pertanyaan atau berdiskusi dengan peserta jika memang diperlukan. Sesi bersama instruktur bisa dilakukan lewat diskusi grup kecil, proyek grup, maupun tutoring per individu. 

4. Project based

Dalam model ini, para peserta didorong untuk memanfaatkan pembelajaran online dan offline secara berkesinambungan untuk berkolaborasi menyelesaikan sebuah proyek bersama peserta lainnya. 

5. Supplemental 

Supplemental blended learning adalah model pembelajaran di mana pembelajaran online digunakan untuk memaksimalkan pembelajaran offline, dan begitu pula sebaliknya. Jadi, baik itu pembelajaran online maupun pembelajaran offline, bisa dimanfaatkan untuk menutupi kekurangan masing-masing. 

Keuntungan dari blended learning

Anda sudah mengenal apa itu blended learning beserta model-model penerapannya. Lantas, masihkah Anda memiliki keraguan untuk menerapkan blended learning? Jika ya, mungkin saja itu karena Anda masih belum sepenuhnya tahu soal keuntungan dari blended learning itu sendiri.

1. Pembelajaran yang lebih fleksibel

Tidak bisa dipungkiri kalau blended learning memudahkan instruktur dan peserta untuk mengatur jadwal mereka dengan lebih leluasa. Terlebih bagi para karyawan atau entrepreneur yang sehari-harinya disibukkan dengan pekerjaan. Tidak perlu datang ke kelas setiap hari, belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. 

2. Hemat waktu dan biaya

Modal yang dikucurkan untuk pembelajaran offline sebenarnya cukup banyak, salah satunya yakni biaya transportasi dan buku. Lain halnya dengan pembelajaran online yang bisa dilakukan via aplikasi/website/software dan koneksi internet. Tentunya, blended learning bisa menekan biaya. 

3. Padat informasi tanpa membuat bosan

Berbeda dengan materi pembelajaran offline yang itu-itu saja, blended learning mengedepankan efisiensi lewat materi pembelajaran yang interaktif, mudah dipahami, dan mendorong semangat belajar peserta. Materi yang didapat bisa berupa video, presentasi, podcast, hingga konsep game yang begitu seru. 

Itu dia penjelasan lengkap mengenai apa itu blended learning dan juga keuntungannya bagi bisnis Anda. Jika Anda tertarik untuk segera menerapkan blended learning dalam pelatihan karyawan, tidak perlu susah mencari karena Codemi menawarkan platform serta konten blended learning yang bisa bisnis Anda manfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bisnis Anda.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

1 Comment

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Codemi Publication

    Leadership training atau yang terkadang disebut dengan pelatihan kepemimpinan merupakan salah satu bentuk pelatihan yang bertujuan untuk mengembang

    Codemi Publication

    Sebuah perusahaan yang menerapkan budaya gemar belajar akan memiliki kesempatan lebih besar dalam medan persaingan. Perkembangan teknologi yang san