5 Alasan Penting Mengapa Karyawan Harus Diberikan Pelatihan

Mengamati perusahaan besar, pasti ada kebijakan bahwa karyawan harus diberikan pelatihan. Baik kepada karyawan yang baru saja selesai mengikuti seleksi, maupun karyawan senior. Jenis pelatihannya disesuaikan dengan kebutuhan, namun harus tetap diadakan. 

Memberikan fasilitas diklat atau training tersebut ternyata sudah mulai menjadi tren. Bahkan menurut Training Magazine, US secara total menghabiskan rata – rata 4,5 juta dollar untuk mengembangkan program training pegawainya. 

Dana tersebut tidaklah kecil, namun bagi perusahaan besar, dana tersebut adalah sebuah investasi. Karena salah satu penggerak utama adalah sumber daya manusianya. Semakin berkualitas sumber daya manusianya, semakin baik performa perusahaannya. 

5 Alasan Karyawan Harus Diberikan Pelatihan

Meskipun tren pemberian training sudah mulai dikembangkan oleh berbagai perusahaan besar, terkadang bisnis kecil masih mengabaikannya. Padahal saat ini banyak sekali fasilitas training dengan akses terjangkau. Apabila mengabaikannya, beberapa manfaat berikut akan terlewat. 

Peningkatan Kualitas Pegawai

Sebuah pekerjaan lama – lama akan menjadi semacam rutinitas saja, sehingga semangat serta inovasi dari pegawai cenderung melemah. Dengan menstimulus pegawai melalui pelatihan dan pengenalan bidang kerjanya, akan membantu menyegarkan semangatnya kembali. 

Terlebih apabila dibarengi dengan berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan mengelola tools, akan membuat pegawai senantiasa up to date dengan penggunaan teknologi untuk membantu pekerjaannya. Dengan demikian kualitas kerjanya juga akan meningkat. 

Terbangun Loyalitas pada Diri Pegawai

Memberikan fasilitas pelatihan tidak hanya akan menguntungkan perusahaan saja, tetapi juga memberikan nilai kepada pegawainya. Mereka akan merasa bahwa masih diberikan kesempatan mengembangkan diri dan keterampilannya. 

Terlebih karyawan generasi milenial, sisi ambisiusnya akan memberontak ketika jenjang kariernya stagnan serta tidak diberikan kesempatan mengembangkan dirinya. Karenanya adanya pelatihan dan pengembangan diri, karyawan akan semakin senang dan loyal. 

Meningkatnya Produktivitas Perusahaan

Produktivitas perusahaan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu meningkatkan penawaran pada klien atau mengefisiensikan berbagai komponen produksinya. Semakin ahli karyawan dalam mengoperasikan berbagai teknologi, semakin cepat tingkat produksinya. 

Keterampilan tersebut apabila dibarengi dengan inovasi terkadang memunculkan rumusan atau ide untuk mengoptimalkan sumber dayanya. Contohnya karyawan jahit berinovasi memanfaatkan sisa kainnya untuk aksesoris, seperti gantungan kunci. 

Apabila perusahaan menyetujui ide tersebut tentunya ada dua manfaat yang diperolehnya, pertama mengurangi limbah atau sampahnya. Kedua adalah meningkatkan potensi pendapatan perusahaan melalui produk baru tanpa membeli bahan baku lagi. 

Memperbaiki Kelemahan Karyawan

Karyawan tentu tidak sempurna, selalu memiliki kelemahan, baik bersifat skill maupun kepribadian. Karyawan harus diberikan pelatihan agar kelemahannya dapat ditutupi. Efeknya adalah karyawan akan lebih percaya diri dalam menjalankan kewajibannya. 

Meningkatkan Popularitas Perusahaan

Pemberian pelatihan tidak hanya dipandang sebagai upaya peningkatan produktivitas saja, tetapi sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap karyawannya. Tentunya job seeker akan lebih memilih perusahaan yang memperhatikan karyawannya. 

Semakin diminati, tentunya popularitas perusahaannya akan semakin meningkat. Begitu juga dengan turn over ratenya juga akan berkurang, karena pegawainya merasa dihargai, diberikan kesempatan berkembang, dan diberikan kompensasi yang layak. 

Model Pelatihan yang Dapat Diberikan Pada Pegawai

Saat ini ada banyak sekali lembaga pelatihan yang mengembangkan berbagai model training untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya paling awal adalah on the job training, yaitu pelatihan untuk pegawai yang baru bergabung dengan perusahaan. 

Tujuannya adalah memberikan pengenalan mengenai sistem kerja perusahaannya, serta memberikan penyesuaian terhadap keterampilan yang dibutuhkannya. Bahkan pegawai ahli sekalipun perlu mendapatkannya sebagai langkah adaptasi terhadap sistem. 

Training berikutnya biasanya dirupakan dalam bentuk sales training. Ditujukan pada bagian pemasaran, sehingga kepekaan dalam melihat kebutuhan masyarakat, inovasi teknologi, dan teknik menarik pelanggan semakin mumpuni dan menyesuaikan tuntutan zaman. 

Karyawan harus diberikan pelatihan ketika dirinya hendak dibebani tanggung jawab pada posisi manajerial. Hal ini karena keterampilan menyelesaikan sebuah pekerjaan berbeda dengan kemampuan mengatur bawahan agar target terpenuhi. 

Model pelatihan tersebut sering dikenal dengan management training, biasanya diberikan pada pegawai yang kompeten serta dipandang mampu untuk mengarahkan timnya dalam mencapai targer dari perusahaannya. Sumber daya manusia menjadi penggerak yang mengarahkan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Mengingat beberapa kelemahan yang ada dalam diri karyawannya, karyawan harus diberikan pelatihan agar mampu menyesuaikan sistem perusahaan secara cepat dan tepat.

Berlangganan Newsletter

Jika anda tertarik mendapatkan update terkait learning management system, silahkan isi form berikut ini.

0 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published, Required fields are marked





Related Article
Codemi Publication

Bagi seorang pemilik bisnis, tentunya harus memahami bagaimana mengelola karyawan milenial di era teknologi digital ini. Mengingat saat ini generas

Codemi Publication

Keterampilan manajemen stress sangat diperlukan oleh semua orang dalam menjalankan keseharian dan rutinitasnya. Stress adalah suatu hal yang sangat