Apa Itu Agile Leadership

Agile leadership telah menjadi cara baru untuk memimpin orang dalam suatu perusahaan atau organisasi. Pastinya mampu mempengaruhi perusahaan untuk mencoba membuat inovasi baru, tentunya harus lebih baik dibanding sebelumnya.

Selain itu adaptasi dalam perkembangan zaman seringkali menyulitkan. Meski begitu dengan kepemimpinan tersebut akan memiliki manfaat yang mengatasinya, tidak lain supaya proses adaptasi lebih cepat sekaligus bertahan lama.

Mindset selalu dibutuhkan sebagai alat penting generasi masa depan, termasuk dalam urusan pemimpin bisnis yang harus mampu bersaing dengan baik. Bukan hanya produknya yang baik melainkan skill dan kepemimpinan baik.

Baca Juga: Mindful Leadership, bagaimana caranya?

Kapasitas agile leadership terbilang besar sehingga mudah ditanamkan dan dipelajari. Terutama karena perkembangan pasar masa sekarang sering membuat kita kesulitan, wajar jika kapasitas dan kemampuan membantu adaptasinya.

Sebagai pemimpin pasar, tentunya dibutuhkan pemahaman mengenai kultur dan manajemen. Hal ini pastinya yang memang mempengaruhi agility yang sedang diinginkan, terlebih karena adanya research besar terbukti sukses memakainya.

Memahami Agile Leadership dan Sejarahnya

Perkembangan mindset merupakan hal yang selalu dipikirkan dalam kepemimpinan agility. Kemampuan mendekatkan sekaligus membuat kreasi self-management skills menjadi ketetapan, kolaborasi anggota dan kecepatan feedback dibutuhkan.

Selain itu agile leadership tidak menetapkan pada keputusan bersifat kecil. Melainkan selalu membuat anarki dan sistem ketat menjadi lebih seimbang, dasarnya utamanya tidak lain dari Observe, Orient, Decide hingga Act.

Sering juga disebut sebagai OODA dan dikembangkan oleh John Boyd. Walaupun memiliki kemampuan pada bidang strategi militer, nyatanya begitu ampuh untuk kepemimpinan, baik secara individual maupun level organisasi selalu bekerja.

Kalau membicarakan mengenai basic agile leadership sebenarnya telah dipakai beberapa tahun. Selain itu nyatanya telah dibuat dalam dekade ke belakang, inilah alasan kenapa penetapan keputusan dan implementasi semakin baik.

Baca Juga: Maksimalkan Leadership Training Dengan Teknologi

Konsep yang ditetapkan selalu bagus untuk setiap jenis konteks pada lingkungan perusahaan. Bahkan terbilang baik pada evolusi biologi maupun mekanisme survival, tidak heran jika menguatkan kemampuan seorang pemimpin.

Menurut sejarahnya memang dibuat dalam lingkungan strategi militer, bahkan sudah tidak terhitung berapa banyak pemimpin militer pernah memakainya. Tentu dulunya memang dipakai untuk membuat keputusan berkelanjutan untuk musuh.

Bagusnya agile leadership, pada bidang militer tidak membuatnya bekerja hanya untuk mereka. Melainkan kebutuhan secara internasional pada organisasi tetap bekerja maksimal, kemunculan pertama menurut sejarahnya adalah 2001.

Pada masa tersebut ternyata dilengkapi juga dengan software development. Sekarang telah mudah sekali ditemukan pada setiap sektor bisnis, artinya sudah menjadi pertanda kepemimpinan agile adalah pilihan leadership terbaik.

Atribut Leadership yang Dibutuhkan Pemimpin Agile

Untuk menjadi agile leadership harus memiliki fokus untuk orang lain. Selain itu harus mengetahui kebutuhan perspesktif dari pihak lainnya, sebagai pemimpin perlu menggabungkan keperluan kerja dan tujuan personal.

Kepintaran dalam bidang decision semakin selalu menjadi andalan. Ditambah ada baiknya jika mampu membangun komunikasi sebaik mungkin, bahkan kalaupun untuk pihak tinggi selalu dibutuhkan adanya kepercayaan dan kekuatan hubungan.

Pendekatan yang dibutuhkan berhubungan dengan fleksibilitas sampai adaptasi, begitu juga harus mampu berpikir out of the box. Tidak ketinggalan atribut harus dilengkapi supaya mampu menjadi seorang pemimpin sempurna.

Beberapa hal yang dibutuhkan oleh setiap pemimpin yaitu berupa kerendahan hati, toleransi, rasa ingin tahu sampai ambiguitas. Ada baiknya juga apabila memiliki terbuka dalam menerima, selalu kreatif serta punya keberanian.

Baca Juga: 7 Skill Leadership Untuk Semua Industri

Sebagai agile leadership, mampu menciptakan tim inklusif juga penting. Begitu juga mampu memberi contoh ketahanan secara emosional, termasuk apabila bisa menghadapi setiap gangguan sehingga memberikan hasil kolaborasi maksimal.

Fleksibilitas selalu dijadikan sebagai keutamaan karena tidak boleh hanya sekedar memberi perintah pada bawahannya. Melainkan kerja sama dan keterbukaan mengenai keputusan yang dibuat begitu penting.

Umumnya banyak yang membedakan antara kepemimpinan agile dengan tradisional. Mungkin disebabkan karena bersifat tradisional sekalipun masih banyak yang memakainya, tidak heran jika harus memperhatikan kekurangan dan kelebihannya.

Direksi, visi dan strategi jangka pendek serta panjang selalu dimanfaatkan maksimal. Apalagi dengan kemampuan mengorganisir skill pribadi tanpa bantuan orang lain, bahkan selalu terdukung karena menghindari hal yang menghalangi.

Tidak ketinggalan sebagai pemimpin selalu mampu membantu dan mengarahkan setiap karyawan. Terutama supaya bisa memaksimalkan pertumbuhan sekaligus pengembangan skill, lalu kinerja agile leadership sebagai problem solving berhasil.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article

Supaya sukses dalam mendirikan perusahaan, Anda harus menyiapkan Employee Benefits untuk kepentingan mereka. Pada dasarnya Employee Benefits bisa d

Berpedoman pada 100 Performance Metrics untuk tingkatkan tinjauan kinerja yang efektif ialah pilihan terbaik. Performance Metrics dalam pekerjaan d

Unduh Codemi Learning Report 2021

X