6 Keterampilan Kerja yang Wajib Dimiliki Seorang Karyawan

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dunia kerja merupakan dunia yang kompetitif, dimana setiap orang harus berusaha meningkatkan keterampilan kerja untuk menunjang karir mereka. Dunia kerja yang kompetitif disebabkan oleh tuntutan pekerjaan yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Keterampilan dalam bekerja disebut begitu penting pada era ini karena dapat menunjukkan jati diri karyawan yang sebenarnya. Contohnya, cara karyawan dalam membuat keputusan, mengatur emosi, berkomunikasi, dan lain sebagainya. 

Keterampilan Kerja yang Harus Diasah Oleh Karyawan

Seorang karyawan yang bijak lumrahnya mencoba mengembangkan keterampilan kerja dasar (soft skill) yang tidak kalah pentingnya dengan keterampilan akademis. Dengan memiliki keterampilan dalam kerja yang mumpuni, karyawan dapat lebih mudah beradaptasi dalam menunjang karirnya.

Meskipun keterampilan kerja dasar begitu penting, hal ini masih banyak diabaikan oleh para karyawan. Pasalnya, mereka menganggap kemampuan teknis tidaklah penting. Berikut merupakan keterampilan-keterampilan dalam kerja, serta aspek-aspek yang penting untuk diasah.

Kemampuan Komunikasi

Kemampuan komunikasi dalam dunia kerja merupakan kemampuan dasar yang wajib diasah oleh setiap karyawan. Pasalnya, karyawan dituntut memiliki tata bahasa yang baik dan profesional dalam menyampaikan pendapat-pendapatnya. 

Selain itu, karyawan juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik karena tuntutan untuk bertemu dengan orang banyak baik karyawan lain, client, maupun atasan. 

Mengingat besarnya pengaruh komunikasi dalam dunia kerja, maka tidak heran bahwa setiap karyawan harus mampu mengasah kemampuan komunikasi yang jelas, tertata, dan lugas, baik secara lisan maupun tertulis. 

Berikut beberapa cara mengasah kemampuan komunikasi yang baik:

  1. Membuka diri dengan semua lapisan masyarakat
  2. Mencoba mengutarakan pendapat lebih sering
  3. Mempelajari teknik berkomunikasi dan mempraktekkannya

Etika dan Sikap

Dalam setiap lini kehidupan, etika dan sikap merupakan hal yang sangat krusial yang wajib dimiliki oleh semua orang.  Pasalnya, etika dapat menjadi penentu apakah seseorang layak dipekerjakan atau tidak.

Etika maupun sikap merupakan suatu norma bersosialisasi yang bergantung pada aturan-aturan yang ada pada lingkungan tertentu. Contohnya, karyawan dituntut untuk memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam bekerja. 

Ketika seorang karyawan tidak memiliki etika dan sikap yang baik, maka ia akan cenderung memiliki nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianut orang lain. Dengan demikian, maka seorang karyawan tidak dapat bertahan lama dalam menunjang karirnya. 

Seyogyanya, mengasah etika dan sikap harus datang dari dalam diri sendiri. Pasalnya, etika dan sikap merupakan sifat turunan atau bawaan dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang terbiasa berbohong, maka akan sangat sulit baginya untuk menjadi orang terpercaya dalam dunia kerja. 

Meskipun keterampilan kerja yang satu ini erat kaitannya dengan sifat bawaan seseorang, hal tersebut bukan berarti seseorang tidak dapat merubah serta mengasah etika dan sikapnya menjadi lebih baik. Berikut beberapa cara dalam mengasah etika dan sikap.

  1. Bersosialisasi dan berteman dengan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai positif
  2. Mencari lingkungan yang lebih baik
  3. Refleksi diri
  4. Memperbanyak bacaan

Kemampuan Organisasi dan Tata Kelola

Dalam bekerja, kemampuan organisasi dan tata kelola merupakan hal yang penting untuk menunjang karir seorang karyawan. Pasalnya, tanpa keterampilan kerja ini, seorang karyawan tidak dapat bekerja sama dengan karyawan lain, serta tidak dapat mengelola tugas-tugas.

Dengan kemampuan organisasi, seorang karyawan dapat menempatkan diri sesuai dengan tugas dan jenjang karirnya masing-masing, serta bertanggung jawab akan itu. 

Sedangkan dengan kemampuan tata kelola yang baik, seorang karyawan dapat dipercaya dalam melakukan pekerjaannya karena ia memiliki kemampuan pengelolaan yang baik, seperti mengatur skala prioritas, dan lain sebagainya.

Kemampuan organisasi dan tata kelola ini umumnya juga datang dari kebiasaan yang telah diasah sejak lama. Biasanya, seseorang mulai mengasah keterampilan kerja ini dengan cara bergabung dengan organisasi-organisasi kampus agar mendapat gambaran tata kelola yang baik. 

Jika pengalaman berorganisasi dan tata kelola yang dimiliki masih kurang, maka harus tetap diasah dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Melibatkan diri dalam berbagai projek/organisasi
  2. Mencoba mengambil tanggung jawab yang berbeda-beda
  3. Bekerja sama dalam tim

Kreatif dan Inovatif

Dalam dunia kerja yang selalu mengalami pergerakan dan perubahan, setiap aspek yang terlibat dituntut untuk kreatif dan inovatif, termasuk karyawan. Pasalnya, setiap perusahaan membutuhkan ide-ide cemerlang dalam peningkatan kualitas perusahaan tersebut.

Keterampilan kerja ini merupakan contoh ideal bahwa menjadi cerdas secara akademis saja tidak akan membantu seorang karyawan dalam menunjang karirnya. 

setiap perusahaan lebih membutuhkan seorang karyawan yang berani dan mampu mengutarakan pendapatnya. Dengan demikian, selain harus berani, karyawan juga harus mampu mengutarakan pendapat yang logis dan segar. 

Berikut merupakan hal-hal mendasarkan yang dapat dilakukan untuk mengasah kreatifitas dalam bekerja:

  1. Melibatkan diri dalam berbagai forum diskusi
  2. Membiasakan diri untuk berpikir kritis/keluar dari zona nyaman

Kemampuan Berpikir Kritis dan Memecahkan Masalah

Sama seperti kemampuan menjadi kreatif dan inovatif, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah juga merupakan aspek penting dalam dunia kerja. 

Sebuah penelitian pada tahun 2013 yang dilakukan oleh A National Survey of Business and Nonprofit Leaders menemukan bahwa 93% penerimaan karyawan lebih mementingkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah dibandingkan kemampuan akademis sesuai jurusan kuliah.

Pentingnya menjadi seorang karyawan dengan pikiran kritis membantu seorang karyawan dalam menganalisa masalah dan mencari jalan keluar terbaik akan masalah tersebut.

Sebagai seorang karyawan yang merepresentasikan sebuah perusahaan, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah akan sangat membantu dalam mencari akar masalah, menganalisa, serta menyelesaikannya secara objektif, tanpa ada pengaruh dari pihak manapun.

Jika keterampilan kerja tersebut tidak diasah dengan baik, seorang karyawan menjadi mudah terpengaruh terhadap pihak luar, sehingga cara berpikir dan pemecahan masalah yang dihasilkan tidak lagi objektif.

Setelah mengetahui esensi dari kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, perhatikan cara-cara berikut ini agar kemampuan tersebut dapat diasah:

  1. Melibatkan diri dalam forum diskusi
  2. Mempelajari logika cara berpikir
  3. Mempraktekkan kemampuan melalui kegiatan debat, tukar pikiran, dll

Peka Teknologi

Teknologi merupakan suatu aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa semua hal yang terjadi melibatkan teknologi, informasi, serta komunikasi. 

Begitu juga halnya dengan dunia kerja. Karena tuntutan perkembangan teknologi yang semakin maju, suatu perusahaan menuntut setiap karyawan untuk peka terhadap teknologi, seperti mampu mengoperasikan komputer, Microsoft Office, Microsoft Excel, dan skill penting lainnya.

Selain menunjang pekerjaan agar menjadi lebih mudah dan teratur, kepekaan terhadap teknologi juga menunjukkan bahwa seorang karyawan mampu beradaptasi dengan lingkungan dan zaman. 

Berikut beberapa cara untuk mengasah kemampuan teknologi:

  1. Biasakan diri dengan teknologi (membaca, menulis, membuat dokumen, dll)
  2. Percaya pada kemampuan diri

Keterampilan kerja merupakan suatu hal mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap karyawan. Pasalnya, keterampilan tersebut lah yang akan menjadi penentu keberlangsungan karir seorang karyawan. Oleh karena itu, mengasah keterampilan kerja merupakan hal penting untuk menunjang karir.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Codemi Publication

Anda mungkin berpikir bagaimana cara memberikan tunjangan terjangkau namun tetap efektif kepada para karyawan. Seperti kita ketahui bersama, tunjan

Randi Bouty

Bagaimana cara mewawancarai fresh graduate? Karena kurangnya pengalaman mereka, Anda tidak dapat mengandalkan keterampilan pekerjaan, riwayat peker

Unduh Codemi Learning Report 2021

X