Alasan Mengalami Burnout bagi Karyawan dan Cara Mengatasinya

Burnout bagi karyawan tentunya menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Syndrome tersebut bisa terjadi pada setiap karyawan lantaran berbagai macam faktor dua diantaranya stress dan kerja yang berlebihan.

Stress karena beban pekerjaan seringkali dirasakan oleh karyawan tanpa disadari. Stress yang dirasakan oleh karyawan umumnya dipicu oleh berbagai macam hal salah satunya beban kerja yang tinggi.

Beban kerja yang tidak segera diselesaikan dan berlarut-larut akan memicu munculnya stress pada diri karyawan. Tidak hanya stress karyawan juga berpotensi terkena burnout dalam waktu yang lama.

Burnout bagi karyawan adalah gambaran kondisi seseorang yang mengalami stress berat lantaran beban pekerjaan. Kondisi tersebut harus segera diatasi dengan cara tepat karena bisa memengaruhi kesehatan mental dan fisik karyawan.

Ciri-ciri karyawan yang mengalami burnout biasanya merasa tidak semangat selama bekerja. Karyawan yang terkena burnout juga akan merasa mengeluarkan energi yang banyak sehingga memicu rasa lelah.

Ciri lainya yaitu merasa tidak menyukai pekerjaan yang sedang dikerjakan bersama rekan kerja lainnya. Hal tersebut disebabkan rasa stress dan frustasi yang dirasakan saat bekerja tidak kunjung reda.

Burnout secara umum membuat performa karyawan menurun secara drastis. Hal ini biasanya dikarenakan hilangnya minat bekerja pada bidang tertentu sehingga hasil yang didapat kurang memuaskan.

Alasan Burnout Bagi Karyawan Perusahaan

Apa yang menjadi penyebab seorang karyawan terkena syndrome burnout? Berikut adalah beberapa pemicu terjadinya burnout syndrome yang bisa dialami oleh setiap karyawan di sebuah perusahaan:

Ekspektasi hasil kerja yang tidak sesuai

Setiap karyawan tentunya ingin mengharapkan hasil kerja yang bagus dan bermanfaat bagi perusahaan. Oleh sebab itulah karyawan akan melakukan berbagai hal agar hasil kerja yang didapat maksimal.

Sayangnya terkadang hasil kerja yang diberikan karyawan tidak selalu menunjukkan performa bagus. Padahal karyawan sudah merasa melakukan upaya dan bekerja keras untuk mencapai performan tinggi.

Kondisi tersebut dapat memicu munculnya burnout pada diri seorang karyawan. Terlebih saat mengetahui hasil kerja yang tidak sesuai dengan harapan perusahaan maupun dirinya sendiri.

Tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan

Burnout bagi karyawan bisa terjadi karena tidak adanya kesanggupan dalam mengerjakan pekerjaan. Karyawan yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik akan cenderung merasa kurang kompetitif.

Hal ini juga akan memicu munculnya rasa stress yang berkepanjangan jika tidak segera diatasi. Karyawan yang merasa stress akan menarik diri dari lingkungan sekitar tempat kerja.

Merasa kewalahan mengerjakan tugas dari atasan

Tahukah Anda bahwa burnout juga bisa menyerang karyawan apabila mereka menerima beban kerja yang berat. Pekerjaan yang tidak kunjung selesai pada akhirnya menumpuk di meja kerja.

Hal tersebut membuat karyawan merasa frustasi karena dikejar berbagai macam tugas tanpa ada jeda. Seiring waktu kondisi ini akan memicu rasa frustasi, marah, dan emosi yang tidak terkontrol.

Cara Mengatasi Burnout Bagi Karyawan Perusahaan

Syndrome burnout yang terjadi pada karyawan harus segera diatasi agar tidak memicu gangguan kesehatan mental dan fisik. Berikut adalah beberapa langkah mengatasi syndrome burnout yang menyerang karyawan.

Ciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan santai

Mengatasi burnout bisa dilakukan dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi para karyawan. Lingkungan kerja tersebut tentunya membuat karyawan lebih rileks saat bekerja dan santai.

Dukung karyawan dengan contoh yang baik

Agar karyawan tidak mengalami stress berkepanjangan akibat beban kerja sebaiknya atasan memberi dukungan. Hal tersebut bisa berupa contoh dalam membangun tim yang baik dan saling peduli satu sama lain.

Seorang atasan sebaiknya membangun komunikasi yang baik pada karyawan agar bisa saling mengomunikasikan setiap permasalahan. Dengan begitu terjalin kerjasama yang baik antara atasan dengan karyawan.

Mengenali kepribadian setiap karyawan

Atasan mempunyai tugas untuk mengenai kepribadian masing-masing karyawannya. Mulai dari karyawan yang kritis, skeptis atau cenderung perfeksionis dalam menjalankan setiap beban kerja.

Dengan cara tersebut atasan bisa mengendalikan emosi karyawan saat sedang bekerja. Selain itu pimpinan juga bisa mencari alternatif solusi dari permasalahan dengan mempertimbangkan karakter kepribadian karyawan.

Itulah alasan seorang karyawan bisa mengalami syndrome burnout tanpa disadari sebelumnya. Menciptakan kerjasama dan komunikasi yang baik selama bekerja bisa mencegah munculnya burnout bagi karyawan. Simak juga ulasan kami mengenai demotivasi dalam belajar dan bekerja disini.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

1 Comment

    Leave Comment

    Your email address will not be published, Required fields are marked





    Related Article
    Codemi Publication

    Meskipun pertumbuhan penduduk sangat besar, ternyata tidak dibarengi dengan pertumbuhan afeksi, banyak orang merasa selalu kesepian meskipun sedang

    Codemi Publication

    Bagaimana cara mengimplementasikan Kaizen 5s untuk para karyawan? Pertanyaan tersebut barangkali membuat Anda penasaran karena konsep 5s diadopsi d